Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
mencari tahu kebenaran


__ADS_3

Dewi pulang setelah jam kuliahnya selesai,


ia langsung menghubungi nomor Vito,namun tak kunjung di angkatnya,


ia memutuskan untuk pergi ketempat dimana tema-tema pernah bertemu dengan Vito,


ia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi,


tak lama kemudian ia sudah sampai,di sebuah hotel ternama di kotanya ini,


ia memakai penutup wajah agar tak ada yang mengenalinya,


ia mencoba bertanya kepada resepsionis yang bertugas,


"siang mbak,apa ada yang memesan kamar hotel atas nama Vito"tanyanya


"mohon tunggu sebentar ya mbak,"resepsionis itu mulai mengeceknya,


"iya mbak kamar atas nama Vito,beliau sudah check out beberapa jam yang lalu"jelas resepsionis itu,


"oh, terimakasih ya mbak"dengan terburu-buru ia melangkah pergi namun naasnya ia tidak begitu memperhatikan jalanya karena sibuk dengan handphone di tangannya,


Dewi menabrak seseorang terjadi benturan keras antara dada bidang dan wajah mungil Dewi,


"ahhh"Dewi memegang hidungnya serasa ingin patah,


laki-laki itu hanya diam, tidak menggubis Dewi yang lagi kesakitan, lantaran Dewi memakai masker,


ia hanya tak Sudi jika ada yang menggangu perjalanannya apa lagi orang yang tidak ia kenal Samah sekali,


seketika sang manager hotel menghampiri pria tampan itu,


"maaf atas tidak kenyamanan anda tuan"dengan membungkuk hormat,


tiba-tiba Dewi membuka maskernya, karena hidungnya sudah mengeluarkan darah,


"maaf ya mas"ucapnya sembari menatap pria yang ia tabrak dengan memegang hidungnya,


ia kaget begitupun dengan Leon,

__ADS_1


"kamu"ucap mereka berdua serentak,


"maksudku,pak donatur"Dewi meringis menahan sakit,


"kamu tak apa"tutur Leon,


manager heran, biasanya tuanya ini akan langsung mencaci maki orang yang sudah menganggu perjalanannya,


Leon melihat hidung Dewi sedikit mengeluarkan darah,


"ikut aku"tita Leon


Dewi hanya diam, herannya dengan Leon tiba-tiba, menyuruhnya untuk mengikutinya,


tapi yang lebih aneh lagi sang manajer hotel tersebut mengangguk dan seperti memberi isyarat untuk ia mengikuti pria tampan itu,


Dewi pun membuntutinya,


masuk ke sebuah ruangan yang Dewi pun tidak tahu,


"dudukan"ucap Leon


laki-laki itu meraih obat,dan memberikannya pada Dewi,


"sebelum pergi obati dulu lukamu aku tak ingin bertanggung jawab jika terjadi apa-apa pada hidungmu"ucapnya cuek,


Dewi menerimanya,ia mengambil sesuatu di dalam tasnya, yaitu cermin,


namun Dewi lupa untuk membersihkan hidungnya terlebih dahulu,


"maaf tuan apa aku bole numpuk ke kamar kecil sebentar"tuturnya,


Leon mengangguk dan menunjuk dimana kamar kecil terletak,


di kamar mandi Dewi membasuh wajahnya, membersihkan hidungnya yang memar akibat tertabrak oleh dada bidang pria tampan itu,


"aiss, kenapa dada bidangnya begitu keras, bisa-bisa hidungku pesek"celotehnya di dalam kamar mandi,


setelah selesai Dewi mengikat acak-acakan rambut hitam bergelombang miliknya,

__ADS_1


Ketika ingin keluar matanya tertuju pada tuangsampa,


ada ****** ***** milik wanita,ia heran namun ia tak boleh berpikir negatif, mungkin milik istrinya,


ia keluar, melihat pria tampan itu fokus dengan laptopnya,


Dewi bersikap acuh tak acuh,ia mengoles salep ke bagian hidungnya yang memar, dengan sedikit ringisan,


membuat Leon mengalihkan perhatiannya pada Dewi,


Leon menatap heran pada gadis di depannya tanpa makeup sedikitpun ia tetap cantik alami,


sedangkan beberapa pacarnya tak pernah ia lihat ketika tidak mengunakan makeup,


"apa kamu tinggal di hotel ini?"tanya Leon memastikan,


"tidak aku hanya mencari seseorang"jelasnya,


"oh ya, terimakasih untuk sobatnya, saya ingin permisi dulu, takut menimbulkan fitnah dan salah paham antara bapak dak istri bapak"celetuk Dewi


sontak Leon melotot,atas dasar apa wanita ini, mengiranya Persia beristri,


namun Dewi dengan cepat keluar menghilang dari pandangan pria tampan itu,,


"puhh,"Dewi menghembuskan nafas setelah berada di luar,


"bisa-bisa aku mati muda jika terus berada di ruangan itu"celotehnya


entah apa yang membuat wanita itu susah bernapas,ketika bersama Leon, padahal Leon tidak sama sekali menggangunya,


Dewi pun tak tau tapi setiap bertemu dengan orang besar itu membuat jantungnya cenakcenut merasa takut,


๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ๐Ÿ’ฎ


***bersambung,,,,


next yah,,


terimakasih yang sudah mampir,

__ADS_1


please,๐Ÿ™ tinggalkan komentar dan vote๐Ÿ‘ nya di sini,oke aku tunggu,โ˜บ๏ธโ˜บ๏ธ***


__ADS_2