
***
Saat perjalanan pulang, pa ali pun mengajak pier beribicara..
" pier papa ingin bertanya ? ucap pak ali
" ya tanyakan aja pa, kenapa harus bilang ke pier lagi. kan jodohin pier pun tanpa persetujuan pier dan mendengar pendapat pier, jadi untuk apa papa harus meminta izin hanya untuk mau berbicara sama pier, jika mau berbicara aja papa minta izin, kenapa saat masalah sebesar ini mengenai kehidupan pier papa gak berpikir bertanya pendapat pier, jadi apa yang papa mau omongin ya omongin aja..." ucap pier
" kenapa kamu tadi tidak sopan seperti itu pier. apa papa ngajarin kamu untuk tidak sopan? tanya pa ali
" papa yang ajarin kan, semenjak papa ngomong soal perjodohan. disitu papa ajarin aku untuk tidak perlu menghargai atau sopan untuk siapapun.. " ucap pier
" tapi tidak boleh seperti itu untuk orang tua pier, pak bambang itu orang tua. dia lebih tua dari kamu. seharusnya kamu menghargai pak bambang, gak bisa seperti tadi pier. itu salah!..." ucap pak ali
" dan apakah menurut papa. menjodohkan anaknya tanpa persetujuan dari anak tersebut itu juga baik apakah itu contoh yang baik pa?!" ucap pier
__ADS_1
pertengkaran antara anak dan bapak pun terjadi di tengah-tengah perjalanan mereka pulang. tanpa disadari mereka sudah sampai rumah, pier pun langsung turun dari mobil dan bergegas masuk meninggalkan pak ali dan ibu soffie.
" pier !! berhenti dengarin papa!. jangan jadi anak yang kurang ajar ya kamu..." ucap pak ali sambil mengikuti pier yang sudah masuk duluan ke rumah
" pier " panggil pak ali lagi
pier pun berhenti dan berdiri menunggu pak ali masuk ke dalam rumah, pak ali pun langsung menarik pier dan menamparnya dengan keras sehingga pipinya memerah seperti merah jambu.
kamu itu anak yang tidak tau berterima kasih , anak durhaka. anak yang tidak tau membalas budi orang tua. kami sudah membesarkanmu sampai dengan dewasa seperti ini, berjanjilah pada papamu ini kamu akan melakukannya
" balas budi, bukankah aku anak kandungmu. bukankah kewajibanmu memberi ku makan dan tempat tinggal, kenapa aku harus membalas budi untuk kewajiban yang memang harus kau lakukan. aku membencimu dengan seluruh kehidupan ku." gumam pier dalam hati sambil mencengkram jemarinya yang terkepal, ia merasa marah, namun perasaan itu ia tahan.
pier pun jalan menuju jendela yang mengarah keluar, dan memandang bayangannya pada kaca jendela...
pa ali pun masuk menghampirinya,
__ADS_1
" pier, pier.. maafkan papa untuk kata-kata papa tadi, papa tidak bermaksud menyakiti perasaan kamu nak. maafkan papa," ucap pak ali
tanpa memalingkan wajah, masih manatap bayangan menyedihkan dikaca, inilah wajah manusia yang bahkan tidak punya kekuatan untuk hanya menggelengkan kepala penolakan.
" pier " panggil pak ali kembali
" apa kamu marah sama papa? " tanya pak ali
tak satu kata ataupun kalimat keluar dari mulut pier ia hanya terpaku diam dan membisu, tanpa sadar air mata itu jatuh.
karena baginya menikah memang impiannya bahkan impian setiap orang tapi bukan dengan cara menjodohkan, tapi ia hanya ingin menikah dengan gadis pilihannya karena cinta..
tapi apa daya ia hanya bisa mengikuti keinginan orang tuanya, dan sekalipun dia menentang tidak akan merubah apapun. akhirnya ia bertekat dalam diri untuk membalaskan sakit hati, dan duka yang ia rasakan untuk azisa.
" pier " panggil pa ali
__ADS_1
" pa aku capek, aku ingin istirahat " ucap pier
" baiklah nak " jawab pa ali seraya berjalan keluar meninggalkan pier