Diikuti Makhluk Ghaib

Diikuti Makhluk Ghaib
bab 106


__ADS_3

"Ibu! Lihat apa yang Selena lakukan pada bonekaku. Dia memotong rambut bonekaku seperti ini Bu! Coba lihat!" keluhku sambil menunjukkan boneka anak perempuan yang kepalanya hampir botak.


Aku marah karena itu hadiah ulang tahun yang dikirimkan ayah kemarin dan Selena merusaknya padahal dia juga dapat hadiah yang lebih bagus. Kenapa dia selalu saja menggangguku?


"Itu tidak benar, Bu!" Sangkal Selena. "Aku hanya ingin menyisir rambutnya saat bermain kemarin. Tapi sisirnya malah tersangkut jadi terpaksa ku gunting. Aku sudah minta maaf tapi dia tidak mau memaafkanku dan terus marah-marah."


"Kau sama sekali tidak bilang itu. Kakak mengacuhkanku tadi!" ujarku dengan nada tinggi.


"Lihat, Bu! Dia masih marah 'kan?" ujarnya sambil menghampiri ibu kami.


"Celin kakakmu sudah minta maaf. Kenapa kamu masih memarahi kakakmu seperti itu? Lagian itu cuma boneka jangan berlebihan! Ibu akan membelikannya lagi nanti."


"Tapi, Bu-"

__ADS_1


"Celin! Kau juga sudah punya banyak boneka di kamarku. Tidak usah membesar-besarkan hal ini!"


"Iya, aku punya banyak di kamarku! Dan semua dirusak olehnya!" Saking kesalnya aku melempar bonekaku ke wajah Selena. Aku langsung berlari naik ke kamarku! Aku mendengar ibu mengomel di bawah.


"Apa-apaan sikapmu itu? Cepat minta maaf pada kakakmu!"


Padahal Selena yang salah kenapa jadi aku yang minta maaf?


Selalu seperti itu. Ibu akan selalu membelanya meski dia jelas-jelas salah. Hampir semua barangku dirusaknya setiap hari tapi ibu tak pernah peduli atau coba memarahi Selena.


Parahnya lagi ibu tak akan mengijinkanku pergi keluar tanpa Selena. Terpaksa aku harus menemaninya di rumah.


Di sekolah,

__ADS_1


"Gawat celin, Doni mencarimu!" seru Caca teman sekelasku.


"Kenapa dia mencariku?" tanyaku bingung. Seingatnya dia anak kelas 4 dan dia terkenal di takuti di sekolah.


"Ku dengar Selena ribut dengan adiknya kemarin. Aku tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya yang pasti adiknya sudah mengadukan kejadian kemarin kepada kakaknya. Selena tidak ada di manapun dan sekarang dia mencarimu."


Setiap kali Selena membuat masalah aku selalu terseret. Padahal kelas kami berbeda. Dan sekarang dia ribut dengan kakak kelas yang menakutkan.


Sekarang aku yang harus pusing memikirkan bagaimana caranya pulang sementara dia enak-enakan kabur, gerutuku kesal. Aku terpaksa berdiam di kelas kerajinan tangan. Doni yang terkenal sangat menakutkan tidak akan mau datang ke kelas ini. Apalagi ada guru yang terkenal galak kalau ada murid yang berbuat onar.


Sampai di rasa aman aku baru bisa pulang. Saat itu aku menemukan boneka yang jelek di pojok ruangan. meski berbetuk kelinci, tapi karena robek disana sini, jadi tidak bisa dikenali. Entah kenapa aku merasa kasihan pada boneka itu. aku memperbaikinya dengan menjahit bagian yang sobek lalu ku kembalikan ke tempatnya.


anehnya sesampainya di rumah, saat aku mengeluarkan buku pelajaranku dari tas, aku menemukan boneka itu dalam tasku. aku yakin sekali aku tidak memasukkannya tadi. jadi bagaimana boneka itu bisa ada di tasku?

__ADS_1


sebenarnya kalau kuperhatikan boneka ini tidak jelek, gumamku sambil mengusap bagian wajahnya dan sekitar mulutnya yang terbuka. lalu tiba-tiba,


"aww!" pekikku, jariku seperti di gigit. tapi tidak mungkin boneka ini yang menggigitku kan?


__ADS_2