Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
seseorang yang mencurigakan.


__ADS_3

semenjak dari rumah sakit, Leon selalu menegur istrinya yang bersikeras ingin kembali bekerja di perusahaannya,


"Dy please,,Dewi gak ingin kembali tertinggal,Dewi janji akan menjaga calon anak kita,,"bujuk Dewi.


"tidak sayang,,kamu tahu bagaimana kelakuan Kalis di kantor,aku takut kamu dan bayi kita terancam,,"tolak Leon.


"tapi Dy,"keluh Dewi.


"please,, dengarkan Deddy kali ini,,"ucap Leon serius.


Dewi hanya membuang nafas kasar, karena tidak mendapat izin dari suaminya.


tiba-tiba ponsel Leon berdering.


📱"iya hallo.."


📱"bos satu jam lagi kita ada meeting,,"ucap Arya di seberang telepon.


📱"okeh,gue berangkat sekarang,"balas Leon.


ia memasukan ponselnya ke saku celananya, lalu beralih menatap istrinya yang melamun.


"sayang, please,, Deddy melakukan ini semua karena Deddy takut kalian kenapa-napa,,!"


"tapi Deddy janji jangan deket-deket sama Kalis selama di kantor,,"rengekannya.


Leon tersenyum, ternyata istrinya sedang mode posesifnya,


"iya Deddy janji, Deddy berangkat kekantor dulu,satu jam lagi ada meeting,kamu baik-baik di rumah,!"pamit Leon dengan menggenggam tangan mungil istrinya.


"iya Dy,"Leon beranjak,tak lupa ia mengecup hangat kening istrinya.


sesaat setelah kepergian suaminya, Dewi kembali lesu dengan keadaannya,ia harus mengalami kegagalannya yang kesekian kalinya untuk menggapai mimpinya yang sejak lama ia impikan,


namun ia teringat akan si mungil yang sudah bertumbuh di rahimnya.


"ya Tuhan,,apa yang aku pikirkan,,"Dewi mengelus perutnya yang masih rata,


"maafin mommy ya sayang,mommy akan tinggalkan cita-cita mommy jika memang mommy tidak ditakdirkan untuk menggapainya,,"ucap Dewi dengan membuang nafas kasar.


dia merasa terlalu egois jika hanya menuruti kehendaknya sendiri,


tidak memikirkan bagaimana perasaan suaminya yang selalu kahwatir dengannya yang selalu berada di dalam bahaya setiap saat.


Dewi melakukan berbagai aktivitas ringan di rumahnya untuk mengusir kejenuhannya.


sedangkan Leon yang baru saja tiba di perusahaanya langsung bergegas melangkah dengan gagah sembari melihat jam di pergelangan tangannya,

__ADS_1


masih ada waktu,, batinnya.


ia buru-buru melangkah, karena sebagian pemimpin perusahaan,ia mengajarkan agar menghargai waktu walau sedetikpun, tidak ada kata terlambat dalam peraturan perusahaannya.


"pagi bos,,"sapa karyawan yang berpapasan dengannya.


meskipun tidak mendapatkan jawaban,tapi sebagi karyawan yang memiliki etika yang profesional, sudah kewajiban mereka menyapa satu sama lain apalagi terhadap atasannya.


Leon terus menyusuri koridor perusahaan namun ia tidak sengaja bertemu dengan Kalis yang entah dari ruangan mana.


"Leon,,aku ingin bicara,,"cegat nya,


Leon hanya menatap Kalis dengan dingin, hatinya berperan dengan berbagai pertanyaan.


dia merasa siapa..benak Leon.


"aku ada meeting,,, kemungkinan sedang di tunggu,"jawabnya datar.


"bagaimana setelah makan siang,,"tawaran Kalis.


Leon hanya berlalu,sampai menghilang dibalik sebuah pintu lift.


"Leon,,, Leon,,,kamu hanya milik ku,, apapun itu kamu harus menjadi milikku,,"gumam Kalis dengan sebuah senyuman yang menyaringai.


setibanya di makan siang Leon belum mempunyai waktu luang untuk mengisi perutnya,


"bos,, sewaktu kalian di rumah sakit, mata-mata ku melihat gelagat seseorang yang sangat mencurigakan,


saat aku mencari informasi tentang orang tersebut, pihak rumah sakit tidak mengetahui identitas orang itu,,"jelas Arya menyampaikan semua informasi yang ia ketahui.


dari menatap dokumen,Leon beralih menatap Arya.


"siapa dia,,,? mengapa ia bisa ada di rumah sakit tanpa ada yang mengetahui identitas dirinya,,?"tanya Leon.


"orang ku akan mencarinya, jangan sampai lengah, kemungkinan targetnya adalah nyonya Dewi,,"tegur Arya.


"baiklah,, kirim beberapa orang ahli untuk mengawasi dan menjaga Dewi tanpa sepengetahuannya,aku tak ingin istriku tidak nyaman jika harus mengawasinya secara terang-terangan,,"timpal Leon.


Arya hanya mengangguk,dan langsung pergi begitu saja.


sedangkan Leon menebak-nebak siapa sebenarnya orang tersebut.


"apa dia sudah mulai menampakkan batang hidungnya,,aku tak akan lepaskan,,"gumamnya dengan tatapan tajamnya.


jika ada orang yang menyaksikan, sudah dipastikan orang tersebut sudah menggigil ketakutan dengan aura dingin yang tengah berperan di diri Leon.


tiba-tiba suara manja Kalis memenuhi ruangan,

__ADS_1


"Leon,,,aku bawakan makanan untuk mu,aku tahu kamu tidak memiliki waktu untuk makan siang, jadi aku sengaja bawakan makanan untuk mu,,"ucap Kalis sembari meletakkan kantor keresek yang ia bawa.


mengapa perempuan ini begitu semena-mena di perusahaan ku, seolah ia adalah pimpinan yang banyak memiliki waktu luang untuk kesana-kemari,,benak Leon.


"apa kamu memiliki banyak waktu luang,,"tanya Leon.


Kalis mengangguk, pertanda iya,,


"sebentar aku ambilkan makannya,,"ucap Kalis dengan riang.


"sebentar aku lupa,,!"Kalis menuju tempat duduk Leon untuk membereskan beberapa dokumen di depan Leon,namun ia sengaja pura-pura terpeleset sehingga jatuh tepat di paha Leon yang tengah duduk dengan tenang,


"maafkan aku,,"ucapnya dengan suara yang dibuat-buat.


sedangkan Leon masih dengan tatapan datarnya,ia berpikir wanita di depannya ini memiliki banyak rencana untuk tetap bersamanya,


ponsel Leon berdering.


ia dengan cepat mengangkatnya karena orang yang ia tunggu-tunggu menghubunginya.


📱,"iya hallo,,"


📱,"Deddy Uda makan siang,,?"tanya Dewi di seberang telepon.


📱,"belum,, sebentar lagi,"


"sayang,,, sudah dulu telponnya,entar makanya keburu dingin,,"ucap Kalis dengan suara manja.


Dewi yang mendengar itu, langsung mengakhiri panggilannya.


melihat panggilannya telah di akhiri,Leon menatap tajam Kalis, emosi sudah memuncak di ubun-ubun,


"tinggalkan ruangan ku,,"ucap Leon dengan mata merah yang tajam,menahan amarahnya.


"ta,,tapi Leon,, makanannya,,"Kalis terbata.


"aku bilang tinggalkan,, tinggalkan,,"suara baritonnya menggema memenuhi ruangan,


"iya okeh,, okeh,,"Kalis langsung beranjak pergi melihat Leon yang seperti monster kesurupan.


Leon memijat keningnya,ia tahu kalau Dewi adalah perempuan yang cerdas,gak mungkin ia akan percaya begitu saja,tapi melihat keadaannya yang tengah berbadan dua Leon tak ingin wanitanya berpikir keras yang membuat ia stress yang berlebihan, sehingga kesehatan mereka terancam.


***bersambung....


maaf maaf maaf,,,, author baru bisa up sekarang,


author masih perlu berpikir keras untuk alur ceritanya,

__ADS_1


insyaallah author akan berusaha untuk up setiap harinya***.


__ADS_2