Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
data penting perusahaan.


__ADS_3

sesampainya di perusahaan besar mencakar langit suaminya itu,


Dewi kembali pada rutinitas biasanya,


tak peduli dengan keadaan yang di sekitarnya, dimana semua orang menganggapnya rendah.


"hah, sedikit lagi,"keluhnya yang hampir menyelesaikan pekerjaan.


"ini kerjakan semuanya"Kalis datang dengan membawa beberapa berkas yang menumpuk dan tampak berantakan.


"apa maksudmu,,"ucap Dewi memandang mejanya yang penuh dengan berkas dan dokumen.


"kamu tak suka,,, terserah aku tinggal laporkan saja kamu ke atasan,"ancam Kalis.


Dewi mengambil semua dokumennya den.


"blusss..."Dewi melempar semua dokumen tersebut di wajah Kalis.


"lapor sana! gue gak takut,,Luh kira gue bodoh gak tau rencana busuk luh,"ucap Dewi kasar.


wajah kalis memerah,menahan emosi,


"hah, beraninya kamu,,"ia sudah mengangkat tangannya ke udara ingin menampar wajah Dewi.


namun tangannya terhenti ketika ada tangan kekar yang segera menghentikan perbuatan Kalis.


"jangan sedikitpun tangan kotor mu ini menyentuhnya,atau kamu akan menyesal nona,,!"hardik Arya.


tentu ucapan sekertaris kepercayaan perusahaan besar ini, membuat semua mata melotot tak percaya.


bagaimana mungkin Arya memperdulikan hal sepele yang tidak masuk akal di benak mereka.


Kalis mendengus kesal, daranya mendidih lantaran tidak biasa melampiaskan kemarahannya,


ia segera pergi menjauh,tak mungkin juga ia berhadapan dengan Arya, melihat kekuasaan yang ia punya.


"nona tidak apa-apa,,?"tanya Arya.


Dewi menggeleng pelan,


menanggapi pertanyaan Arya, yang membuat dirinya sedikit tak nyaman, karena tatapan beberapa karyawan yang melihatnya.


Arya yang melihat itu,ia segera berpaling dan pergi begitu saja,

__ADS_1


ia mungkin bisa melindungi Dewi dari kekerasan,namu tak mampu melindunginya dengan cemoohan semua orang yang belum mengenalnya samasekali.


sedangkan Kalis segera ke ruangan Leon,


tok tok tok...


cekrekk..


"Leon,,kamu tahu tidak,Dewi dan sekertaris mu itu ada hubungan yang spesial,,aku melihatnya sendiri, bagaimana dia membelah Dewi di hadapan karyawan perusahaan,"ucap Kalis setelah duduk tepat di depan Leon, seolah dirinya adalah orang yang penting untuk Leon.


Leon tidak samasekali mengalihkan pandangannya,


mata tajamnya terus menatap mesin pintar yang ada di depannya.


"Leon kamu dengar aku tidak,,?"tanya Kalis dengan sedikit meninggikan suaranya.


seketika mata tajam Leon menatanya.


"kalau memang ia kenapa,,?"tanya balik Leon.


"kalau kamu datang hanya untuk mengatakan hal yang tidak penting, lebih baik kamu keluar sekarang juga"usir Leon.


"sittt,,,"Kalis keluar dengan menghentakkan kakinya karena tak suka dengan sikap Leon.


malam harinya, Kalis menyelinap masuk ke perusahaan,ia menggunakan pakaian yang setiap orang tak akan mampu mengenalnya.


ia pergi ke ruangan Leon, mencari sesuatu yang ia butuhkan,


beberapa saat ia menyeringai melihat data penting perusahaan nomor satu itu,


"dengan ini,aku bisa menjadikan mu milik ku Leon,aku sudah tak sabar menantikan malam panas kita berdua,"celoteh Kalis.


setelah mengambil beberapa data perusahaan,Kalis langsung meninggalkan gedung pencakar langit itu.


ia mendatangi beberapa orang ahli IT untuk membobol tuntas data perusahaan dan keuangan yang dimilikinya.


sedangkan di sisi lain Arya mendapatkan notifikasi peringatan keras di ponselnya.


kalau sudah beberapa orang yang mencoba masuk ke data penting perusahaan,dan itu hampir saja berhasil.


ia langsung mencoba menghalanginya,namun melihat situasi ia sedikit kualahan,Arya langsung menghubungi Leon.


di seberang sana Leon yang sudah memasuki alam mimpi, sedikit mendengus kesal karena sudah ada yang berani lancang menganggu peristirahatannya.

__ADS_1


📱,ada apa,,?"


📱,ada yang ingin menerobos masuk ke data penting perusahaan, sepertinya itu dari orang yang sedikit ahli sehingga aku sedikit kerepotan menghadapinya,"


jelas Arya.


mendengar itu,Leon langsung melihat istrinya yang sudah tertidur pulas,ia langsung beranjak ke ruang kerjanya,


setelah membuka mesin pintarnya Leon melotot geram melihatnya,


"ada yang ingin mengambil jalan pintas rupanya.."geram Leon.


dengan lincah jari jemari itu menari di atas keyboard laptop miliknya,


sudah sejauh ini, mereka hampir saja membobol data dan keuangan perusahaan, untung ada Arya yang berupaya menghalangi mereka,benak Leon.


membutuhkan waktu yang cukup lama untuk Leon, bisa membuat mereka melangkah mundur.


Leon mengirimkan beberapa virus sebagai ancaman karena mereka sudah berani mengambil langkah bermain-main dengannya.


di sisi lain, orang suruhan itu terbatuk, dengan asap yang mengepul keluar dari komputer kesayangannya,


"maaf nona, sepertinya kita sudah di ketahui,dan lihatlah komputer ku mengalami kerusakan, disebabkan orang itu mengirimkan begitu banyak virus yang berbahaya"ucap orang bayaran Kalis.


"sayang sekali padahal tinggal selangkah lagi,,"timpal Kalis mendengus kesal.


"tapi tak apa,aku masih memiliki ini sebagai pedoman untuk membobol kembali perusahaan itu,"ucap Kalis,


"Oya,ini uang untuk upah dan perbaikan komputer Anda,tapi ingat,jangan sedikit pun berani membuka mulut untuk semua ini,"ucap Kalis sebelum melangkah keluar meninggalkan orang tersebut.


Leon mengangkat sedikit sudut bibirnya, membentuk sebuah senyuman mengejek,


setelah memastikan bahwa orang-orang itu sudah benar-benar mundur Leon mengabari Arya dan segera kembali ke kamarnya.


"Dy,kamu dari mana,,"tanya Dewi,yang beberapa saat yang lalu terbangun, mendapati suaminya tidak ada di sampingnya.


Leon sedikit terperanjat mendengar suara dewi,


padahal ia sudah sedikit pelan agar tidak menggangu tidur sang istri.


"bukan apa-apa sayang,tadi ada sedikit masalah perusahaan, itupun sudah terselesaikan,ayo kembali tidur,,!"seru Leon.


Dewi kembali berbaring ke dekapan hangat sang suami, kembali ke tempat peraduan ternyaman bagi seorang istri, hingga mereka terlelap mencapai dunia mimpi bersama.

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2