
Dewi memutuskan untuk pergi jauh-jauh dari Leon,ia membawa semua barang yang menjadi miliknya hingga tak tersisa satupun,
"nya, nyonya jangan seperti ini, jangan pergi menghindari masalah,jika memang nyonya tak tahan setidaknya tunggulah sampai tuan pulang"cegah bik arsiy,
"tidak bik,,! dengan melihat Leon itu akan menambah luka Dewi,Dewi akan pergi sejauh mungkin dari kehidupan Leon, karena memang Dewi tidak di inginkan berada di sini, terimakasih ya bik,,!atas kebaikan bibi selama ini sama Dewi,"tutur Dewi dengan tersenyum manis,
"baiklah jika memang keinginan nyonya seperti ini,
apa ada yang perlu bibi sampaikan pada tuan Leon,,?"
Dewi menggeleng,
"dewi titip Leon ya bik,jaga dia dengan baik,Dewi pergi,,"Dewi melangkah ke luar dengan menyeret kopernya,
maafin Dewi bik,Dewi tidak biasa memenuhi keinginan bibi,Dewi sudah berusaha sebisa Dewi hingga Dewi tidak sengaja memberikan hati Dewi pada Leon,
semuanya teramat rumit untuk di lanjutkan,
Dewi berharap bibi Aisyah bisa maafin Dewi,, batinnya sembari melangkah keluar rumah istana milik Leon,
Dewi pergi di sebuah pedesaan yang terpencil,
ketika sampai ia membuang nafasnya dalam-dalam,
bertanya padanya seseorang yang ada di pinggir jalan menanam sayuran,
"mang,, numpang nanya apa adanya rumah yang ingin di sewakan di sekitar sini,,,?"tanyanya,
"oh,ada neng,neng gelis lurus aja terus ada persimpangan belok kiri nanti pasti ketemu,,"jawab orang tersebut,
"oh,belok kiri ya mang,,?"
"iya neng,neng gelis dari mana,?"tanya orang tersebut.
"dari kota mang,, terimakasih ya Mang,,"
__ADS_1
Dewi melanjutkan perjalanannya,
Dewi membuka pintu sebua rumah tua yang di sewanya,
namun lumayan untuk ia tempati sebelum mendapatkan yang lebih layak, saat ia membuka jendela hamparan kebun teh terbentang luas, alamnya yang sejuk dan indah,
terlihat burung-burung sedang menari bahagia di atas sana,
Dewi memulai beres-beres di sana, terlihat wanita cantik itu duduk karena letih, saat itu ponselnya berdering menampakkan orang tuanya yang memanggil,
📱,"hallo yah,,"
📱,"wik kamu apa kabar sayang"tanya Herwan
📱,"Dewi baik yah,ayah sama bunda apa kabar"Dewi balik nanya,
📱,"Alhamdulillah ayah sama bunda baik sayang,,"
📱,"syukurlah kalau begitu,"
📱,"iya yah,kalau suami Dewi ada waktu senggang,"tuturnya berbohong karena tidak ingin membuat orang tuanya kuatir,
📱,"ya baiklah kalau begitu,kamu hati-hati di sana ya sayang,"pamit Herwan mematikan panggilan telpon mereka,
maafin Dewi yah,Dewi gak ingin ayah kuatir dengan keadaan Dewi sekarang,Dewi harap kalian baik-baik di sana, batinnya,
beberapa Minggu berlalu,Leon yang memutuskan untuk cepat kembali meskipun masih ada beberapa hal penting yang belum selesai,namu karena perasaan gelisah lelaki tampan itu memutuskan mempercepat kepulangannya,
ketika sampai di rumah,ia melihat sekitarnya sepi tanpa penghuni,
ia melangkah masuk menuju kamarnya,
karena rasa lelahnya ia belum menyadari banyak yang hilang di kamarnya, laki-laki itu langsung membersihkan diri terlebih dahulu,
setelah selesai ia turun ke bawah untuk makan malam karen memang perutnya juga sedikit kelaparan,
__ADS_1
"bik,,apa nyonya belum pulang,,"tanya Leon ia mengira Dewi masih di luar karena sedari tadi tidak terlihat batang hidungnya,
bik arsiy bingung untuk menjawab pertanyaan Leon barusan,
Leon meletakan sendok yang ia pegang karena melihat bik arsiy sedikit kebingungan mendengar penuturan Leon,
"bibi kenapa,ada yang bibi sembunyikan dari Leon,apa itu,,,?"tanyanya yang bisa menebak mimik wajah bik arsiy,
"anu tu,,,tuan,,itu nyonya anu"
"bibi kenapa,bicara yang benar"tanya Leon dengan wajah yang sedikit berbeda,
"nyonya sudah pergi dari seminggu yang lalu"jawab arsiy
Leon melempar gelas yang ada di depannya,
"berani sekali perempuan itu,apa dia pergi dengan seorang laki-laki"tanya Leon dengan raut wajah yang emosional,
"tidak tuan,ia pergi naik taksi,bibi lihat sendiri"jelas arsiy,
Leon meningkatkan mejah makanya dengan makanan yang baru sedikit ia sentuh,
saat ia ingin menaiki tangga menuju kamarnya, suara defy menghentikannya,
"beb,kamu sudah sampai"tanya defy sembari mendekat,
"Oya beb, kemarin aku lihat istri kamu jalan Sama laki-laki di luar sana"tentu ucapan defy barusan menambah emosi Leon semakin memuncak,
Leon diam dan pergi begitu saja tanpa memperdulikan defy,
"rasain kamu Dewi,kamu lihat saja bagaimana permainan ku selanjutnya,kamu akan sengsara karena berani menantang ku"senyumnya menang,
defy pergi begitu saja,ia tau laki-laki itu akan mencarinya sesudah ini,ia akan melakukan langkah selanjutnya saat Leon datang sendiri padanya,,,
***bersambung,,
__ADS_1
next ya***,,