Diikuti Makhluk Ghaib

Diikuti Makhluk Ghaib
bab 104


__ADS_3

Lisa mengambil kotak peralatan jahitnya dan menyalakan lampu meja meja belajarnya. Dia meletakkan sebuah boneka kelinci yang rusak tepat di bawah lampu dan mulai memperbaikinya.


Seorang anak perempuan menemuinya tadi siang. Memintanya untuk memperbaiki bonekanya itu. Merasa kasihan Lisa membawa boneka itu untuk diperbaiki. Rencananya besok dia akan mengembalikan boneka tersebut kepada anak perempuan itu.


"Aw!" Karena tidak hati-hati jarinya tertusuk jarum. Darah segar menetes dari ujung jarinya jatuh tepat di mulut boneka itu.


Cepat-cepat Lisa membersihkannya. Namun noda darah itu terserap ke dalam busa dan menghilang tanpa bekas. Seolah boneka itu telah menelannya. Tapi Lisa tidak terlalu memperdulikannya.


"Akhirnya selesai juga!" Dia mengangkat boneka itu untuk memeriksa kalau-kalau ada yang terlewat.


Tiba-tiba boneka itu menggerakkan mulutnya dan berbicara.


"Terima kasih sudah memperbaikiku. Sebagai gantinya aku akan me-" belum tuntas boneka itu bicara, Lisa langsung melempar boneka itu ke lantai sementara dia bertengger di atas kursi sambil terus memperhatikan boneka itu.


"Uh, kasar sekali kau ini!" gerutunya sambil bangkit berdiri melihat ke Lisa.


"Hii!" Lisa semakin panik dan ketakutan melihat boneka itu bisa berdiri dan berbicara padanya. Dia lalu mengambil sapu dan memukul-mukulkannya ke arah boneka seperti sedang memukul kecoak.


"Aw! Aduh! Hentikan! Berhenti memukuliku!"


Lisa terus memukulinya tanpa memperdulikan. Setelah dia memastikan boneka itu tidak bergerak, dia langsung memasukkan ke kantong sampah. Lalu meninggalkannya di tempat pembuangan.


Saat kembali ke rumah dia menengok sesekali khawatir kalau boneka itu mengikutinya tapi ternyata tidak.


Setelah Lisa pergi, boneka itu merobek kantong plastik itu dan merangkak keluar dengan susah payah.

__ADS_1


"Anak sialan! Beraninya dia memperlakukanku seperti ini! Lihat saja! Saat kekuatanku pulih akan kubalas berkali-kali lipat!" umpatnya kesal.


"Aku hanya butuh satu korban lagi, agar kekuatanku bisa pulih," lanjutnya sambil terus merangkak hingga sepasang kaki menghalangi jalannya. Dia mendengak untuk melihat siapa yang berdiri di depannya.


Seorang remaja perempuan berumur sekitar 12 tahun. Dengan wajah yang cacat sebagian.


"Lama tidak bertemu, rabbit!" ucapnya menunjukkan senyum jahatnya.


Di sebuah rumah, seorang wanita tua yang tampak letih menunggu kepulangan putrinya dengan cemas. Saat pintu rumah terbuka dia tampak lega.


"Selena, kau sudah pulang nak! Ibu khawatir sekali." ujarnya sambil memeluk putrinya.


"Kenapa ibu belum tidur?"


"Ibu menunggumu pulang."


Dia lalu pergi ke kamar mandi dan mengeluarkan boneka yang tadi di pinggirnya dari dalam tas. Dia membenamkan kedalam bak mandi hingga ke dasar. Boneka itu berontak. Gadis itu melepaskan tangannya dan membiarkan boneka busa itu menggembung lebih besar karena menyerap air.


Dengan tangannya yang kecil itu dia berenang ke tepian bak mandi dan berpegangan pada sisinya.


"Senang bisa melihatmu lagi, majikan lamaku! Sejujurnya aku turut senang melihatmu masih hidup."


"Aku juga senang melihatmu lagi rabbit! Kau tahu aku sangat merindukanmu!" ucapnya menatap dingin pada rabbit, namun sorot matanya memancarkan kebencian dan kemarahan.


"Selama kau menghilang aku terus mencari segalanya tentangmu. Apapun orang menyebutmu, di mataku kau tak lebih dari boneka yang bisa bergerak dan berbicara."

__ADS_1


"Jangan lupa, aku masih bisa mengabulkan permohonanmu."


"Tentu saja, rabbit! Untuk itulah aku membawamu pulang."


"Jadi apa yang kau inginkan lagi?"


"Kau tahu pasti apa yang kuinginkan."


"Itu mustahil! Mintalah yang lain! Karena kakakmu tak mungkin kembali. Dia sudah ma-" belum sempat rabbit menyelesaikan kata-katanya gadis itu menenggelamkannya lagi dan menahannya di dasar dengan tangannya.


"Apa, rabbit? Aku tidak mendengar apa yang kau katakan. Bicaralah lebih jelas lagi. Karena di dalam air suaramu tidak terdengar."


Boneka itu mengambang kembali dengan beberapa busanya keluar dari kulitnya dan mengotori air di bak mandi.


"Keluarkan aku dari sini sebelum aku kehilangan semua busa-busa ku. Tanpa isi tubuhku hanya kain yang tidak bisa di gerakkan," rengek rabbit.


Gadis itu mengambilnya dari bak mandi dan memasukkannya ke mesin cuci pintu depan.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Rabbit panik.


"Tenang saja, aku yang baik hati ini ingin mencucimu hingga bersih. Setelah itu mungkin kau akan berubah pikiran," ucap gadis itu sambil tersenyum jahat.


"Aku mengerti keinginanmu. Tapi menghidupkan yang sudah mati adalah permintaan yang sulit. Aku tidak bisa melakukannya," ucap Rabbit memelas.


Gadis itu menutup mesin cuci dan memutarnya. Terlihat rabbit kesusahan menggedor pintu kaca. Sementara gadis itu asyik memasukkan deterjen ke mesin cuci. Setelah beberapa menit dia membuka mesin cuci. Rabbit bergelantung di pintu dengan tubuh penuh busa.

__ADS_1


"Bagaimana? Berubah pikiran?"


"Baiklah! Aku akan melakukannya! Tapi beri aku waktu sebentar untuk istirahat. Mataku berputar!" Rabbit lalu jatuh terlentang di lantai.


__ADS_2