Dua Hati Satu Cinta

Dua Hati Satu Cinta
Eps 16


__ADS_3

***


tibalah mereka disebuah rumah, rumah itu adalah milik pier yang dibelikannya tanpa sepengetahuan orang tuanya.


" kenapa kita kesini? ini rumah siapa? " ucap niska bertanya dengan panik


" aku ingin membunuhmu " ucap pier sambil tertawa melihat wajah niska yang panik


" gak lucu, sama sekali " ucap niska


" ini rumahku, ayo masuk " ucap pier sambil mengajak niska masuk


" kamu tinggal dirumah ini sendirian? kamu gak merasa kesepian begitu? " ucap niska sambil bertanya


" gak, saat ini aku masih bersama orang tuaku. jika nanti aku diusir baru aku kesini tinggal atau jika aku sudah menikah. " ucap pier


" ada - ada saja kamu " ucap niska


pier pun membuka pintu dan mereka berdua masuk dan mengunci pintunya kembali, pier meminta niska buatin coffe dan niska melakukannya.


" kenapa semua perlengkapan dapur lengkap? apa ada orang yang tinggal disini?" tanya niska


" gak ada, cuman aku beli saja. karena kalau aku capek dan gak mau diganggu aku selalu kesini " ucap pier


" ayo sekarang kita sendiri, apa yang kamu mau bicarakan. bicarakanlah karena disini cuman ada kamu dan aku, jika amarahmu dan kecewamu belum sepenuhnya keluar maka pisau disampingmu bisa kau gunakan" ucap pier sambil menunggu coffe yang dibuat niska

__ADS_1


" apa kamu benar-benar gila?! aku bukan seorang pembunuh " ucap niska


" bukankah tadi kau katakan kau sangat membenciku? maka lalukanlah jika kau ingin. hari ini dirumah ini, hanya ada kamu dan aku gunakanlah kesempatan ini untuk membalas dukamu yang telah ku lakukan padamu " ucap pier sambil mendekati niska dan memeluknya dari belakang


***


" lepaskan. aku lagi membuat coffe " ucap niska


" maka lakukanlah sekarang, jika kau ingin melakukan itu lalukanlah, jika kau ingin memukulku lakukanlah, jika kau ingin menamparku lakukanlah " ucap pier sambil melepaskan pelukannya dan membalikan badan niska ke arahnya dan memegang tangan niska dan memukul ke tubuh dan pipinya


" apa apaan ini pier. lepaskan kau menyakitiku, sakit tanganku pier " ucap niska merasa kesakitan


" maaf " ucap pier


" ini coffemu, minumlah selagi masih anggat" ucap niska


" kamu tau kenapa sampai saat ini aku memilih sendiri dan fokus pada karierku? karena aku belum bisa melupakanmu, aku belum mampu pier. tiap hari, tiap jam, tiap menit aku selalu merindukanmu. tak mudah melupakan 7tahun hubungan kita, meski aku tau dalam hubungan kita banyak perselingkuhan yang kau lakukan dibelakangku tapi kau tidak meninggalkanku bahkan akupun gak pernah ninggalkanmu aku tetap bertahan dalam perselingkuhanmu, tapi dengan sekejab kamu lupakan aku dan menjalin hubungan dengan azisa diam-diam dibelakangku tanpa memberitahukan aku. " ucap niska marah dengan nada menangis


" aku minta maaf soal itu" ucap pier


" aku kecewa ketika kamu baru kenal azisa 2bulan dan kau tinggalkan aku yang kamu kenalnya sudah 7tahun, betapa kagetnya aku saat itu 2 bulan bisa mengalahkan 7tahun yang begitu lama jalinnya suka duka semuanya sama-sama, tapi dalam 2bulan kamu melepaskanku dengan alasan yang gak jelas dengan cara yang gak wajar. kamu tau pier saat itu bagaimana perasaanku? apa yang aku rasakan? kurang cukupkah aku menerima segala kekuranganMu? " ucap niska dengan suara serak basah karena menangis


" tenanglah, jangan menangis lagi. aku juga menyayangimu. aku tau aku salah, aku mencampakanmu begitu saja demi dia dan aku dapat balasannya karena dia selingkuh. maafin aku" ucap pier sambil memeluk niska dan menghapus air matanya yang berjatuhan


***

__ADS_1


dibalik sikap pier yang cuek, emosional tapi ia gak pernah tega biarkan wanita yang ia cintai menangis.


pierpun ikut meneteskan air mata sambil memeluk niska, tangisan niska semakin pecah dan rangkulan pier semakin kuat sehingga membuat kemejanya basah dengan air mata niska.


" pier " panggil niska


" ya " jawab pier


" aku masih mencintaimu sangat mencintaimu " ucap niska


" iya, aku tau hal itu " ucap pier


coffe yang dibuatpun gak lagi diminum, mereka pun menuju kamar dan mematikan ponselnya biar gak ada yang ganggu waktu mereka berdua dan pier membaringkan kepalanya dipangkuan niska sambil niska membelai rambutnya.


" kamu tau, kamu masih seperti dulu gak berubah " ucap niska


" karena paha ini masih kuat dan masih empuk seperti dulu " ucap pier sambil terekin niska


" apa kamu capek?" tanya niska


" ya, aku sangat capek dengan kehidupan dan pekerjaan " ucap pier sambil menutup matanya


" jangan bersungut, itulah tugas dan kewajibanmu lakukanlah dengan sepenuh hati " ucap niska menyemangati pier


pier tertidur dengan pulasnya , sehingga membuat niska gak tega membangunkannya selama pier tidur dia hanya membelai rambutnya dan gak bergerak sedikit pun karena takut pier terkejut bangun.

__ADS_1


" kamu kalau tidur tetap terlihat tampan, wajahmu begitu letih " ucap niska sambil terus membelai rambut pier


__ADS_2