
***
keesokan paginya pier pun bangun lebih awal, ia langsung membuatkannya bubur.. sambil memasak ia pun sambil menaruh kepalanya di meja, dan ia pun ketiduran sampai-sampai air buburnya pun tumpah.. ia pun langsung bangun karena buburnya uda bau gosong, pritty yang menciumnya pun bangun dan bergegas ke dapur.. saat ia keluar, ia melihat pier yang lagi asik mengorek sesuatu di dalam panci..
" apa yang terjadi, bau gosong apa ini? " tanya pritty
" gak aku masak bubur cuman aku ketiduran jadi gosong, " ucap pier sambil menyajikan bubur ke dalam mangkuknya
" terus kenapa kamu taru ke mangkuk, kan iu gosong.." ucap pritty
" ya untuk di makan, masa di buang.. " ucap pier sambil berjalan duduk di meja makan untuk nikmati buburnya yang gosong
saat suapan pertama yang pier masukin, pritty pun bertanya " enak "
pier hanya menganggukan kepala meski emang rasanya beda, pier menelan buburnya dengan paksa. ia pun selesai sarapan dan membersihkan piring kotor bekas makannya.
setelah selesai membersihkan ia langsung menuju kamar, untuk bersiap-siap ke rumah pak ali untuk mengikuti pengajian..
setelah selesai mandi, dan berganti pritty pun mengambil dasi untuk mengikatnya. " gak apa-apa biar aku aja " ucap pier sambil mengambil dasi yang di pegang pritty dan berjalan meninggalkan pritty di kamar.
pritty pun membiarkannya ia langsung ke dapur membuatkannya susu ibu hamil,
pier pun melajukan mobilnya menuju rumah pak ali, setiba di sana ia pun masuk ke kamar dan mengambil pakaian kokohnya di lemari.
__ADS_1
setelah selesai menggantikan pakaian ia pun langsung ke luar dan duduk bersama pak ali di ruang keluarga yang telah di persiapkan untuk pengajian, sambil menunggu kedatangan pak bambang dan keluarga..
bunyi mobil pun berhenti di depan rumah pak ali, ternyata itu pak bambang dan keluarga. ibu soffie, pak ali, azisa pun keluar menyambut mereka begitu juga dengan pier yang ikut susul menyambut.
setelah beberapa menit pak bambang tiba, pengajian pun di mulai.. pier pun mengikuti pengajiannya bersama keluarga disamping pengajian ia juga membalas pesan masuk dari lia dan juga clara mengenai pekerjaan kantor karena kemarin ia lupa bilang ke mereka kalau hari ini ia tidak ke kantor.
selama sejam lebih pengajian berlangsung, ketika selesai mereka semua makan bersama..
pier pun ikut makan, pak bambang pun bertanya pada pier " kamu sudah siapin nama buat anak kamu? "
pier yang mendengarnya hanya tersenyum sepintas, ia tidak tau apa yang harus ia katakan. rasanya ia ingin berteriak " itu bukan anakku, jadi jangan bertanya hal itu padaku. " tapi bibirnya tertutup begitu rapat sehingga mau membukanya pun tak bisa..
" nanti saja om, masih 2 bulan lagi entar aku sama azisa memikirkan namanya.." ucap pier
" entar besok aku sama mama soffie yang pergi belanja paa. " ucap azisa
" mama juga mau ikut, biar mama juga bisa bantu memilih untuk cucu mama.." timpal ibu karin
" iya boleh tuh kita bertiga aja yang pergi, " ucap ibu soffie
" iya ma, lagian kan pier cowok mana bisa milih pa.. jadi harus cewek yang belanja,.." ucap azisa
" iya papa terserah kalian saja. yang penting untuk cucu papa harus yang terbaik, terus bersalinnya di mana?" ucap pak bambang
__ADS_1
" di rumah sakit papa.." ucap azisa
" hahaha papa pikir kalian mau di rumah, " ucap pak bambang
" gaklah paa, di rumah sakit kok.." ucap azisa
setelah selesai makan dan membahas soal perlengkapan bayi, dan juga soal persalinannya pak bambang dan ibu karin pun pamit untuk pulang. pier langsung ke kamar dan menggantikan pakaian kokohnya,5 menit berlalu setelah kepergian mereka pier pun ikut pamit pulang, karena ia merasa badannya mulai gak enak.
ia pun pulang, dalam perjalanan pier merasa angat dan mau demam. ia pun melajukan mobilnya agar segera tiba di rumah,
setiba ia di rumah ia langsung masuk ke kamar tanpa menyapa pritty yang lagi memasak di dapur untuk makan malam mereka, ia pun langsung tidur tanpa membuka sepatu dari kakinya, ia membungkus tubuhnya dengan bed cover sampai hanya tersisa kepala, pier merasa menggigil dan panas begitu tinggi..
pritty yang selesai memasak pun masuk untuk mandi ketika ia masuk untuk mandi ia melihat pier dalam keadaan membungkus, ia pun menghampirinya dan merabah pada jidat dan leher pier..
" astaga dia sakit, panasnya begitu tinggi dan ia juga demam.." batin pritty
pritty pun bergegas keluar mengambil air untuk mengkronpres pier.. setelah selesai ia pun membiarkan pier istirahat beberapa menit, pritty pun membersihkan tubuhnya selesai mandi ia pun menuju dapur untuk menimbah makanan buat pier.
setelah selesai menimbah ia pun masuk ke kamar dan membangunkan pier untuk makan, pritty pun meyuapi pier sampai selesai.
ia langsung memberikan obat untuk di minum pier, setelah selesai minum obat pier kembali beristirahat.
pritty pun menjaganya sepanjang malam, untuk menggantikan kain yang ia gunakan mengkrompres pier jika sudah kering.
__ADS_1