
POV Arsa
Aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana, di sebuah rumah yang sangat kecil. Yang terdiri dari aku, ayah, dan ibu.
Meski kami hidup serba kekurangan, tapi aku bahagia karena punya ayah dan ibu. Jika aku bersabar dan jadi anak yang baik, ayah akan membelikanku mainan baru.
Di ulang tahun yang ke 4 ayah pergi untuk membelikanku hadiah. Aku menunggu dengan gembira. Tapi dia tak pernah kembali. Berapa lama pun aku dan ibu menunggu ayah tak pernah pulang.
Di ulang tahun yang ke 5 ibu membawaku ke rumah paman dan bibiku. Ibu bilang akan membelikanku pakaian baru. Karena itu dia memintaku menunggu di rumah paman dan bibi. Waktu berlalu dan ibu tidak pernah kembali.
Ulang tahunku yang ke 6, di saat hujan turun dengan lebatnya, paman meninggalkanku di dekat panti asuhan dan membiarkanku menunggu dalam kedinginan dan kelaparan, sampai kepala panti menemukanku dan membawaku pulang.
Sepasang suami istri yang tidak memiliki anak mengadopsiku. Mereka menyayangiku seperti anak mereka sendiri. Namun, itu hanya sesaat sampai anak kandung mereka lahir. Sikap mereka berubah. Dan akhirnya aku dipulangkan ke panti asuhan.
Berulangkali aku ditinggalkan oleh orang yang kukira menyayangiku. Semua orang dewasa berubah sikap dengan cepat. Dan semua janji mereka adalah kebohongan.
Suatu hari suami istri paruh baya mengadopsi ku untuk hadiah putri tunggal mereka, Evania. Mereka bilang Evania menginginkan seorang adik perempuan, yang tak bisa mereka berikan. Karena itu mereka berniat mengadopsiku untuk menjadi adiknya.
Hanya dengan melihatnya saja aku tahu, Evania sangat disayangi oleh semua orang. Dia terlihat sangat cantik seperti peri dalam dongeng. Terlihat begitu bahagia. Dia memiliki yang diinginkan semua gadis, kecantikan, kekayaan, bakat. Betapa beruntungnya.
Tak perlu waktu lama untuk menjadi dekat. Dia memperlakukan layaknya adik kandung. Memberikan apapun yang ku minta. Merayakan ulang tahun bersama. Tinggal dirumah yang besar, dan tidur di kasur yang hangat. Aku harus selalu menyenangkan hatinya agar aku tidak kehilangan semua ini.
__ADS_1
Namun, seiring berjalannya waktu hubungan kami merenggang. Kesibukan Evania membuat kami menjauh. Dia lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-temannya hingga larut malam. Bahkan sampai tidak pulang berhari-hari.
Dia juga lupa ulang tahunku. Aku tidak tahu apa yang dikerjakannya. Yang pasti dia mulai menjauh. Sama seperti ayah dan ibuku, paman dan bibiku, atau pun orangtua angkatku sebelumnya. Mereka mulai bosan dan akan meninggalkanku lagi.
Tidak lagi! Kali ini aku tidak ingin ditinggalkan lagi! Karena sekarang akulah yang akan membuangnya dan mendapatkan semua miliknya.
Sepeninggal Evania, aku memainkan peran sebagai adik yang kehilangan kakaknya. Setidaknya cukup untuk menipu orangtua kandung Evania. Cukup untuk membuat mereka menyayangiku seperti anak kandung mereka. Cukup untuk membuat mereka percaya dan mewariskan semua harta mereka padaku.
Dan setelah kedua orangtua itu meninggal, semua menjadi milikku. Aku kira aku akan bahagia setelah mendapatkan semuanya. Tapi semuanya terasa hampa. Aku tetap berakhir sendirian. Apa bedanya dengan dulu?
Semua yang mendekatiku hanya menginginkan hartaku. Sama seperti diriku yang menginginkan semua yang dimiliki Evania.
Tapi dia tidak melakukannya. Hanya datang sesekali untuk melihatku lalu pergi. Seperti dulu saat dia masih hidup. Ketika dia pulang larut malam, dia menengok ke dalam kamarku lalu pergi tanpa berkata apa-apa.
Malam ini aku menemuinya untuk bertanya padanya, namun hanya dengan melihat matanya aku menemukan jawabannya. Mata yang sama seperti yang dimiliki ayah dan ibuku. Mata yang menatapku dengan cinta dan keprihatinan.
Saat kecil aku mungkin tak mengerti, namun saat dewasa aku bisa memahami dengan sendirinya. Ayah mungkin malu untuk pulang tanpa membawa satu hadiah pun. Dia takut melihat wajah putrinya yang sedih dan kecewa karena tidak bisa menepati janjinya.
Ibuku yang malang dan putus asa hanya bisa menitipkanku pada saudaranya yang memiliki penghasilan lebih baik darinya. Berharap putri satu-satunya akan dirawat dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik bersama keluarga barunya.
Dan Evania, satu-satunya orang asing yang memberikanku kehangatan layaknya keluarga, tapi aku membuangnya.
__ADS_1
Aku bukannya tidak tahu alasan kenapa dia menjauhiku, tapi aku pura-pura tidak tahu. Aku tidak peduli saat dia pulang dengan pakaian kotor, atau saat ada noda darah di pakaian yang dia kenakan.
Aku tidak bertanya saat menemukannya tertidur di halaman rumah atau tubuhnya semakin kurus dari waktu ke waktu. Aku mengabaikan kenyataan bahwa dia mungkin sedang mendapat masalah, atau berada dalam bahaya. Aku tidak ingin peduli, bahkan saat dia berkata padaku jauh sebelum aku memikirkan rencana untuk menyingkirkannya,
"Pastikan kau mengurus dirimu dengan baik meski aku tidak ada. Berhentilah bergantung pada orang karena kau cukup kuat untuk hidup mandiri. Jika sesuatu yang buruk tiba-tiba terjadi padaku dimana aku harus meninggalkanmu sendirian, setidaknya aku percaya kau akan baik-baik saja tanpaku."
Itu bukanlah kata-kata seseorang yang akan membuangku. Itu adalah kata-kata perpisahan dari seseorang yang akan pergi jauh. Dia tahu, bahwa hidupnya tidak akan lama lagi.
Aliran sungai yang deras telah menghanyutkan tubuh dan pikiranku. Ingatan tentang ayah dan ibu kandungku tentang saat aku bersama Evania terus berputar seperti film.
Aneh! Air sungai ini begitu dingin seperti es, tapi suara Evania yang bernyanyi di iringi hujan malah membuat hatiku terasa hangat. Yah meski hidupku berakhir tragis setidaknya aku pernah merasa bahagia.
🌿 🌿 🌿
hai, yuppy kembali! apa ada yang kangen ?? enggak ada ya??? hik! sedih! tapi gak apa-apa! 😢🤧
maaf karena sebulan penuh vacum, akhirnya karya ini akan dilanjutkan kembali dengan kisah baru di awal bulan.
mengisahkan tentang Dina, teman melya yang harus tinggal untuk mengikuti kelas tambahan di sekolah di saat sebagian besar anak-anak pergi keluar kota untuk berlibur. Menghabiskan harimu di rumah dengan tetangga yang aneh, seorang wanita yang sakit jiwa, anak perempuan yang penyendiri, dan yang paling buruk, seseorang yang telah dikira mati ternyata hidup lagi, bagaimana Dina menghadapi semua ini disaat orang yang biasa membantunya berada jauh. darinya.
nantikan kisahnya ya 🤗
__ADS_1