Diikuti Makhluk Ghaib

Diikuti Makhluk Ghaib
Real Story : Darah yang meresahkan


__ADS_3

Senang rasanya aku bisa menyelesaikan cerita tentang arwah Maiya. Meski masih banyak kekurangan dan butuh banyak perbaikan disana sini aku senang kalian setia mengikuti cerita ini sampai akhir.


Sambil menunggu chapter selanjutnya dibuat, aku akan cerita sedikit mengenai pengalaman pribadiku.


Ini terjadi saat aku masih duduk di bangku SMP kelas 3. Lokasi tempat tinggal ku memang dipinggiran kota sedikit terpencil dari keramaian ibukota. Orang sering menyebut tempatku ini, tempat 'jin buang anak'. Hahaha horor ya?


Tapi itu hanya istilah saja. Saking sepinya tempat ini. Tidak ada jin yang buang anak di sini. Cuma, dulu katanya pada masa Batavia, banyak tuan-tuan tanah di sini yang memelihara makhluk ghaib sejenis jin untuk menjaga tanah dan rumah mereka dari pencurian dan perampokan karena dulu memang rawan.


Akses jalan dari rumahku ke sekolah juga lumayan sulit. Cuma ada satu jalan yang jarak tempuhnya lumayan jauh. Kurang lebih satu jam jika berjalan kaki, 30-40 menit jika naik sepeda, dan 20 menit jika berkendara motor. Kalian bisa bayangkan sendiri aku yang harus bolak-balik ke sekolah naik sepeda setiap harinya karena tidak ada angkutan umum. Kadang harus jalan kaki kalau sepedah rusak.


Suatu hari saat pulang sekolah aku melihat kecelakaan yang cukup parah. Darahnya mengenang cukup banyak karena korban meninggalnya dua orang. Aku tidak melihat wajahnya cuma dari seragam sekolahnya aku tahu itu siswa sekolahku. Aku tak lama memperhatikan. ku kayuh sepedaku cepat-cepat. Kupikir besok juga di sekolah pasti ramai.


Keesokan paginya saat berangkat genangan darahnya masih belum dibersihkan meski jasadnya sudah tidak ada, tetap saja ini membuatku merinding. Apalagi aku yang harus berangkat pagi-pagi buta agar sampai sekolah tepat waktu. Untungnya masih ada dua petugas polisi yang sedang memeriksa sekitar TKP. Jadi bisa mengurangi rasa takutku sedikit.


Seperti dugaanku, di sekolah ramai membicarakan peristiwa kecelakaan kemarin. Korbannya kakak beradik yang biasa pulang pergi naik motor sekolah. Banyak yang bilang katanya kalau jalan baru dibangun memang selalu minta tumbal apalagi pas kebetulan korbannya perawan dan perjaka. Yah boleh percaya boleh tidak. Aku juga tidak begitu menanggapinya.


Pulang sekolah sekitar sehabis ashar, (3.30 sore), aku berapa kali berhenti karena rantai sepedaku lepas dan harus diperbaiki. Aku gelisah karena jalan tak seperti biasa, sepi sekali. Tak ada satupun kendaraan yang lewat. Sambil mengayuh sepeda dalam hati aku terus berdoa, mulutku juga tak berhenti bershalawat.

__ADS_1


Tak selang lama akhirnya ada suara motor di belakangku. Aku lega dan bersyukur dalam hati. Akhirnya ada teman juga. Cukup lama aku dengar suara motor itu tapi tak jua lewat di depanku. Padahal suaranya terdengar cukup dekat.


Karena perasaan yang tak enak aku menghentikan sepedaku dan berbalik. Tak ada satupun kendaraan motor sepanjang mata memandang. Tapi suaranya makin dekat. Ini gema suara motor dari mana? Jalan ini jauh dari jalan raya. Tidak mungkin sampai terdengar ke sini.


Aku masih terdiam merenung. Berpikir sekeras apapun tak ketemu jawabannya. Sampai angin menerpa wajahku seolah ada kendaraan kencang melintas. Aku bergidik ketakutan. Buru-buru kukayuh lagi sepedaku. Saking cepatnya sampai rantainya putus dan oleng menabrak pohon di pinggir jalan. Aku jatuh tersungkur di sisi jalan.


Sepedaku rusak parah. Tapi untungnya aku masih selamat. Hanya lecet di lutut dan siku ku. Ternyata aku jatuh tak jauh dari lokasi kecelakaan kemarin. Bekas darah kecelakaan kemarin belum juga ada yang bersihkan.


Aku semakin merinding melihat itu. Kenapa belum ada yang bersihkan juga. Sambil menahan nyeri aku bergegas pergi dari tempat itu meninggalkan sepedaku yang rusak. Sambil berharap ada yang lewat.


Di persimpangan jalan aku bertemu dengan pengendara motor yang baik hati mengantarkanku sampai rumah, karena prihatin melihat keadaanku.


"Duh, kok bisa sih belum ada yang bersihkan? Nanti kalau ada yang jahat menabur itu di darahnya, bisa-bisa arwahnya gentayangan," ujar salah seorang ibu-ibu tetanggaku.


Aku baru dengar kalau darah ditabur 'itu' bisa bikin arwahnya bangkit lagi. Yah ini memang cuma mitos. Mungkin seperti mitos kalau orang mati dilompati kucing bisa hidup lagi. Mungkin maksudnya agar tidak menaruh jasad orang meninggal sembarangan. Begitu juga dengan darah, bagian dari tubuh manusia yang paling sensitif, dan dianggap paling dekat dengan ruh. Seharusnya tidak dibiarkan begitu saja, yang khawatirnya bisa mengundang niat jahat seseorang. Karena beberapa ilmu hitam menggunakan darah sebagai mediumnya.


Ibuku berinisiatif membicarakan hal ini ke pak RT, untuk mencari warga yang sukarela membersihkan bekas darahnya. Para orangtua juga resah karena banyak anak-anak mereka yang lewat jalan itu untuk bersekolah.

__ADS_1


Sementara sepedaku rusak aku berangkat diantar ayahku naik motor. Saat aku melewati jalan yang kemarin, dua orang pria dewasa sedang bertengkar.


Salah seorang kakek-kakek membawa ember dan gerobak. Melihat jalan yang basah, sepertinya kakek itu berniat membersihkan bekas darah itu. Tapi kenapa sampai ribut begitu aku tidak tahu.


Beberapa hari kemudian aku baru tahu, ternyata kakek itu, cucunya jatuh sakit setelah pulang sekolah lewat jalan itu juga. Ada yang bilang dia ditempeli makhluk halus. Jadi si kakek itu membersihkan jalan itu.


Yah benar atau tidaknya, percaya atau tidak aku serahkan pada kalian menyikapinya. Namun ambil hikmah dari ceritaku. Sebaiknya jika darah orang yang meninggal lebih baik cepat di bersihkan selain menghindari hal-hal negatif ini juga memberikan ketenangan untuk korban ataupun keluarga korban.


Semenjak kejadian ku alami aku selalu pulang menunggu teman bareng agar tidak sendiri di jalanan. Selain bisa mengurangi rasa takut, mengobrol dengan teman membuat perjalanan pulang ku lebih menyenangkan jadi terasa lelah.


Sekarang jalan itu sudah ramai tidak seperti dulu. Namun kecelakaan masih sering terjadi. Untuk berjaga-jaga aku selalu berdoa pada Tuhan. Terlepas dari benar atau tidaknya jalan itu mencari tumbal aku serahkan hidup dan mati ku pada Tuhan.


Next, chapter selanjutnya berkisah tentang rumah sakit hantu. Hemm, kalian pasti udah sering kali dengar. Sebuah rumah sakit yang tiba-tiba muncul di malam hari dan menghilang di siang hari.


Tapi bagaimana jika ada seorang pasien manusia terperangkap di dalamnya bersamaan menghilangnya rumah sakit itu. Melya dimintai tolong untuk menemukan rumah sakit itu yang tidak tahu kapan dan dimana munculnya. Sementara seseorang menunggu untuk diselamatkan.


Next, "Nyanyian hujan dan rumah sakit hantu"

__ADS_1


Apa hubungannya hujan dengan rumah sakit hantu?🤔


__ADS_2