
Kalis menghampiri mereka, berharap agar Leon melihat dan menginginkan dirinya,
"Oya,,!tuan perkenalkan putri saya Kalis,!"seru Angga.
"senang bertemu dengan orang besar seperti kalian,,"ucap Kalis.
Kalis menatap Leon terpukau, bagaimana mungkin Tuhan menciptakan makhluk-nya dengan begitu sempurna,
selain tampan juga kaya raya.
"Kalis baru pindah dari luar negeri,ya,,!saya sesungguhnya keberatan saat dia bilang ingin kembali, namun apa boleh buat demi kebahagiaan putri saya, apapun itu akan saya lakukan,,"jelas Angga.
muka masam Leon makin terlihat semenjak kedatangan Kalis, perempuan itu juga memaksakan diri duduk berada di dekat Leon yang tidak menggubrisnya sama sekali, laki-laki tampan itu hanya memperlihatkan sikap dinginnya,
"Arya,kita pulang sekarang,,"ucap Leon lantang.
tentu Angga kaget mendengar, karena rencananya belum sepenuhnya berhasil,
"pak Leon, setidaknya cicipi lah hidangan kami sebentar,dan maaf hanya alakadarnya ,"pinta Angga.
terlihat Leon berpikir sejenak,
"baiklah,, saya ingin ke kamar kecil sebentar,,"timpal Leon.
"oh,silakan pakai di sebelah sanan,"Angga menunjuk ke arah letak kamar kecil.
setelah Leon pergi,Angga memberikan kode dengan Kalis agar segera mengikutinya,
tentu Kalis mengerti, langsung pergi,
di toilet Leon menuntaskan semuanya keinginannya, namun saat menatap bayangan dirinya di cermin,ia tersenyum kecut atas usaha Angga,
namun seketika ia menoleh ketika ada seseorang yang masuk,
"kami sedang ngapain,,"tanya Leon dengan mata elangnya yang siap menerkam mangsanya.
Kalis dengan berani mendekatkan diri pada Leon tak peduli dengan tatapan leon, tidak menyisakan jarak sedikitpun dengan Leon,
__ADS_1
tiba-tiba Kalis menurunkan bajunya hingga memperlihatkan dua gunduk besar miliknya, berharap Leon akan tergoda dan langsung meminta lebih darinya,
Leon merasa aneh,dia masih bisa berpikir normal meskipun dengan melihat pemandangan yang ada di depan matanya,
'mungkin ini bagian dari rencana angga"Leon membatin
tangan Leon melingkar di pinggang Kalis, memutar Kalis hingga berada di depan cermin,
Kalis serasa di surga setelah tangan kekar itu menyentuh dirinya,
Leon mendekatkan wajahnya sampai hembusan nafasnya menyapa wajah Kalis yang berbunga-bunga,
"tidak semudah itu Beby,,"ucap Leon sembari membuka pintu dan pergi,
tentu saja Kalis kesal deng sikap Leon, padahal tubuhnya sudah terasa panas ingin di sentuh lebih jauh lagi,
"apapun caranya,aku harus mendapatkan mu Leon,kamu harus menjadi milikku,,"cicit Kalis dengan membenahi pakaiannya di depan cermin,
mobil sport mewah itu melaju kencang diantara pengendara lainnya,
"maksudnya,,"Arya tidak mengerti arah pembicaraan bos gilanya ini.
"hem,masa dia mengorbankan putrinya demi rencananya,,"tutur Leon.
Arya mulai mengerti apa yang dimaksud oleh Leon,mungkin sedari tadi itulah yang membuat Leon tidak nyaman berada di sana.
"jadi saat bos ke toilet, Kalis menghampiri anda,,"tanya Arya memastikan.
Leon mengangguk,
"bahkan dia membuka bajunya di depanku,,"ucap Leon dengan muka datarnya.
"apa,,?"Arya kaget mendengar penuturan Leon.
"iya, untungnya bos mu ini orang baik-baik jadi tidak muda terpengaruh dengan apa yang sudah ia lihat,,"jawab Leon dengan memuji dirinya sendiri.
"baik dari mananya,,!kalau bukan bos sudah punya bidadari di rumah,kemungkinan bos akan langsung menerkamnya,"timpal Arya menyudutkan Leon.
__ADS_1
"tidak mungkin,,dia bukan seleraku Arya,ia belum cukup dari segalanya untuk olahraga ranjang bersamaku,,"timpal Leon menyangkal kalau yang di bicarakan Arya bukan sepenuhnya benar.
Arya mengangguk mendengar ocehan dari bos gilanya itu,
"besok,kamu urus masalah Dewi di kampus,,"sambung Leon,
"apa nyonya masih ingin melanjutkan kuliahnya,,?"tanya Arya.
"ya iyalah, secara ia punya cita-cita yang belum tercapai,,"timpal Leon.
"baiklah,,lusa nyonya Dewi sudah bisa masuk kembali ke kampus,,"tutur Arya.
Leon masuk ke kamarnya,kamar yang gelap gulita hanya menyisakan cahaya remang Lampu tidur,
"sayang,,"panggil Leon.
"mungkin sudah tidur,,"Leon menyalahkan lampunya, seketika ia bisa melihat semuanya dengan jelas, tiba-tiba matanya melotot melihat Dewi yang sudah terkapar di lantai,
"sayang,,wik bangun,,"
Leon mengangkat tubuh mungil istrinya ke atas tempat tidur, wajahnya yang sudah menampakkan ke khawatiran, Leon menghubungi Arya agar cepat kerumahnya dan menghubungi Sony,
"Sony,, mengapa sekarang pekerjaan mu menjadi lambat sekali,,"caci Leon setelah kedatangan Sony dan Arya.
"maaf tua saya belum mempelajari ilmu Kanuragan untuk datang dalam sekejap mata,"timpal Sony,dia sudah terbiasa dengan cacian Leon jadi dia tidak akan peduli sama sekali dengan ucapan yang keluar dari mulut Leon.
"sudahlah,, sekarang biarkan dulu Sony memeriksa nyonya,, setelah itu baru kita kulit orang ini bersama,"timpal Arya deng sedikit melirik kearah Sony,
Sony mulai memeriksa keadaan Dewi,
"suhu tubuhnya normal,tidak ada yang aneh,"ucap Sony.
"lalu mengapa dia bisa pingsan,,!"timpal Leon yang mendengar ucapan Sony.
"tunggu nyonya Dewi siuman,mungkin sebentar lagi dia akan sadar,baru saya bisa memastikan,"tutur Sony yang menyisakan kebingungan di benak Leon.
bersambung....
__ADS_1