
setelah merasa urusan mereka selesai Arya merencanakan kepulangan mereka ke tanah air,
karena Arya cukup merasa khawatir Leon bertemu Sony kembali dengan keadaan mereka belum mempersiapkan kemarahan temanya itu,
"bos, kita kembali siang nanti, setelah ini tak ada acara yang begitu penting lagi, manager Robert bisa handle semuanya,,"tutur Arya.
"tunda untuk beberapa hari kepulangan kita Arya,ada hal yang penting yang belum aku tuntaskan,,"timpal Leon yang tidak mengalihkan pandangannya pada mesin pintar yang selalu setia menatapnya.
"tapi bos,,"ucap Arya ragu.
"jangan membantah ku Arya,,"
Arya merasakan hawa kemarahan dari bos gilanya itu,sebagai sahabatnya ia bisa merasakan kalau Leon sedang dalam mode marahnya.
"oke,,aku akan memantau perusaan dari sini,,"Arya meninggalkan Leon.
setelah kepergian Arya Leon menyandarkan punggungnya,
pikirannya sangat kacau sekarang,mau tidak mau ia harus bergerak sendiri agar Sony tidak curiga,leon merasa sony mengetahui gerak-gerik orang yang aku perintahkan untuk mencarinya,
Leon tau Sony memang jenius dalam urusan mata-mata,ia memiliki pengalaman itu sebelum memutuskan berkecimpung di dunia medis,
"jangan menantang ku son,aku tau kamu,aku hanya ingin tau apa alasan mu membawa Dewi dari ku,,"tuturnya sembari memainkan jarinya membentuk sebuah ketukan berirama di atas meja.
Leon memutuskan menganti pakaiannya dengan pakaian yang menautkan jaman anak remaja kekinian,
mengunakan celana jens yang mempunyai beberapa robekan di lutut, dengan kaos oblong berwarna putih menambah nilai tersendiri bagi Leon memakai pakaian tersebut,
sekarang nampak pria dewasa itu di sulap menjadi remaja yang memiliki nilai jauh di atas rata-rata, wajah tampannya kini menjadi lebih fresh dengan gaya rambut yang acak-acakan,
melihat dari penampilannya yang sekarang,Leon sangat tidak pantas menyandang gelar pria dewasa,
melainkan kalangan remaja yang menikmati masa mudanya,
__ADS_1
Leon pergi tanpa sepengetahuan Arya mengunakan motor sport berwarna hitam,tidak tanggung-tanggung Leon terpaksa membelinya demi sebuah misi yang telah ia rencanakan,
sekarang motor sport itu terparkir sembarangan di halaman rumah sakit tersebut,Leon duduk di sebuah bangku tunggu, di lobby rumah sakit ia menggunakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya juga membawa sebuah buku untuk melengkapi perannya,
Leon nampak melihat sekitar dengan ekor mata tajamnya,
beberapa jam berlalu, sekarang yang ia cari sudah menampakkan batang hidungnya dengan mata panda yang melingkar sempurna di wajah tampannya,
karena merasa lapar Sony akhirnya keluar dari lubang persembunyian,
jadi ia bermalam di rumah sakit ini,,benak Leon.
Leon mengikuti Sony dengan biasa tanpa mencurigakan,
setelah beberapa saat dalam perjalanan ternyata Leon keluar hanya untuk makan,
Leon sengaja memilih meja yang tidak terlalu jauh dari Sony, seperti orang biasa yang juga membutuhkan asupan gizi sebagai mana mestinya,
📱"apa semuanya baik-baik saja"tanya Sony tanpa basa-basi di sambungan teleponnya.
📱"syukurlah,sebisa mungkin jaga rahasia ini untuk sementara waktu,jika memang semuanya sudah siap ia berhak tahu," sambungnya lagi.
Leon yang mendengar itu dengan jelas, menyatukan kedua alisnya bingung, sesungguhnya ia sudah mulai merasakan semua ini direncanakan untuknya,
namun ia mencoba rileks mungkin menghadapi lawan yang begitu pintar hampir sejajar dengannya,
ia tidak ingin kesempatan kali ini terbuang sia-sia sebab ia bertindak gegabah,
terlihat Sony sudah selesai dan beranjak pergi setelah melakukan pembayaran,
Leon kembali membuntutinya dengan jarak yang tidak terlalu dekat agar Sony tidak mencurigai gelagatnya,
Sony menoleh di sekitar, terlihat Leon yang sedang berjalan santai dengan sebuah buku di tangannya,
__ADS_1
Sony kembali berjalan menuju mobilnya setelah memastikan tidak ada yang aneh di sekitarnya,
sekitar yang memang sedikit ramai jadi tidak ada kesan bahwa Leon sedari tadi membuntutinya.
di rumah sakit besar itu Sony berbincang dengan dokter yang menangani Dewi,
dokter itu bilang sel-sel kanker yang bersarang di rahim Dewi sudah perlahan menghilang tanpa melakukan operasi, karena Dewi bersikeras tidak ingin mengangkat rahimnya meskipun nyawanya sebagi taruhan, menurut dokter tersebut itu adalah sebuah keajaiban dan mukjizat yang kuasa,
Tuhan masih menyayangi Dewi, memberikan kesempatan kepada umatnya yang mau bersikeras melawan penyakit yang mematikan itu.
semoga saja Dewi bisa mengandung layaknya seorang perempuan normal,
ada gambaran senyuman di wajah Sony,tapi sayang Leon tidak bisa mendengar dengan jelas percakapan mereka berdua karena memang terhalang dinding kaca yang transparan,
ingin rasanya Leon masuk, namun ia tidak ingin kedatangan menjadi sebuah keributan yang membuat kegaduhan,
setelah Sony keluar ia mengucapkan syukur berkali-kali,ia tidak menyangka bahwa usahanya membuahkan hasil yang manis,
laki-laki tampan itu melangkahkan kaki jenjangnya menuju ruangan dimana Dewi berada,
namun langkahnya terhenti setelah mendengar suara bariton yang tidak asing bergaung di telinganya,
"tunggu,,"
bersambung...
*mohon maaf karena beberapa hari tidak up,
memang keadaan author yang kurang vit,
jangan lupa dukung terus karya author ya dengan meninggalkan jejak kalin di kolom komentar*,
terimakasih ☺️
__ADS_1