Dewi Kampus Vs CEO Muda

Dewi Kampus Vs CEO Muda
negara Es.


__ADS_3

setelah merasa baikan,Dewi mengajak suaminya berangkat,


"sayang,,kamu istirahat di rumah aja ya,,Deddy khawatir dengan kesehatan kamu,,,"ucap Leon.


"Dy,,Dewi bosan di rumah,, sepertinya anakmu ini ingin bermain-main di sana,,"bujuk Dewi.


"baru mengisi perut saja kamu sudah di bikin lemes kayak tadi, bagaimana ingin mengerjakan pekerjaan yang akan membebani kamu,"timpal Leon.


"sepertinya anak mommy gak suka makanan yang berjenis kerang deh..!, seperti lobster, kepiting dan yang lainnya,, padahal Dewi sangat menyukai semua itu,,kerang asam manis pedas,, ngembangin saja Dewi sudah ingin memakannya,"Dewi membayangkan semua hidangan yang ia inginkan, sungguh memanjakan lidah.


Leon mengerutkan keningnya bingung,


semua makanan yang Dewi ucapkan adalah makanan yang paling Leon hindari karena alerginya, tubuhnya akan merah-merah dan muntah-muntah sepanjang hari jika menyentuh makanan yang berbau kerang.


kemudian iapun tersenyum.


"Dy kok senyum-senyum sendiri kayak kesurupan,Dewi merinding nih,,"tanyanya heran melihat suaminya.


"kamu tahu sayang, semua makanan itu memang Deddy tidak menyukainya,,"timpal Leon.


"kok gitu,,ini gak adil dong,masa aku yang hamil tapi anak ku tidak menyukai kesukaan mommy-nya,kalau begitu Deddy aja ya hamil"celoteh Dewi.


"sitt, ngawur kamu,mana ada laki-laki mengandung,, sudahlah,aku yakin benih yang Deddy tanam akan memiliki otak jenius seperti Daddy-nya,,"ucap Leon sembari mengelus perut Dewi yang masih rata.


"hah,kamu mau bikin negara es memangnya,,"ejek Dewi.


Leon bingung dengan ucapan Dewi,


"emang dunia dongeng pakai negara es segala,,"


"ya,,ada dua orang yang seperti Leon,,satu saja mah sudah membuat semua orang membeku, bagaimana jika ada dua,,gue gak bisa bayangin,,"timpal Dewi,kembali mengejek suaminya.


"emang Deddy seperti itu,?"tanya Leon.


Dewi mengangguk,sembari tersenyum lebar menatap suaminya yang sudah memiliki ekspresi wajah berbeda.

__ADS_1


"makanya, punya muka harus ada manisnya sedikit biar lebih komplit gitu,,"saran Dewi.


"dengan muka kayak balok es begini sudah banyak anak pejabat yang meleleh, gimana lalu punya muka yang hangat bisa terbakar mereka dong."timpal Leon.


"hehe,iya juga ya,,"Dewi cengengesan dibuatnya.


"ya udah,mau ke kantor atau istirahat,,?"tanya Leon memastikan.


"kekantor ya Dy, boleh kan,


please,,"rengek Dewi dengan mengerucutkan bibirnya.


"jangan kayak gitu, bisa-bisa Deddy menunda keberangkatan Deddy beberapa jam nih,,"Leon gemes melihat tingkah istrinya.


"iyaa...tapi boleh kan Dy"


"no problem Beby...tapi ingat jaga bayi kita,jangan kecapekan, banyak pikiran,atau yang lainnya yang akan menggangu kesehatan kamu dan bayi kita,,kamu mengerti kan,,"jelas Leon panjang lebar.


"iya Dy, lagian untuk keluar Dewi juga merasa takut,serasa setiap saat ada yang mengikuti dewi,"keluhnya.


selama ini Leon berusaha untuk mencari tahu orang misterius yang selalu selalu mengikuti Dewi,namun hasilnya nihil, karena orang itu selalu bisa lolos dari jebakannya.


"Deddy mengerti,kamu harus cukup hati-hati kemanapun kamu pergi, karena mereka bukanlah orang sembarangan, bisa terlihat dari cara mereka menghindari orang-orang Deddy,,"jelas Leon.


Dewi tercengang mendengar penuturan Leon,


jadi selama ini suaminya selalu memantau setiap gerak-gerik dirinya.


"jadi Deddy menyuruh orang untuk mengikuti Dewi,,?"tanyanya.


"Deddy hanya khawatir, tidak mungkin Deddy membiarkan kamu pergi kemanapun tanpa pengawasan Deddy"ujarnya.


lalu Leon melirik arloji yang melingkar manis di pergelangan tangan kokohnya.


"Deddy berangkat duluan,kamu hati-hatilah okey,,"

__ADS_1


Dewi hanya mengangguk patuh,


setelah keberangkatan Leon, ia terdiam sejenak,


"begitu banyak kah musuh kamu Leon,,"gumam dewi


sesaat kepergian Leon Dewi juga berangkat menyusul Leon diantar dengan sopir pribadinya.


setibanya di kantor,ia merasa risi dengan setiap tatapan anak mata yang tertuju padanya,


namun Dewi mengabaikan perasaan tak nyamannya,bola matanya terus bergulir mencari sahabatnya yang beberapa hari ini tidak ada kabar sama sekali.


saat pandangannya menemukan sosok yang ia cari,ia tersenyum dan terus melangkah menghampiri Rizka dan geby yang tengah asyik mengobrol.


"Riz,gib,,,"panggil dewi setelah berada di dekat mereka.


sontak geby dan Rizka kaget,


namun ada perasaan bahagia melihat sahabatnya baik-baik saja, setelah kejadian kemaren,


tiba-tiba Rizka kembali mengingat dengan sikap murahan Dewi, membuat ia kecewa terhadap sahabatnya itu.


Dewi duduk dimana tempatnya bekerja dengan senyuman yang selalu menghiasi wajah cantiknya,


namun tiba-tiba Kalis langsung memberinya tumpukan berkas yang sudah hampir mengunung.


"berapa hari kamu gak masuk,jadi hari ini kamu yang menggantikan semua pekerjaan kita,,,!"seru Kalis mencari masalah.


ada perasaan hibah ketika Rizka melihat kelakuan Kalis yang semena-mena,akan tetapi egoisnya masih bersikeras bertahan, hingga akhirnya Rizka dan geby pergi mengerjakan pekerjaan lainnya.


Dewi hanya bisa melihat dengan tatapan nanar, sebegitu kecewanya Rizka dengan semua kesalahpahaman yang belum mampu ia jelaskan.


"sebentar lagi Riz,aku menunggu waktu yang tepat untuk menjelaskan semuanya..."gumam Dewi sembari memulai pekerjaannya.


bersambung....

__ADS_1


"maksudnya apa..


__ADS_2