
***
setelah mereka selesai beristirahat, pier dan pritty pun bangun..
ia pun memesan makanan yang untuk mereka semua, dan dibawakan ke kamar masing-masing..
begitu pula pier pesan untuk ia dan pritty
setelah pelayan mengantarkan makanan ke kamar pier dan pritty, pritty pun merasa mual-mual
ia pun berlari ke kamar mandi sambil menutup mulutnya dengan ke dua tangan.
pier pun langsung ikut pritty ke kamar mandi karena ia mendengar pritty " uwek uwek " di dalam kamar mandi berulang kali, " kamu kenapa sayang? " tanya pier sambil memijit belekang lehernya pritty
" gak apa-apa sayang, mungkin aku kecapean atau masuk angin kali ya. kita kan dari kantor terus ke bandara belum lagi menempuh perjalanan yang jauh, jadi mungkin membuat aku mual-mual.." ucap pritty
" ya udah kalau begitu, habis mandi terus makan dan istirahat ya sayang. soalnya aku juga mau ketemu bendahara dan sekertaris terus ke cabang dulu liat persiapannya.. " ucap pier
" iya sayang.." jawab pritty
pier pun menghubungi lia dan clara untuk bersiap-siap ke lokasi tempat di mana akan di buka cabang mereka besok..
" lia, tolong kalian berdua siap-siap ya kita ke toko kita.. " ucap pier
" siap pak.." jawab lia
" oh iya pelayannya udah bawah makanan ke kamar kalian?" tanya pier
__ADS_1
" iya sudah pak, ya udah kalau gitu makan dulu setelah itu baru kita pergi.. " ucap pier
" baik pak.." ucap lia
setelah selesai menelpon lia sekertarisnya, ia pun menelpon niska.. " nis, pelayan udah antarin makan malam buat kamu?" tanya pier
" udah mas, makasih ya.." jawab niska
" oke " ucap pier langsung mematikan telponnya
ia pun mengirim pesan wa kepada azisa " pelayan udah bawain makanan ke kamar belum? " tanya pier
" udah mas, dari tadi.. " balas azisa
" baguslah.." jawab pier
" terserah kamu aja, yang penting jalan sendiri gak minta aku antarin. karena aku ke sini kerja bukan main-main.." balas pier
" iya mas.." jawab azisa
pier dan pritty pun menikmati makan malam mereka, saat sementara makan pritty pun merasa mual, ia kembali ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya.. pier pun bingung harus gimana, untung ada fresh care yang ia bawakan. pier pun mengambilnya dan menggosokan pada pritty sambil memijit-mijit belakang lehernya.
"habis ini kamu istirahat aja ya sayang, besok aku pembukaan cabang pagi, kalau kamu masih kaya gini kita lansung pulang. aku gak mau kamu kenapa-kenapa, " ucap pier pada pritty
" iya sayang, aku hanya butuh istirahat aja.. " ucap pritty
" ya udah aku siap-siap dulu ya, takutnya clara sama lia udah nungguin.." ucap pier
__ADS_1
" iya sayang, biar aku siapin pakaian kamu.." jawab pritty
pritty pun melihat pakaian untuk pier, setelah pier selesai mandi ia pun menggantikan pakaiannya dan menuju lobby untuk menunggu lia dan clara turun, setelah berselang waktu 10 menit mereka berdua pun turun, " maaf pak udah buat lama menunggu.." ucap lia dan clara
" tidak apa-apa.. ayo kita cuman pergi sebentar aja kok, " ucap pier
" oh iya pak.." jawab lia
mereka pun naik mobil yang akan mengantar mereka ke lokasi. setelah tiba pier melihat-lihat lokasi cabangnya ternyata strategis, ia pun senang dengan pemilihan lokasi yang di lakukan pak dito..
setelah selesai dan hendak mau balik ke hotel ia pun mendapat telpon dari pritty, " sayang tolong belikan aku ice cream ya.." ucap pritty
" sayang ini kan udah jam 11 malam masa mau beli ice cream, lagian ini udah lat banget gak bisa besok apa.. ini juga kan cuman aku cepat liatnya.." ucap pier
" aku pengen malam ini sayang, pengen sekali.." ucap pritty
" iya sudah sayang.." ucap pier
" makasi ya sayang" ucap pritty
pier lia, dan clara pun kembali ke hotel mereka mampir sebentar untuk membelikan ice cream titipan pritty, clara dan lia yang melihatnya hanya diam.
setelah tiba di hotel pier pun menuju kamar pritty, ia pun memberikan ice cream itu buat pritty. pritty pun langsung melahapnya,
" awas aja kalau perut sakit entar malam.." ucap pier
pritty hanya senyum manis , pier pun langsung beristirahat duluan pritty. pritty terus sibuk menikmati ice creamnya, setelah selesai ia pun tidur memeluk pier yang telah tertidur pulas..
__ADS_1