
Olivia menuruni tangga dengan langkah pelan bersamaan dengan debaran jantung yang hebat. Meskipun tahu secara pasti apa alasan Lucy Lu memanggilnya, tapi dia sudah bisa menebak kalau itu pasti berhubungan dengan masuknya dia ke keluarga Wijaya. Lucy Lu pasti belum menerima dirinya sebagai istri dari anaknya.
Setibanya di tiga anak tangga terakhir, Olivia mengedarkan pandangan ke segala arah karena tidak tahu di mana Lucy Lu berada, dia lupa bertanya pada Lena tadi. Saat dia menapaki tangga terakhir, seorang pelayan wanita menghampiri Olivia dan bertanya padanya apakah ada yang bisa dia bantu. Tuan Wijaya memang sudah memperkenalkan Olivia kepada semua pelayan agar mereka bisa melayani Olivia dengan baik selama tinggal di kediamannya.
“Nyonya Lucy ada di ruangan kerja Tuan Wijaya, Nyonya Muda.” Pelayan tersebut lalu membimbing Olivia menuju ruangan kerja Juan Wijaya.
“Silahkan, Nyonya Muda,” ucap Pelayan Wanita itu setelah membuka pintu.
Olivia mengangguk dengan sopan lalu berkata, “Terima kasih.”
Olivia melangkah pelan dan melihat Lucy Lu sedang duduk di sofa dengan wajah datarnya. Saat melihat Olivia, masuk Lucy Lu meliriknya sebentar lalu memintanya untuk duduk berhadapannya dengannya.
“Aku akan langsung pada intinya.” Wajahnya tidak menampilkan ekspresi apapun, namun dagunya terangkat sedikit lebih tinggi hingga terlihat sedikit angkuh, “kau sudah menyalahi perjanjian kita. Kau bilang akan pergi menjauh dari anakku dan tidak akan pernah muncul lagi di hadapannya, tapi justru kini kau menikah dengan putraku.”
Olivia menarik napas dalam dan menghembuskannya secara pelahan sebelum berbicara Dia sudah menduga kalau Lucy Lu pasti akan mengungkit hal itu. Olivia memang sudah mempersiapkan mentalnya lebih dulu sebelum dia mendatangi ibu mertuanya.
“Maafkan aku. Itu diluar kendaliku. Aku sudah berusaha menjauhi anakmu, tapi dia sendiri yang mendatangiku dan memintaku untuk menikah dengannya. Aku memang pernah bilang kalau aku akan menjauhi Vincent dan tidak akan pernah menampakan diri di hadapannya lagi, tapi aku tidak pernah mengatakan kalau aku tidak akan kembali padanya lagi jika dia memintaku kembali. Aku juga tidak pernah berjanji kalau aku tidak akan pernah menikah dengan anakmu.”
Ucapan Olivia memberikan pukulan telak pada Lucy Lu. Dia bahkan tidak sanggup berkata-kata lagi setelah mendengar ucapan Olivia. Dia baru menyadari satu hal saat ini yaitu, dia sudah dibodohi oleh wanita yang ada di depannya. Bagaimana bisa saat itu dia tidak mencerna dengan baik ucapan Olivia hingga kini dia tidak bisa membalas ucapan menantunya itu.
“Karena aku sudah menikah dengan Vincent, aku harap kau bisa menerimaku sebagai menantumu,” ucap Olivia dengan sopan, “aku berjanji akan bersikap baik dan tidak akan membuatmu malu. Aku akan berusaha keras untuk menjadi menantu yang baik seperti yang kau inginkan. Akan kulakukan apapun yang kau minta, kecuali satu hal yaitu meninggalkan anakmu."
Lucy Lu memejamkan matanya sejenak untuk mengendalikan emosinya.
“Dulu aku sudah pernah meninggalkannya, itu adalah kebodohan terbesarku, aku tidak akan meninggalkannya lagi, meskipun kau menekanku dan membuat hidupku menderita.”
Setelah mengetahui bagaimana perjuangan Vincent agar bisa menikahinya, Olivia merasa sangat bersalah. Dia sudah meninggalkan Vincent dengan kejam, tapi pria itu sama sekali tidak membencinya dan justru menyusun rencana untuk menikahinya. Bagaimana bisa dia meninggalkan pria itu lagi setelah tahu pengorbanannya.
__ADS_1
“Aku tidak akan mengulagi kesalahanku lagi. Aku akan tetap bertahan dengan putramu apapun yang terjadi. Kau tidak akan bisa memisahkan kami lagi,” ucap Olivia dengan mantap, "jadi tolong berikan aku kesempatan untuk menjadi menantu yang baik untuk Mama.”
“Mamaa??” Lucy Lu memegang tengkuknya yang menegang sambil memejamkan matanya sebentar setelah mendengar panggilan baru Olivia padanya. “Oooh, astagaaa… Kau bahkan memanggilku mama sekarang. Aku ini bukan ibumu. Dari mana kau dapat keberanian untuk memangggilku dengan sebutan itu.”
Bukannya merasa tersinggung dengan ucapan mertuanya, Olivia justru tersenyum. “Kau adalah ibu Vincent. Kami sudah menikah jadi ibu suamiku akan menjadi ibuku juga. Mungkin akan terasa asing di awal, tapi lambat laun mama akan terbiasa dengan panggilan tersebut.”
Lucy Lu memandang Olivia dengan tatapan tidak percaya. Gadis di depannya justru tersenyum manis padanya setelah mengatakan itu. Sudah jelas-jelas dari awal dia sudah menunjukkan kalau dia tidak menerima kehadiarannya dalam keluarga Wijaya, namun gadis itu terlihat biasa saja.
“Astgaaa... bagaimana bisa putraku jatuh hati pada wanita sepertimu? Dari sekian banyaknya wanita di luar sana, kenapa dia justru tergila-gila padamu? Sebenarnya apa yang sudah kau lakukan pada putra kesayanganku hingga membuatnya seperti orang tidak waras?”
Anaknya menolak semua wanita yang memiliki bibit unggul hanya demi wanita biasa seperti Olivia. Hal itu masih belum bisa diterima oleh Lucy Lu sampai sekarang.
“Mama bisa tanyakan pada Vincent, apa yang membuatnya jatuh cinta padaku karena aku juga tidak tahu jawabannya, yang aku tahu kalau dia sangat mencintaku, begitupun sebaliknya,” jawab Olivia tenang sambil melebarkan senyumannya dan itu membuat Lucy Lu semakin menggelengkan kepalanya dengan wajah frustasi.
“Aku rasa putraku itu sudah gila karena mencintaimu. Aku hanya memiiki satu putra, tapi dia sudah mengecewakan aku.” Lucy Lu memijat pelipisnya karena merasa sakit kepala.
“Bagaimana bisa aku bahagia kalau kau saja sudah merebutnya dariku? Dia satu-satunya anak kesayanganku yang kubesarkan dengan penuh cinta, tapi dia lebih memilihmu dari pada ibunya sendiri."
OIivia tetap mempertahankan senyuman di wajahnya, meskipun sejak tadi Lucy tidak pernah menunjukkan keramahan sama sekali padanya. Olivia bahkan berbicara dengan lembut pada ibu mertuanya agar tidak memancing amarahnya.
“Aku tidak pernah merebutnya dari Mama. Selamanya dia akan menjadi putra kesayangan Mama. Aku justru menambahkan cinta pada hidup Vincent agar hidup jadi lebih bahagia dari sebelumnya.” Olivia berdeham sebentar lalu berkata dengan sangat lembut, “aku pasti tidak akan mengecwakan Mama jika bisa menerimaku sebagai menantu di keluarga ini. Aku justru akan memberikanmu hadiah paling istimewa di dunia ini yang akan membuat Mama senang.”
Lucy Lu menatap penuh selidik pada wanita yang sedang tersenyum hangat padanya. “Hadiah apa yang kau maksud?”
Melihat ketertarikan Lucy Lu pada ucapannya, Olivia semakin melebarkan senyum di bibirnya. “Karena aku sudah menikahi dengan anak Mama, aku akan memberikan mama cucu yang sangat menggemaskan, bagaimana?”
Setelah mendengar itu, air muka Lucy Lu berubah menjadi sedikit kesal, namun ada minat sedikit di dalamnya. “Kau ingin menyogokku?”
__ADS_1
Bukannya menyangkal, Olivia justru mengangguk. “Iyaa, aku ingin menyogok Mama dengan cucu agar Mama bisa menerimaku.”
“Kauuu….” Lucy menggantung ucapannya karena tidak bisa melanjutkan lagi ucapannya. Bagaimana bisa gadis di depannya itu mengakui itu dengan wajah santai sambil tersenyum.
“Aku yakin Mama pasti sangat menginginkan cucu, bukan?” Meskipun di dalam hati Olivia tidak begitu yakin dengan tebakannya, tapi dia berusaha untuk terlihat optimis.
“Aku memang menginginkan cucu, tapi….”
“Jadi Mama ingin cucu perempuan atau laki-laki?” Olivia segera menyela ucapan ibu mertuanya karena dia tahu kata apa yang selanjutnya akan keluar dari mulut Lucy Lu.
“Siapa bilang aku menginginkan cucu darimu?”
“Vincent tidak akan mau menikahi wanita lain, jadi hanya aku yang akan mengandung anaknya.“
“Jangan terlalu percaya diri. Dia hanya buta sesaat padamu. Lambat laun dia akan menyadari kesalahannya dan akan meninggalkanmu lalu menikahi wanita lain.”
Meskipun ucapan ibu mertuanya sangat tajam, tapi Olivia berusaha untuk tidak memasukkan ke dalam hati. Dia sudah bertekad kalau dirinya akan berusaha sabar dan menerima semua perkataan apapun yang Lucy Lu lontarkan padanya, meskipun itu menyakiti hatinya.
“Jika dia memang mau menikahi wanita lain, dia pasti sudah melakukannya dari dulu. Dia bisa menikahi Jesica setelah aku meninggalkannya waktu itu, tapi dia tidak melakukan itu dan tetap ingin menikahi denganku, meskipun aku sudah menyakitinya.”
Selain Jesica, tidak ada lagi wanita yang pernah dicintai oleh Vincent selama hidupnya, Lucy Lu akui itu memang benar. Sebelum mengenal Olivia, anaknya selalu menolak perjodohan karena masih memiliki perasaan pada Jesica dan baru setelah mengenal Olivia, putranya itu tidak melirik sedikitpun pada wanita lain, termasuk pada Jesica.
“Ma, aku sudah menikah dengan Vincent, tidak ada salahnya Mama memberikanku kesempatan untuk menjadi menantu yang baik. Mama tidak akan rugi jika menerimaku menjadi istri Vincent. Mama justru akan mendapatkan bonus cucu menggemaskan dariku.”
Lucy Lu masih terdiam dan terlihat sedang berpikir keras. Olivia tidak lagi berbicara, dia memberikan waktu pada Lucy Lu untuk berpikir. Setelah berpikir selama beberapa saat, Lucy Lu mengangkat kepalanya lalu menatap Olivia dengan wajah tegasnya.
“Baiklah. Karena anakku sangat tergila-gila padamu, aku akan mengalah kali ini. Aku tidak punya pilihan lain lagi, selain menerimamu sebagai menantuku. Akan kuberikan satu kali kesempatan padamu. Kau harus memberikanku cucu dalam waktu satu tahun, jika tidak, kau harus meninggalkan anakku jika dalam kurun waktu itu kau tidak bisa hamil.”
__ADS_1
Bersambung.....