Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
perasaan gelisah.


__ADS_3

Dewi bersiap untuk pergi ke kampus,ia sudah bisa melanjutkan kuliahnya karena fasilitas yang diberikan Leon padanya,


bukan Leon si,tapi sekretarisnya yang mengurus semua yang menyangkut tentang dewi,


"Dewi,,,,,,"panggil Rizka dan geby barengan,


"Rizka,geby"Dewi sumringah melihat mereka berdua,


"kita kangen tau wik, beberapa hari kamu gak masuk,"geby memeluk sahabatnya itu dengan erat,


"iya wik,kamu kemana aja,kita datang ke tempat kamu tapi penghuninya bilang kamu sudah pindah"tutur Rizka,


"sudahlah, sebenarnya banyak yang terjadi,aku ceritakan sampai besok pun tidak akan keluar,lebih baik kita ke kantin aku lapar"Dewi merasa tidak perlu memberi tahu keadaannya sekarang.


"yuk"mereka pergi menuju kantin, bercanda ria bersama seperti anak ABG pada umumnya,


"wik,aku lihat kamu tambah cantik loh"celetuk geby.


"cantik pala luh,gue mah gini-gini aja"Dewi menjetak kepala geby yang mulai ngawur,


"sakit tauk wik,"geby mengelus kepalanya,


"makanya otak luh jangan di pakai buat berpikir ngawur"balas Dewi,


"setelah pulang kita kemall ya,,,"tawar Rizka


"boleh juga tuh,kamu gimana wik"tanya geby,


"ok,tidak masalah aku ikut saja keinginan para princess di negeri dongeng ini"ucap Dewi pasrah,


"gitu dong,kita kan sudah lama gak happy happy bareng wik,siap tau ketemu sama jodoh"geby mulai berandai-andai,


"boro-boro kalau tuh jodoh loh kalau udah lahir"Dewi mulai mengerjai temannya itu,


"iss amit-amit dong wik,gak sudih gue jadi perawan tua,gue sumpain luh menikah muda biar gak jadi saingan gue ke masa yang akan datang"kutuk geby


Dewi terdiam mendengar ucapan geby,ia malah memikirkan tentang suaminya sekarang,


tiba-tiba Dewi menggeleng, mengeluarkan paksa Leon yang ada di pikirannya,


"Luh kenapa wik"celetuk Rizka yang melihat Dewi mengeleg-geleng tak karuan,

__ADS_1


"hah,tidak apa-apa, kita ke kelas yuk"Dewi beranjak langsung menuju ruangannya,


di sebuah pusat perbelanjaan yaitu di mall,


Dewi dan teman-temannya belanja sesuka hati dengan senang,


namun ekor mata Dewi menangkap sesuatu yang ia kenal,


Leon dan defy berjalan tepat menuju ke arah mereka, terlihat defy bergelayut manja di lengan kokoh suaminya,akan tetapi Dewi mengingat semua ucapan Dewi sebelum mereka menikah untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing,


"wik kamu cobain yang ini deh, pasti cocok"ujar Rizka,


Rizka menghampiri Dewi yang terpaku tanpa merespon ucapan Rizka Barusa,


"kamu kenapa"sontak Dewi kaget tidak apa-apa Riz, Oya aku toilet benar ya,kebelet banget"Dewi berlari kecil,


"aisss, dasar lelaki tidak tau perasaan,awas Luh gue balas"celotehnya


Dewi melihat wajahnya di cermin, memperbaiki makeup-nya kembali,


saat keluar toilet ia melihat seorang laki-laki yang tampan, otaknya berputar memikirkan sesuatu,


"hem, setidaknya sedikit tampan walau lebih tampan tuh suami gadungan gue hehe"Dewi berjalan dengan anggun, pura-pura menabrak lelaki tersebut,


siapa yang tidak terpesona melihat kecantikan miliki Dewi, wanita mungil itu sengaja menebar senyuman pada lelaki yang akan menjadi targetnya,


"kamu tidak apa-apa,,,?"tanya pria itu,


Dewi menggeleng,


"aku,mekiy"lelaki itu mengulurkan tangannya ingin berkenalan dengan Dewi,


"Dewi"Dewi menyambutnya,


"kamu sendiri,,?"tanya mekiy yang melihat sekitar Dewi,


"seperti yang anda lihat"balas Dewi


"boleh aku temani,,!"tawar mekiy,


Dewi membalasnya dengan senyuman,

__ADS_1


seolah memberi secercah harapan untuk mekiy,


mereka berdua berjalan berdua dengan obrolan yang ringan, saat hendak melewati Leon,Dewi pura-pura meringis kesakitan di bagian kaki, sehingga ia meminta izin untuk mengandeng tangan mekiy seolah mereka pasangan yang mesra,


saat itu juga Leon melihat pemandangan itu,mimik wajahnya berubah seketika, hawa sekitarnya berubah menjadi tak sedap, emosinya sudah berada di puncak kepala,


"beb,aku beli yang ini boleh"tanya defy,


"kita pulang,,"ucap Leon tak ingin di bantah,


"tapi beb"Leon pergi begitu saja tanpa memperdulikan defy yang kesal,


saat sudah di kantor,leon terlihat tak tenang, perasaan gelisah terus menggerayangi pikirannya,


darahnya seperti mendidih, jantung bergetar hebat ia sendiripun tak tau perasaan apa itu, yang membuat pria ini tak fokus bekerja,


sorenya saat Dewi baru pulang,ia melihat sebuah mobil mewah terparkir manis di depan rumahnya,


tapi ia melihat mobil itu bukanlah milik Leon,


Dewi nyelonong masuk ke dalam rumahnya, tiba-tiba ayahnya memanggil,


"wik,buruan kamu berkemas gih,ini sekertaris suamimu disuruh jemput kamu"tutur ayahnya,


Dewi menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,


"aiss,masih ingat rupanya dia sudah punya istri,aku kira Uda amnesia tuh laki"celoteh Dewi,


"iss,kamu tak boleh gitu,kan suamimu baru pulang dari luar negeri"Desi memperingatkan putrinya,


"ya,okey,okey,,bilang aja ayah sama bunda ngusir Dewi,,!"serunya


"bukan gitu sayang,memang sudah kuadratnya,suami istri harus tinggal bersama, dalam susah maupun senang"tutur Desi memberi nasehat,


Dewi melangkah ke dalam kamarnya mengemasi barang-barangnya yang ada,


setelah selesai Dewi keluar dengan membawa koper yang berisi keperluannya,


"ayo,pak kita jalan"ucap Dewi


Arya melotot tak percaya, bisa-bisanya Dewi memangilnya dengan sebutan Pak,

__ADS_1


bersambung,,,,


__ADS_2