Diikuti Makhluk Ghaib

Diikuti Makhluk Ghaib
Nyanyian Hujan Dan Rumah Sakit Hantu 9


__ADS_3

POV Angga


Hampir seminggu aku berusaha memecahkan kasus pembunuhan berantai ini. Sandy dan Laila juga sudah bekerja keras, tapi kamu belum menemukan bayangan tentang pelakunya.


Kamu menyebarkan beberapa anggota organisasi untuk berpatroli dan mengawasi titik yang rawan dijadikan lokasi target pelaku pembunuhan. Kami berhasil mencegah kasus baru muncul. Tapi kami tidak bisa terus seperti ini. Pelakunya harus segera ditangkap.


Penyelidikan polisi juga masih belum membuahkan hasil. Kami bertiga mengecek arsip yang ada di organisasi. Barangkali ada petunjuk lain yang terlewat.


Dari berkas yang tak sengaja kami temukan kami berhasil menemukan kasus serupa pernah terjadi sebelas tahun dan sembilan tahun yang lalu.


Sembilan tahun yang lalu pelakunya berhasil ditangkap. Namun kasus pertama ditutup terlalu cepat dan dianggap sebagai kasus bunuh diri biasa.


Dalam kasus yang terjadi sebelas tahun silam, korbannya adalah seorang vocalis yang sedang mendaki kepopuleran, dan siswi dari sekolah musik. Semua lagu yang dinyanyikannya hasil ciptaannya sendiri. Dia anak pertama dari dua bersaudara keluarga musisi dikota ini.


Jasad korban ditemukan mengambang di sungai dengan sebuah luka tusukan di ulu hati. Lukanya cukup fatal sehingga korban langsung meninggal tak lama setelah penusukan.


Kasus ini ditutup sebagai kasus bunuh diri setelah dua tahun dalam penyelidikan. Kasus itu ditutup secara aneh dan tidak diumumkan ke publik.


Berbeda dengan kasus sembilan tahun yang lalu. Meski korbannya sama-sama wanita luka yang ditemukan pada tubuh korban sangat berbeda. Kasus pertama luka tusukan hanya satu pada titik vital dan ditusuk dari depan. Sedangkan kasus ke dua yang terjadi sembilan tahun yang lalu sama persis dengan kasus sekarang.


Korban ditusuk dari belakang kemungkinan terjadi saat korban mencoba melarikan diri dari pelaku. Luka tusukan lebih dari satu dan itu dilakukan secara brutal. Meski tak langsung mengenai titik vital, tapi dengan banyaknya luka tusukan, korban akhirnya meninggal karena kehabisan darah.


Kasus pertama dilakukan oleh orang yang sadar dan tahu seluk-beluk tubuh manusia sedang kasus ke dua dan kasus sekarang, hanya orang yang sakit jiwa yang mampu melakukannya.


Aku dan Sandy memutuskan untuk berkunjung ke rumah kediaman korban kasus pertama. Kami bertemu dengan adik perempuannya yang kebetulan alumni sekolah kami juga, Arsa.

__ADS_1


Dia menyambut kedatangan kami. Yang mengejutkan dia tahu tentang organisasi kami, dan ini bukan pertama kali orang dari organisasi mengunjunginya.


"Aku tahu tentang organisasi kalian dari kakakku yang bekerja diorganisasi itu."


Mendengar pernyataan itu, kami berdua terkejut, jadi korban pertama adalah anggota organisasi kami?


"Kakak tidak banyak cerita tentang pekerjaannya ataupun mengenai organisasi kalian. Dia hanya bilang di kota ini ada organisasi yang menangani hal-hal ghaib. Dan dia adalah salah satu anggotanya. Aku tidak begitu paham karena aku tak punya mata seperti kakak yang bisa melihat hantu atau arwah."


"Beberapa hari sebelum kematiannya, kakak sering pulang malam, dan kadang sampai tidak pulang. Sepertinya dia menangani kasus yang cukup rumit. Kakak tidak bilang apa-apa, jadi aku tidak tahu harus bagaimana membantunya."


"Malam sebelum kematiannya dia juga tidak pulang. Aku merasa tidak aneh karena dia sering melakukan itu. Aku tidak menyangka.. aku akan menemukan kakakku dalam keadaan tidak bernyawa lagi," ujarnya bercerita pada kami. Dia sempat menangis nyaris tidak sanggup melanjutkan ceritanya.


"Sampai sekarang pun aku masih menjagaku dari jauh, meski aku tak bisa melihatnya."


"Maafkan kami, telah membuat kak arsa menceritakan kejadian yang membuat sedih."


"Pihak kepolisian menutup kasus ini sebagai kasus bunuh diri. Apa kak arsa percaya?"


"Sebenarnya kakak Evania memang benar dibunuh. Polisi berhasil menangkap pelakunya dua tahun kemudian bersamaan dengan pengungkapan kasus berantai yang terjadi di tahun itu. Pelakunya salah seorang stalker yang sudah mengawasi kakak. Dia semakin menggila setelah kematian kakak."


"Kalau begitu kenapa kasusnya ditutup sebagai kasus bunuh diri?" tanyaku tak mengerti.


"Pihak organisasi yang memintanya. Aku tak begitu paham alasannya, tapi karena pelakunya sudah tertangkap kupikir itu bukan masalah lagi."


Pihak organisasi yang memintanya? Apalagi yang mereka tutupi dari kami? Aku tak pernah percaya dengan orang dewasa!

__ADS_1


"Nanti ku cari tahu hal itu," bisik Sandy. Aku mengangguk.


"Apa kak Arsa tahu kasus yang baru-baru ini terjadi menimpa murid sekolah kita?" tanyaku.


"Ya, kasusnya sama seperti yang terjadi sembilan tahun yang lalu. Kemungkinan pelakunya juga sama. Aku dengar pelakunya berhasil kabur dari rumah sakit. Saat polisi dan pihak rumah sakit sedang memburunya. Tapi sampai saat ini mereka belum berhasil menemukan jejaknya."


Jadi bisa disimpulkan polisi sudah mengetahui identitas pelaku pembunuhan dan sedang memburunya. Kalau begitu dalam waktu dekat kasus bisa terselesaikan. Tapi kenapa perasaanku tetap tidak tenang? Kenapa organisasi menutupi kasusnya sebagai kasus bunuh diri?


Dalam perjalanan pulang ke rumah aku bertemu dengan dua rekan kami yang sedang patroli.


"Angga, kami melihat adikmu bersama dengan seorang laki-laki dan seorang anak perempuan. Dia keluar malam-malam. Dan berdiam di dekat lokasi bangunan tua. Apa kau tahu hal ini?"


"Tidak. Dia tidak mengatakannya padaku. Terimakasih sudah memberitahuku."


Melya, apalagi yang dilakukannya? Dia selalu saja terlibat masalah disaat aku tak mengawasinya. Belakangan aku memang disibukkan dengan kasus pembunuhan ini sehingga tidak sempat memperhatikannya. Aku harus menanyainya begitu pulang nanti.


"Sepertinya adikmu memiliki hobi terlibat dalam masalah. Jika terus seperti ini cepat atau lambat organisasi akan menemukannya dan merekrutnya," ujar Sandy yang turut mendengar laporan dua orang tadi padaku.


"Aku tahu kau cemas tapi kau tidak bisa pulang sekarang. Ada pertemuan dadakan yang harus kita hadiri," lanjutnya memberitahu.


Mendengar itu aku hanya bisa mengeluh kesal. Pertemuan berlangsung sampai malam. Aku mampir ke rumah Melya untuk bertemu dengannya, tapi ibunya bilang dia menginap di rumah Eli. Aku lalu pergi ke rumah Eli. Disitulah aku melihat mereka berdua menaiki sebuah mobil dan ikut dengan orang asing.


Aku lengah! Seharusnya aku curiga saat mendengar dari ibu dia datang ke kamarku dan membawa buku catatanku. Dia pasti sedang terlibat masalah lagi. Lalu siapa pria itu?


Tidak mungkin aku mengejar mobil itu. Aku menemui anggota yang tadi sore melapor padaku.

__ADS_1


"Apa kalian masih ingat tempat kalian melihat adikku kemarin? Tolong tunjukkan jalannya!"


Berkat bantuan mereka aku berhasil menemukan lokasi mereka bertiga. Entah kenapa aku jadi sangat marah. Aku memanggil Melya tanpa menahan emosiku sama sekali.


__ADS_2