
***
setiba pier di rumah, ia pun langsung masuk ke dalam rumah dengan dalam keadaan penuh amarah. ia langsung melempar setiap benda yang ada di hadapannya , sehingga membuat rumah berantakan dengan berbagai macam beling..
pier pun pergi ke bar, setelah selesai berantakin rumahnya. ia merasa suntuk dengan suasana hati
apalagi di rumah ia hanya sendirian, pritty juga tidak ada.
ia pun melajukan mobilnya ke bar, di tengah-tengah perjalanan ia pun berhenti di sebuah jembatan. ia memarkirkan mobilnya di pinggir jalan dan duduk di atas mobilnya, ia merenungkan nasib yang ia hadapi.
" gak ada bagus-bagusnya nasib aku. jelek semua, kapan si takdir berpihak. yaa allah aku juga pengen bahagia, aku juga pengen di anggap, pengen di perhatiin, pengen di sayang, pengen di cintai. tapi gak pernah dapat entah dari keluarga maupun istri, " ucap pier pada dirinya sambil tidur di depan mobil
" aaaaaaaaaahhhh (teriak pier ) andai aja, mama masih ada ya? pasti mama bakalan salurkan semuanya ke aku. kenapa ya bintang lebih terang dari nasib. " ucap pier sambil menatap bintang di langit
pier pun bangun dan masuk ke mobil, ia langsung menuju bar di mana ia biasa duduk nongkrong..
setiba di bar ia memesan beberapa gelas minuman, dan meminumnya.
pier pun merasa pusing, ia langsung keluar dari bar dan melajukan mobilnya. di dalam perjalanan ia tidak sadar arah rumahnya berlawanan, yang ia tuju bukan rumahnya tapi ke arah rumah pritty.
setiba di depan rumah pritty ia pun mengklakson pritty, pritty yang mendengarnya pun keluar membuka pintu. ia melihat pier yang berada di dalam mobil, pritty pun menghampiri pier..
__ADS_1
" kamu kenapa si datangnya malam terus " ucap pritty
pier yang keluar dari dalam mobil pun jalan sempoyongan, pritty yang melihatnya pun langsung memeluk pier karena hampir jatuh.
" kamu mabuk ya? kenapa mabuk lagi di kamu ini. gak sayang diri apa? " tanya pritty sambil memeluk pier masuk ke dalam rumah
" hmm, kan kamu gak ada di rumah jadi gak apa-apalah mabuk sedikit " ucap pier sambil berdiri memegang pipi pritty
pier pun jatuh ke tempat tidur tanpa sadar, pritty pun membantu membuka sepatu pier .
ia hanya bisa melihat suaminya itu tidur dengan pulas, " hufftt , kamu ini kalau gak sayang udah aku tabok " ucap pritty pada pier yang tertidur pulas
mulai merasa sesak jika tidurnya rata, ia menambah bantal biar ia bisa bernafas dengan nyaman. tiba-tiba tangan pier pun memeluk pritty, pritty langsung menurunkannya.
pritty pun mengelus-elus perutnya " sebentar lagi kamu udah bisa lihat dunia sayang, apapun jenis kelamin kamu yang pasti jadi anak yang membanggakan orang tua" ucap pritty
***
keesokan paginya pier pun bangun, kepalanya terasa berat akibat mabuk semalam ia jalan menuju dapur di sana ia melihat pritty sedang memasak ia pun duduk di meja makan. pritty pun membawakannya mie kuah panas
" ini makan, biar enakan.. " ucap pritty sambil melanjutkan memasak
__ADS_1
" makasih ya.. " ucap pier sambil menikmati mie buatan pritty
setelah selesai pier pun langsung menghampiri pritty dan berpamitan.
" aku pamit ya, makasih buat mie-nya.." ucap pier pada pritty yang sedang memasak
" kamu gak mandi dulu, baru balik." tanya pritty
" gak usah, entar di rumah aja. aku balik ya, " ucap pier sambil jalan meninggalkan pritty
" apa kamu gak ajakin aku pulang? " tanya pritty
mendengar kalimat itu seketika kaki pier terhenti, ia membalikan badannya dan menatap istri kecilnya itu.
" apa kamu yakin? " tanya pier sambil melangkah maju mendekat pritty sambil memegang ke dua pipinya
" iya yakin, " jawab pritty sambil menghapus air mata pier
" iya sudah, ayo siap-siap.. " ucap pier
pritty pun masuk membereskan pakaiannya, pritty kasihan dengan keadaan pier semenjak ia pergi dari rumah.
__ADS_1