Dua Hati Satu Cinta

Dua Hati Satu Cinta
Eps 104


__ADS_3

***


pier pun jalan menuju dapur, untuk melihat apa yang bisa di makan. ia melihat mbak yang lagi asik memasak,


" mbak, aku mau makan. ada yang bisa di makan gak? " tanya pier pada mbak


" eh den pier, mau makan apa den? biar mbak masak.." tanya mbak sambil asik memasak ayam rendang


" emangnya mbak lagi masak apa itu? wangi banget jadi makin lapar.. " ucap pier menghampiri mbak sambil menggosok perutnya


" ini lagi masak rendang den, tapi ayam den. den mau coba? " tanya mbak sambil mematikan kompor gasnya


" boleh tuh mbak, " jawab pier sambil memegang bahu mbak


" ya udah bentar ya, mbak siapin buat den.. " ucap mbak


pier pun mengangguk, ia kembali duduk di meja makan sambil menunggu mbak menyiapkan makanan. setelah di siapkan ia pun menikmati makanan yang di buat mbak..


" enak juga ya mbak, pengen coba masak. ahahaha " ucap pier sambil menikmati ayam rendangnya dengan lahap


" emangnya den udah tau masak? kalau mau belajar entar mbak bantuin biar den masak.. " ucap mbak yang kembali membuat sayur


" ya kan aku tinggal sekarang sendiri mbak jadi mau gak mau aku harus belajar masak, gimana sih mbak ini.. " ucap pier

__ADS_1


" iya ya, mbak lupa. maklum den udah umur jadi sedikit pelupa , hahaha " ucap mbak


" boleh gak di bungkusin " tanya pier pad mbak


" emangnya den mau bawain pulang ? " tanya mbak


" iya mbak, tapi gak jadi takut masyarakat di rumah ini gak kebagian.. " jawab pier sambil tertatawa sinis


mbak yang mendengarnya hanya tertawa, pier pun melanjutkan makannya.


" pier kalau sudah habis makan ke mari, papa mau tunjukin sesuatu buat kamu.. " ucap pak ali dari ruang keluarga


" iya pa, sedikit lagi.. " jawab pier sambil menghabiskan makanannya


"ada apa pa ? " tanya pier sambil berjalan menghampiri pak ali


" ini papa mau tunjukin kamu gambar ini, menurut kamu bagus gak? " ucap pak ali sambil menyedorkan ponsel pada pier


" papa mau beli sepatu ini? " tanya pier sambil ngelihat papanya dengan heran


" iya, kenapa? " tanya pak ali kebingungan


" papa gak nanya umur dulu apa? " jawab pier sambil melihat pak ali dari kepala sampai kaki

__ADS_1


" kamu ini, kalau jawab yang jelas. " ucap pak ali


" gak cocok buat papa, ini cocok buat aku pa. ada-ada aja papa ini, udah lewat umurnya untuk nikmati masa mudah pa.. " jawab pier sambil tertawain pak ali


" kamu ini, makanya kalau orang tua lagi ngomong di dengar dulu. jangan asal nyeplok, ini papa liatin buat keponakan mama dia mau kuliah tinggal di sini kemarin minta beliin sepatu. " ucap pak ali sambil melihat model sepatunya


pier yang mendengarnya merasa sakit hati, dengan kata-kata pak ali karena ia merasa selama ini pak ali perhatiannya cuman buat keluarga ibu soffie di banding dirinya.


" yaa bagus pa, cocok tuh buat dia.. enak ya jadi mereka pa, di perhatiin sama papa. " ucap pier dengan nada yang kesal


"jangan gitu, kan kamu sudah kerja.. " ucap pak ali


" iya aku udah kerja, tapi aku gak pernah di beliin apapun sama papa. di perhatiin sama papa pun gak pernah, enak jadi mereka datang semua tinggal di sini. dan aku yang di asingkan dari rumahku sendiri " ucap pier dengan nada suara yang membesar


" papa yang ngusir kamu? papa yang suruh kamu keluar dari rumah? papa atau kamu pier?! " tanya pak ali yang marah dengan perkataan pier


" aku keluar dari rumah ini, karena papa dan mama. mama dengan halus ngusir aku dengan cara seperti ini supaya seakan-akan itu kesalahan aku sendiri, padahal mama ingin membawa masuk keluarganya ke dalam rumah ini. kerja aja pa, kerja dan hidupin keluarga besar papa ini. mereka lebih penting dari pada aku, " ucap pier dengan nada marah


*plukk * bunyi tamparan yang kuat dari pak ali ,


" kamu kalau ngomong di jaga pier.. " ucap pak ali sambil menunjuk-nunjuk wajah pier dengan penuh amarah


pier pun langsung keluar rumah pak ali, menuju motornya. ia pun langsung menaikan gas dengan kuat dan langsung melaju pergi

__ADS_1


__ADS_2