
pagi harinya, semua karyawan panik melihat Arya yang terlalu pagi datang ke perusahaan,
melihat situasi ada hal yang tidak beres dengan perusahaan yang memiliki ribuan karyawan itu,
Kalis yang menyaksikan hal tersebut mendadak merinding seketika,
hah,,apa secepat ini mereka mengetahuinya,?benak Kalis.
tiba-tiba seluruh karyawan di kumpulan, semuanya tanpa terkecuali termasuk keamanan yang bertugas.
dari mimik wajah Arya, terlihat kalau ia sedang menahan amarahnya,
bahkan hawa di sekitarnya terasa dingin menusuk membuat semuanya membeku.
Arya sudah memastikan semuanya,kalau semalam, perusahaan ini kehilangan data-data penting perusahaan,ada yang berani menerobos masuk mencuri data-data tersebut,dari ruang CEO.
sebagai orang kepercayaan pemilik perusahaan,ia ingin menyelesaikan segala permasalahannya sebelum Leon yang bertindak.
"kalian mengerti mengapa kalian saya kumpulkan di sini,,?"tanya Arya dengan wajah dinginnya.
suasana hening,,,
tak ada satupun yang berani menjawab pertanyaan yang dilontarkannya Arya barusan.
"tadi malam ada seseorang yang berani mencuri beberapa data penting perusahaan,kalian tahu maksud saya kan,,!"seru Arya dengan wajah mendominasi.
"pak Arya, sebagai karyawan yang sudah lama bekerja di sini,mana mungkin kami bisa melakukannya, melihat peraturan perusahaan yang berlaku,mana mungkin kami berani melanggar,,"ucap salah satu karyawan.
"iya pak Arya,, mana mungkin,,"ucap yang lainya menimpali.
Arya mempercayai kalau yang melakukan hal itu bukanlah karyawan perusahaan,tapi yang aneh, orang tersebut mengetahui semua tata letak cctv di perusahaan ini, sehingga ia tidak meninggalkan jejak sama sekali.
Arya mendengus kesal,ini baru pertama kali ia mengalami kelalaiannya,
tangannya mengepal erat dengan mata yang menyala,
tiba-tiba mobil Leon sudah memasuki area parkiran perusahaan,
__ADS_1
saat ia masuk,ia sedikit heran melihat semua karyawan yang membeku tak berdaya didepan Arya.
"ada apa Arya,,?"tanyanya dengan wajah datar.
"ada pencuri menerobos masuk,dan mengambil beberapa data penting perusahaan, saya harus memastikan bahwa tidak ada musuh dalam selimut,"jelas Arya.
"apa kamu menemukannya,,?"
Arya menggeleng.
"kalaupun ia adalah salah satu dari mereka, tidak mungkin juga mereka dengan mudah mengakuinya Arya, mengingat peraturan perusahaan yang sudah tertulis,,,
kalian ingat tak ada yang bisa lolos dari mata seorang Leon, untuk ku ini hal kecil,jika ada yang ingin mencoba bermain-main dengan ku, akan aku tunjukan permainan yang sesungguhnya,,"leon berlalu begitu saja tanpa memperdulikan penampilan karyawannya yang sudah menggigil ketakutan.
"kalian silakan kembali bekerja,"titah Arya.
saat di ruangannya,Leon duduk tenang di kursi kebesarannya,
setelah mendapat Arya yang masuk Leon menarik nafas dalam-dalam.
"apa kamu menemukan jejaknya,,?"tanya Leon.
Leon mulai mengutak-atik laptop kerjanya,
" setidaknya ada sedikit petunjuk yang ia tinggalkan,kamu pergilah ke alamat yang ditinggalkan orang yang mencoba menerobos masuk ke data-data penting perusahaan tadi malam, jangan biarkan mereka lolos begitu saja, mereka harus menerima ganjaran yang setimpal untuk ini,"jelas Leon dengan wajah yang sedikit datar.
"mengapa nyonya Dewi tidak masuk,,?"tanya Arya yang sejak tadi tidak melihat Dewi.
"aku tak ingin ia merasa khawatir dengan masalah sepele seperti ini,"timpal Leon singkat.
Arya hanya terdiam mendengar jawaban dari Leon,ia tak menyangka Dewi mampu menaklukkan pria dingin seperti es balok didepannya ini,
sekarang Leon sudah menemukan pawang hatinya,
mampu membuatnya takut dan khawatir,
bibirnya sedikit tersinggung,merutuki hatinya yang sekarang masih tertutup rapat untuk seseorang,
__ADS_1
belum ada yang mampu menerobos masuk, hingga menghapus jejak nama yang masih tertinggal di sana.
"Arya,,hy"Leon sedikit menjentikkan jari didepan Arya yang tengah melamun, hingga ia tersadar dan gelagapan bingung.
"ada apa,?apa kamu ada masalah sekarang,?"tanya Leon yang sedikit curiga melihat seorang Arya melamun.
"hah,,bukan apa-apa,,"aku akan menyelesaikan segera mungkin,"timpalnya sembari berlalu meninggalkan Leon yang masih menatap intens dirinya.
dia kenapa? pikiran Leon.
sembari menggelengkan kepalanya.
disisi lain, moodnya Dewi sedang tidak baik-baik saja,
bagaimana bisa Leon menyuruhnya tidak masuk kekantor dengan alasan harus banyak-banyak istirahat.
"bik,hari ini temani Dewi belanja ya,!"ucapnya.
"baik nyonya,bibi siap-siap dulu ya!,"timpal arsiy
"Oya bik,,jangan bilang-bilang Leon ya hehe"tawa Dewi dengan menampakan deretan gigi putihnya.
arsiy dibuat bingung dengan ucapan Dewi, bagaimana mungkin ia tidak memberitahu majikannya itu,
"please bi, Leon gak bakalan tahu kalau tidak ada yang memberitahukan,"bujuk Dewi.
"iyaa,,bibi tidak akan kasih tahu, asalkan nyonya Dewi bisa jaga diri baik-baik,,!"timpal arsiy sembari menggelengkan kepalanya, merasa heran dengan kelakuan Dewi.
"gitu dong,,bibi the best deh,,!"serunya.
"tunggu bentar Dewi siap-siap dan ambil dompet dulu,"
riak Dewi dengan riang.
"itulah yang tidak dimiliki wanita-wanita yang selama ini bersama tuan Leon, polos,manja,dan tidak membedakan antara yang lain, meskipun seseorang begitu pintar dan dewasa,ada kalanya seseorang membutuhkan siapa manja dan ketergantungan,andai saja tuan besar masih hidup pasti kebahagiaan Leon akan lebih lengkap lagi,
tak mungkin juga ia akan menjadi sosok yang dingin dan tertutup seperti ini,,"celoteh arsiy yang menatap punggung Dewi yang mulai menghilang.
__ADS_1
bersambung......