Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
cewek ceroboh.


__ADS_3

"Dy,,"Dewi masih mengibaskan tangannya,


Leon menatap Dewi,ia memicingkan matanya melihat Dewi merasa gerah dengan suhu pendingin kamar mereka, yang menurutnya sudah sangat dingin,


Dewi mendekati Leon, mencium aroma tubuh suaminya yang sangat melekat di Indra penciumannya,


Leon merasa tertantang melihat gerak-gerik istrinya,


ia menghujani Dewi dengan sentuhan lembut layaknya seorang suami,


jika di sebuah kamar ada sepasang suami-istri yang melewati malam panjang,


lain halnya pada pria yang duduk di kursi taman setelah pulang dari rumah tuannya,


pria itu dengan serius menatap layar ponselnya,buka apa-apa yang ia lihat, hanya hal yang menyangkut soal pekerjaan dan pekerjaan,


tiba-tiba ada sesuatu yang mengenai kepalanya, sebuah botol yang ia sendiri tidak tahu dari mana asalnya.


di seberang sana,


"brengsek,, kenapa gue sulit sekali membuka hati untuk seseorang,,"keluhan sembari menendang sebuah botol dan sukses terlempar jauh,


Rizky baru saja bertemu dengan teman-temannya,ia tidak menyangka di pertemuan mereka membawa pasangan untuk melewati dan menemani malam mereka,ia merasa tersudut dengan itu,sedangkan hanya dirinya yang tidak memiliki pasangan, biasanya pasangannya adalah gaby namu temanya itu sedang ada hal penting jadi tidak bisa ikut,


bukan sekali dua kali pria yang menyatakan cinta padanya namun ia tolak yang dia sendiri tidak tahu menahu apa alasannya,


ia dengan santai berjalan dengan langkah gontai, tiba-tiba kakinya tersandung menyebabkan ia terjatuh,


"ahh aduh,,kok gue bisa jatuh kayak anak kecil,apes banget si gue,,"keluhnya sembari mengibaskan tangannya pada bagian yang kotor,


pria yang tadinya kaget karena ada sesuatu yang menginjak kakinya hanya diam menatap ke arah wanita tersebut,


"makanya kalau jalan pakai mata,,"celetuk pria yang mendengar ocehan wanita tersebut.


mata Rizka melotot bisa-bisa ada seseorang yang duduk di kursi tersebut perasaan tadi ia tidak melihat apa-apa,


"ini bukan salah gue,,memang ini kaki yang terlalu panjang menyebabkan gue terjatuh,,"ucapnya sembari menendang kaki pria itu,


tiba-tiba Rizka meringis merasakan sakit di kakinya setelah menendang kaki pria tadi,


sudah jatuh tertimpa pohon pula,,


"ini kaki atau apa sih,,adehu kaki gue sakit banget,,"ringisnya.


laki-laki yang melihat itu hanya mengerutkan keningnya,

__ADS_1


ia tidak dapat melihat jelas wajah wanita tersebut sebab memang tempatnya agak sedikit gelap jadi hanya terlihat samar,


"hey om,Luh harus tangung jawab,,ini semua gara-gara luh,,"geram Rizka.


"emang salah gue apa,,itu sala luh sendiri jalan pakai melamun,,"timpal sengit pria itu.


"iya,kalau tuh kaki gak ada di sini kan gue gak bakalan jatuh,,"celoteh Rizka,


"dari tadi kaki gue ada di sini,tidak ada yang jatuh kecuali cewek ceroboh kayak Luh ini,"timpal Arya.


ketika ingin melangkah berpaling untuk meninggalkan cowok sebel itu tiba-tiba kaki Rizka kembali tersandung sebab ia sendirilah yang menginjak tali sepatunya sendiri.


"ahauu,,"


deng......


mendarat sempurna di pangkuan Arya,,..


hening,,


saling menatap dalam kegelapan,


"hey mau sampai kapan luh meluk gue,,"tukas Arya.


mata Rizka membulat sempurna mendengar ucapan pria di depannya ini,


"mana ada,luh pasti sengaja kan mengambil kesempatan buat meluk gue,,"paparnya.


"sitt,, bisa-bisa pecah kepala ku, mendengar ocehan gak penting wanita ceroboh ini,,"gumam Arya sembari beranjak meninggalkan Rizka.


Riska menatap kepergian Arya dalam dia,


"tinggi, Maco,tapi gue tidak melihat wajahnya dengan jelas, jangan-jangan jelek tidak ketulungan,,"Rizka menggeleng tak jelas,


Arya pergi menuju mobilnya di area parkir,


laki-laki tampan itu menyandarkan punggungnya di kursi pengemudi,


"Lima tahun fransizka,bahkan sampai sekarang kenangan itu masih melekat sempurna di ingatan ku,


bagaimana kita jalani hari bahagia,


bagaimana ketika kau luluhkan dunia ku dengan sempurna,,"gumam Arya menatap kosong ke arah taman kota yang indah,


Arya memilih pergi namun ia melihat bayangan yang membuat matanya tak asing begitu familiar di pandangannya,

__ADS_1


"Franziska,,"gumamnya kembali.


wanita itu melewati lampu taman hingga wajahnya terlihat sedang tersenyum cantik menuju sebuah mobil,


Arya ingin menyusulnya namun hatinya menolaknya,


"tidak, semuanya sudah berlalu,mungkin dia sudah bahagia dengan pasangannya,,huhh"Arya membuang nafas kasar..


pagi hari buang di sambut dengan sang Surya menyapa,,


terlihat sepasang manusia masih bergumul di bawah selimut,


Dewi membuka matanya pelan, pemandangan yang pertama ia lihat, adalah wajah seseorang yang sangat tampan yang membuatnya mabuk,dan juga bisa membuat ia melayang mencapai surga duniawi,


wajah Dewi memerah ketika memandangi wajah tampan Leon yang rasanya tak sudih berbagai pada yang lain,


"suamiku memang tampan,,tapi begitu nakal ketika di ranjang, kenapa ia bisa begitu kuat tenaganya tak pernah habis seperti seekor banteng,,"kekeh geli Dewi


"tapi istriku suka kan"timpalnya dengan mata yang masih tertutup rapat.


mulut Dewi ternganga,tidak menyangka kalau Leon mendengar ucapannya barusan,


"pagi sayang,,,"ucap Leon setelah membuka matanya sempurna.


"Dy,Deddy dari tadi sudah bangun,,?"tanya Dewi malu.


"tidak,Deddy baru bangun,,ini bangun,,"sembari mengedipkan matanya menggoda.


"aess,,"Dewi melepaskan pelukannya,ingin segera beranjak dari tempat tidur mereka,namun Leon menghentikannya,


"sayangnya olahraga pagi yuk,,"ajak Leon.


"ehm,,bole yuk bangun,,"


"kok malah bangun,,"tanya Leon.


"katanya mau olahraga,,"timpal Dewi.


"iya,tapi gak usah bangun,,cukup olahraga di sini di atas ranjang,,"kekeh Leon.


"sitt,tidak,, Sekarang saja badan Dewi masih remuk,,gak gak,,"Dewi meninggalkan Leon,pergi ke kamar mandi segera,tak ingin Leon melakukan hal gilanya lagi,,


begitu aktivitas pagi yang mereka lakukan saling menggoda mengisi pagi dengan hangat,,


***bersambung.

__ADS_1


dukungan terus karya author, dengan tinggalkan like vote dan jangan lupa tinggalkan komentar kalian di sini, terimakasih 🙏☺️☺️***


__ADS_2