
***
menunjukan pukul 21.45 Wib tibalah pier dirumahnya tanpa sadar orang tuanya sedang menunggu diruang tamu. pier masuk tanpa mengetahui kalau orang tuanya sedang melihatnya , " dari mana kamu" tanya pa ali
" baru habis ketemu teman pa, sekalian ngasih sampel produk untuk dites, takutnya alergi" jawab pier
" ayo kesini, kita bicara sebentar " panggil pa ali
" pa aku capek, besok aja ya ngomongnya " jawab pier sambil berjalan meninggalkan
" anakmu itu pa, lihat dia semakin membengkang " ucap bu sofie
" biarkan aja ma, mungkin dia capek. kan ada besok nanti besok aja ngomong sama dia, ppa juga mau tidur besok juga kerja" ucap pa ali sambil meninggalkan ibu sofie
"bapak sama anak sama aja" gumam dalam hati bu sofie
***
dikamar pier sedang membaca email masuk sambil wa dengan bella..
" mas, tumben hari ini gak ada kabar. kamu sibuk ya? sampai gak ada kabar ke aku" chatnya bella
" iya bell, hari ini aku sibuk. banyak kerjaan yang harus ku selesaikan " balas pier
" oh iya mas, aku hanya mau bilang kalau esok aku uda balik " balas bella
" oke baiklah, jam berapa balik? " tanya pier
" jam 08.15 mas " balas bella
" oke, kalau take off bilang ya " balas pier
" baik mas " balas bella
" aku istirahat duluan ya bell, capek aku juga besok harus ke kantor" balas pier
***
esok paginya pier bangun lebih awal dan membersihkan tubuhnya setelah semua selesai ia langsung ke kantor tanpa sarapan, di tengah perjalanan dia menghubungi lia sekertarisnya untuk mempersiapkan dokumen dan membelikannya sarapan, karena dia tidak sarapan dirumah.
__ADS_1
setengah jam perjalanan tibalah pier dikantor, seperti biasa sapaan diwaktu pagi.
" selamat pagi pak " ucap dian dan rena
" iya selamat pagi " balas pier sambil senyum
" ren gue mimpi apa semalam hari ini bos cuek balas sapaan kita " ucap dian
" mulai lagi dia, kumat kambuh lagi " jawab rena untuk dian
" apaan si kamu, iihh sirik mulu de " ucap dian
sampainya pier diruangan coffe dan roti mocca telah menanti dimeja, seperti biasa makanan kesukaannya.
*002** lia masuk ruangan saya " ucap pier
" permisi pak, pak manggil saya? " ucap lia
" kan tadi saya telpon kamu, berarti kamu yang saya panggil. emangnya OB kita ada yang nama lia ya? " tanya pier
" gak ada pa " ucap lia
" sudah pak, salah satunya saya juga cobain pak " jawab lia
" oke, kamu boleh keluar " perintah pier
" kamu dimana? semalam nyampe rumah jam berapa?" tanya pier pada seseorang wanita ditelpon bukan lain ia adalah niska
" nyampe dengan aman kok, aku lagi dibawah. boleh aku naik ke ruanganmu? ataukah kamu belum ke kantor? " ucap niska sambil bertanya
" ngapain kamu kesini, aku uda di kantor kok . ayo masuk aja aku diruanganku, didepan ruanganku ada lia tanya aja dia " jawab pier
" oke " jawab niska sambil memutuskan telpon
niska pun jalan menuju ruangan pier, sampai didepan ketemu lia.
" mba lia permisi, aku mau ketemu pak pier. dimana ruangannya? " tanya niska
" mari mba saya antar" jawab lia
__ADS_1
* tok tok tok*
" permisi pak, ada mba niska yang ingin ketemu bapak. " ucap lia
"oh ya suda suruh dia masuk, jika ada yang datang mencari saya bilang saja gak ada " ucap pier pada lia
" baik pak " ucap lia
kamu kenapa si datang kemari, kan aku sudah bilang senin aku kabari."ucap pier sambil memarahi niska
" aku hanya bawain makanan ini, makanan kesukaan kamu " ucap niska
" apaan ni tanya pier sambil mengambil tempat makan dan membuka tempat makannya. kamu masak nasi goreng seafood? pas banget aku lapar tadi pagi gak sarapan langsung ke kantor, kamu tau kan aku gak bisa tahan lapar. tapi tunggu kenapa tiba-tiba kamu perhatian dan membawa bekal untukku? kamu gak ada guna-gunain aku kan?" tanya pier sambil menggoda
" gila aja lo, dasar *****. uda makan sana tadi aku masak pakai bumbu cinta dan kasih sayang" ujar niska
" uhuk uhuk uhuk " pier batuk
" kamu kenapa? ini air minum dulu " ucap niska
" kamu tadi bilang apa? kamu masak pakai apa? cinta dan sayang hahahaha sejak kapan seorang niska tau masak? " ucap pier sambil terekin niska
" eh gila kamu, 3 tahun aku belajar masak biar suatu saat aku bisa masak buat kamu sayang " ucap niska sambil merangkul leher pier
" hei ini dikantor bukan dirumah, pulang sana. kamu gak pergi kerja? " tanya pier sambil mendorong niska menjauh darinya
" pergi, makanya aku mampir bawain bekal terus aku pergi kerja. yauda aku balik ya, jangan lupa dihabisin makanannya jangan dibuang sayang tau cinta dan kasih sayang dibuang ke tempat sampah " ucap niska sambil mengambil tasnya untuk balik
" iya iya, nanti dimakan habis kok. aku gak antarin keluar lagi ya, banyak kerjaan ni. " ucap pier
" its oke baby " ucap niska sambil mendekat pier dan mencium pipinya
" dasar ***** " ucap pier sambil mendorong jidat niska
" dasar ***** , tapi gak nolak dicium kan? dasar bodoh" ucap niska sambil menjulur lidahnya
akhirnya niska keluar dari ruangan pier , sedangkan pier melanjutkan makan makanan buatan niska.
" gila aja buatan dia, ini pasti suruh mboknya yang buatin. mana ada dia tau masak, dulu aja masaknya keasinan mulu" ucap pier pada dirinya sendiri sambil menggelengkan kepala
__ADS_1