
***
Pier pun kembali ke rumahnya, di sana ia hanya fokus bekerja dan tidak ada yang mengganggu bahkan tidak ada keributan.
ia pun menelpon lia sekertarisnya untuk menyiapkan beberapa berkas yang harus ia presentasikan pada klien,
banyak perusahaan yang ingin kerja sama dengan pier, pier pun berencana membuka usaha yang lain dalam bidang kuliner..
pier pun bekerja tanpa hentinya, ia menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan diluar rumah.
bahkan ketika pulang kerja dengan keadaan lelah pun ia tetap nongkrong dengan teman-temannya sampai larut malam, tanpa mempedulikan omongan orang.
omongan orang tuanya saja ia tidak dengar dan mempedulikan apalagi omongan orang, ia melakukan apa yang ia anggap benar. selama ia merasa benar, ia akan tetap lakukan.
setiap acara di rumah pak ali, pier hanya datang bagaikan tamu. tidak tinggal ataupun makan, ia hanya datang mengikuti acara dan kembali pulang.
hari demi hari yang ia lakukan hanya seperti itu, cuek dengan keluarga bahkan azisa.
__ADS_1
keesokan harinya pier ke kantor dan melakukan meeting penting dengan klien, dan semua berjalan lancar pier mendapat berbagai proyek. pier pun membuka sayapnya terjun dalam dunia kuliner, banyak jenis usaha yang guluti, selain cosmetik , perhiasan, properti ia pun akan mencoba membuka usaha kuliner. saat mlam pak ali dan keluarga mengajak mereka makan malam diluar bersama pier pun mengikuti undangan mereka,
pak ali dan ibu soffie, azisa dan keluarga ibu soffie telah duluan ke restoran XXX pier yang baru pulang kantor, ia membersihkan tubuhnya dan mengikuti mereka ke restoran.
sesampai disana ia melihat azisa, dan itu mengubah moodnya. pak ali pun meminta pier duduk dekat dengan azisa, tapi pier tidak melakukannya. pier memilih duduk ditempat lain, azisa hanya bisa terpaku diam.
setelah dinner selesai mereka pulang, sesampai dirumah pier nginap dirumah pak ali.
ia pun masuk tidur di kamar tamu, sedangkan azisa dikamar pier.
ia pun bosan dikamar tanpa melakukan apapun pier pun menelpon galih...
" kamu kayak pacarku aja lalu pakai acara nanya lagi apa? "ucap galih sambil tertawa
" gak bersyukur gue nanya.." ucap pier
" gimana malam pertamanya? berapa adegan yang kamu lakukan sayang?" ucap galih sambil terekin pier
__ADS_1
" banyak gaya , sampai-sampai kita gak kuat tahan dan berpisah di tengah malam.." ucap pier
"hahaha , gimana ? kamu berapa kali malam pertamanya?" tanya galih
" gak ada, aku balik ke rumah. dia di hotel sendirian, paginya baru aku samperin dia untuk ajak pulang ke rumah.." ucap pier
" kenapa ? kamu kalau nasi udah di piring ya di makan. ini malah nolak, gimana si kamu sob.." ucap galih
" gak akan pernah.." ucap pier
" sebenci itukah kamu sama dia sob?! " tanya galih
" iya gal, aku sangat membencinya. jika dekat dengannya aku rasa ingin mencekik dan membunuhnya. tapi itu gak akan asik, aku ingin membunuhnya secara perlahan. dia harus membayar perbuatannya dengan lunas ditamba bunga" ucap pier
" terus kamu gak tidur sekamar sama dia?" tanya galih
" gak, aku gak tidur sekamar sama dia. ini aku di kamar tamu, kamu tau kal gal. aku gak main-main sama omonganku, apa yang aku bilang aku lakukan tanpa harus memikirkan siapapun. aku yang harus memikirkan perasaanku sendiri, jika gak mikirin diriku sendiri siapa lagi yang akan memikirkan diriku kalau bukan aku sendiri." ucap pier
__ADS_1
" ya udah, udah lat aku tidur duluan ya sob. besok ngantor ni " ucap galih
" oke " jawab pier langsung mematikan telponnya