
Dewi membuka paper bag yang ia terima barusan, matanya berbinar setelah melihat isinya, sebuah ponsel canggih yang seharga rumah yang ia tempati dahulu,
tanggal mungil itu mengutak-atik ponsel tersebut, namun ia merasa ponsel yang baru ia terima sudah aktif dan sudah bisa di gunakan langsung,
merasa sedikit curiga namun Dewi mengabaikan perasaannya,
yang benar saja, kecurigaan Dewi benar adanya belum beberapa detik Dewi memegang ponsel, tiba-tiba ponsel itu berdering dan yang makin membuat Dewi tercengang, tertera nama SUAMI TAMPANKU, yang memanggil,,
"yang benar saja,,"gumam Dewi,sembari menggeser layar ponsel,menolak panggilan Leon.
Dewi mencoba mencari akun sosmed kedua temannya,
"ini dia,,"Dewi langsung menghubungi geby,merasa panggilannya tidak di angkat-angkat,
Dewi beralih pada Rizka, karena dia yang lebih gesit dibandingkan geby,
📱,ya hallo,,
📱,Riz,kamu kah itu,,?,"tanya dewi mendengar suara cempreng temannya yang sangat ia rindukan.
📱,wik,,kamu apa kabar,,"Rizka terisak mendengar suara temannya yang beberapa waktu tidak ada kabar,,
📱, maafkan aku,,"selah Dewi dengan nada lirih,
📱, sekarang kamu dimana,,apa kamu baik-baik saja selama ini,,"tanya Rizka.
📱,panjang ceritanya Riz,akan ku ceritakan setelah kita bertemu,,"
📱, baiklah,kamu hubungi aku, jika ingin bertemu,,"timpal Rizka.
📱,oke, Oya geby di mana,,?"tanyanya.
📱,lagi cari suami impiannya,,"celetuk Rizka,
📱,Masi sama seperti dulu,, baiklah aku tutup dulu yah Riz, kapan-kapan aku ajak ketempat tinggal ku,,bay bay,,Dewi memutuskan panggilannya.
ada rona bahagia di wajah Dewi setelah mendengar kabar dari sahabat baiknya,
__ADS_1
namun ia kembali bersedih setelah mengingat kedua orangtuanya,
"ayah, bunda,, maafin Dewi,,"matanya sudah berkaca-kaca mengingat orang yang sudah membesarkannya.
sore harinya, Dewi menanti kepulangan Suami tampannya,
belum lama ia menunggu, sebuah mobil sport yang berharga fantasi itu sudah memasuki kalangan halaman rumahnya,
ia berbinar setelah melih sang empunya turun dari mobil mewah tersebut,
laki-laki idaman setiap para wanita,Leon berjalan dengan langkah jenjangnya,Dewi yang melihat itu serasa melihat seorang model yang tengah menuju ke arah dirinya,meskipun suaminya melangkah asal,
Leon segera menghampiri istri mungilnya yang sudah sangat cantik dan anggun,Leon melingkarkan tangannya pada pinggang ramping sang istri, menghujani Dewi dengan ciuman yang bertubi-tubi karena rasa rindunya seharian tidak bertemu,
Dewi membalasnya dengan melingkarkan tangannya ke leher sang suami, bergelayut manja dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang suaminya karena rasa malunya sebab di sana banyak para pelayan yang menyaksikan tuan mereka yang tidak tahu malunya itu,
"ada apa dengan wajah mu itu hemm,,?"tanya Leon yang melihat wajah Dewi bak kepiting rebus,
"tidak ada,,!memang ada apa dengan wajah ku,,"elak Dewi.
"wajah istri Deddy sangat cantik,, merah-merah seperti kepiting rebus,,"celetuk Leon,senang menggoda sang istri,
Dewi meninggalkan Leon yang tersenyum kuda, melihat istrinya yang tambah mengemaskan kalau sedang ngambek tak jelas seperti itu,
"sayang tunggu,,"Leon mengejar Dewi yang menuju kamar mereka,
Leon heran melihat Dewi berkemas memasukkan beberapa pakaiannya ke dalam tas,
"sayang kamu mau kemana,,jangan gitu dong Deddy hanya bercanda,,"
Leon memeluk pinggang istrinya dari belakang,
Dewi tersenyum melihat kelakuan suaminya,
mana mungkin ia marah dan akan pergi hanya karena godaan sang suami yang bisa membuat dirinya berbunga-bunga,
"Deddy buruan mandi gih,,kita bermalam ke rumah bunda malam ini,ya,,kalau Deddy mau,kalau gak mau Dewi sendiri gak apa-apa,,!"ujar Dewi.
__ADS_1
"oke,oke, Deddy ikut,tunggu deddy bentar gak akan lama,,"Leon langsung menghilang di balik pintu kamar mandi,
setelah beberapa saat,kini Leon dan Dewi sedang dalam perjalanan ke rumah orang tua Dewi,
mereka mampir sebentar untuk membeli buah tangan oleh-oleh untuk kedua orang tua Dewi,
kini mobil mewah itu masuk kedalam gang yang lumayan sempit,
para warga dan tetangga yang tinggal di sana merasa aneh karena tidak pernah ada sebuah mobil mewah memasuki kalangan yang lumayan terpencil tersebut,
menatap terpukau,juga berbinar karena memang mereka tidak pernah melihat sebuah mobil mewah yang berharga fantastis itu,
setelah sampai Leon memarkirkan mobilnya tepat didepan rumah orang tua Dewi,
Dewi mengetuk pintunya, dengan Leon yang mengekor membawa beberapa barang yang tadinya mereka beli,
"assalamualaikum,,Bun,,"panggil Dewi.
"waalaikumsalam,,"timpal Desi dan segera membuka pintunya.
"bunda,,"Dewi langsung memeluk Desi dengan rasa haru, terlihat pundak Dewi berguncang di serta hi dengan Isak kan yang pilu.
"wik,sayang kamu apa kabar,,"tanya Desi sembari mengelus punggung putri kesayangannya.
"Dewi baik bun,ayah kemana,,?"tanyanya setelah melepaskan pelukannya.
"ayah lagi ke warung sebentar, ehh nak Leon silakan duduk,,bunda buatin minuman dulu untuk kalian,kalian pasti capek dalam perjalanan,,"ujar Desi.
"gak usah bun,biar Dewi saja yang buat,,oya ini Dewi bawain oleh-oleh buat ayah sama bunda,,"Dewi memberikan beberapa paper bag yang tadinya Leon bawa.
"istt kok repot-repot sih wik,nak Leon juga sering kirim kebutuhan ayah sama bunda,,"timpal Desi tak enak hati terlalu merepotkan mantunya.
Dewi yang mendengar penuturan Desi, langsung menatap ke arah suaminya yang kebetulan juga sedang menatap dirinya,
Leon melakukan itu semua,namun ia tidak pernah mengatakan apapun padanya,
sekarang Dewi merasa bersalah belum bisa membuat suaminya bahagia, yang ada dirinya hanya bisa merepotkan Leon.
__ADS_1
bersambung...