Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
rumah sakit Singapore.


__ADS_3

wajah pucat pasih itu tersenyum manis,


kini keadaannya semakin memprihatinkan, sekarang tubuhnya hanya terbaring lemah tak berdaya di pembaringan, dengan beberapa peralatan medis yang menempel ditubuhnya,


"dia apa kabar,?"tanyanya,tak terasa cairan bening itu tumpah begitu saja.


"jangan pikirkan apa-apa dulu,aku harus semangat berjuang untuk sembuh,, yakinlah tuhan itu maha adil,,tak butuh waktu lama untuknya membolak-balikkan keadaan,"tutur Sony menyemangati Dewi,


"iya,tuhan itu memang adil,tak butuh waktu lama untuk merubah keadaan,,!"Dewi tersenyum pias,


"tuhan begitu mudah merenggut segalanya dari ku,"sambungnya, dengan sebuah harapan yang telah pupus,


"jangan berucap demi kian, saat kita masih mampu berusaha maka berusahalah, percaya akan datang sebuah keajaiban untuk mu,aku yakin kamu orang yang kuat,lawan semua penyakit yang ada di tubuh mu dengan sebuah keyakinan,,"sebagai seorang dokter Sony bisa memahami perasaan Dewi saat ini,namun apapun keadaannya Sony harus tetap memberinya semangat dan harapan sekalipun umurnya hanya sampai besok,


sekarang mereka berada di rumah sakit terbaik di dunia di Singapore,


Dewi pergi bersama Sony dengan jejak mereka berselingkuh di mata Leon,


kala Leon menerima sebuah kenyataan ia begitu frustasi dan marah,ada rasa kecewa dan benci menggerayangi dirinya,Arya yang mendampinginya begitu kualahan menghadapi bos sekaligus sahabatnya itu, keadaannya begitu kacau,ia menggerakkan beberapa kepercayaan untuk mencari mereka, dengan keadaan hidup atau mati,


amarahnya begitu besar, bagaimana mungkin sahabat sejatinya tega mengkhianati dirinya,


"mereka sungguh hebat yak, bermain api tanpa memikirkan perasaanku,,"racu Leon yang sudah mabuk berat di sebuah bar di temani Arya,


Arya tertegun melihat Leon, keadaannya sangat kacau untuk sekarang ini,


ada rasa hibah di hatinya,ingin memberitahukan kenyataan yang sebenarnya, namun ia terlanjur berjanji pada Dewi, hanya perlu menyemangati Leon agar hidup lebih baik lagi,

__ADS_1


"bos kita pulang,,"ajak Arya,


"pulang haha, kemana aku pulang ham,, tempatku pulang sudah hancur, matahari ku sudah pergi mengkhianati siang,bumiku sudah rontok di porak-porandakan oleh istri dan sahabat ku sendiri,,"terlihat laki-laki tampan itu meracu dengan tangis kadang tawa.


Arya hanya bisa mendengarkan tanpa bisa membantu,


"Yon setelah mengetahui kebenaran,apa keadaan kamu akan sekacau ini,andai kamu tahu Dewi berusaha keras untuk kehidupannya demi dirimu,kamu beruntung mempunyai istri setulus Dewi,selalu memikirkan keadaan dan perasaan mu disisa umurnya,"cicit Arya.


begitulah keadaan Leon setelah kepergian Dewi,


jangankan perusahaannya hidupnya pun sudah tak terurus lagi,


kalau bukan Arya mungkin kini perusaan besar itu hanya tinggal nama, mengingat begitu banyak yang mengincar menghancurkan perusahaan itu dalam keterpurukan seorang CEO.


"dasar tidak becus,mencari dua orang mengapa kalian begitu sulit hah"bentak Leon di sambungan telponnya.


"kemana bajingan itu membawa istriku bersembunyi,,"celotehnya sembari menghancurkan semua yang ada di depannya.


"tuan,,tuan tolong hentikan,,"arsiy menghentikan emosi Leon yang sudah memuncak.


"kenapa bik,kenapa Dewi lakukan itu,,"timpalnya mengepalkan tangannya erat.


"apa tuan yakin,,"tanya arsiy.


Leon menautkan kedua alisnya, mendengar penuturan arsiy,


"kalau bibik,tidak percaya itu sama sekali,bibik kenal Dewi,dia begitu mencintai tuan dengan tulus,perasaan tuan adalah mayoritas utama untuknya,"jelas arsiy.

__ADS_1


Leon mentertawakan ucapan arsiy,


"Leon melihat kenyataannya bik, Dewi sekarang bukanlah Dewi ku yang dulu,dia sudah berubah, Dewi ku yang dulu sudah pergi bersama dengan penghianatan cinta kami berdua"Leon tersenyum sendu,


"tuan terkadang apa yang kita lihat dengan mata tidak sam dengan kenyataan,mata bisa berkhianat pada tuannya, menyembunyikan kenyataan yang sebenarnya, kadang apa yang kita dengar tidak persis sama dengan yang sesungguhnya,


tapi coba tuan bertanya pada hati kecil tuan Leon, karena disana dia tidak pernah bisa berbohong,walau kadang kenyataan ini mungkin lebih pahit dari sebenarnya,"tutur arsiy.


Leon tertegun,tak bisa ia hindari,kalau hati kecilnya tidak mempercayai itu semua,apa yang sudah ia lihat dan ia dengar,


"tapi bi,,"Leon melunak.


"carilah kebenaran dengan kepala dingin, jalankan hidup dengan semestinya,bersiap untuk menerima kenyataan yang sebenarnya"arsiy memberi nasehat pada tuannya yang terlihat kacau ini,


"tapi Leon tidak bisa menemukan mereka bi,"balasnya dengan suara lemah.


arsiy tersenyum,


"bibi merasa beberapa bulan lalu Dewi menyembunyikan sesuatu,jadi carilah ketempat yang tidak pena ada di benak tuan Leon,"saran arsiy.


"maksud bibi,,"Leon memastikan.


"tempat yang tak terlintas di benak tuan Leon, ataupun orang suruhan tuan Leon"timpal arsiy.


Leon mengangguk paham,


mencoba berpikir dengan jernih bukan dengan emosi semoga ia bisa menemukan Dewi, mengetahui kenyataan yang sebenarnya..

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2