Dua Hati Satu Cinta

Dua Hati Satu Cinta
Eps 18


__ADS_3

***


Menempuh perjalanan selama 30 menit tibalah mereka dipabrik. " selamat datang pak " ucap salah satu karyawan disitu


pier hanya senyum sepintas dan masuk kedalam pabrik, " selamat siang pak, selamat datang. kenapa pak gak bilang kalau mau datang pak " ucap manager pabrik


" apa perlu saya katakan kalau saya mau datang dipabrik saya sendiri ?! cepat tunjukin sampelnya buat saya " ucap pier


" baik pak " ucap manager


" saya tunggu diruangan saya, bawa beberapa sampel " ucap pier


" pak, apa kita gak bawa beberapa ke kantor dan meminta karyawan memakai? biar kita tau hasilnya pak, takutnya ada yang gak cocok atau alergi pak " ucap lia memberi saran


" soal itu kamu yang urus " ucap pier


" baik pak " ucap lia


" lia sebelum itu kamu hubungi niska bilang saya mau ketemu dia malam ini jam 20.00 di tempat tadi siang kita ketemu, saya mau bawa beberap sampel untuk dia coba juga sebelum di promosiin" ucap pier sambil memerintah lia


***


" pak permisi ini beberapa sampelnya mohon diperiksa dan beritahukan saya jika ada yang kurang " ucap manager


"kamu tau apa kesalahan kamu pak dito?" ucap pier


" maaf pak, saya gak ngerti maksud bapak" ucap manager


" kesalahan kamu adalah kamu lupa memberikan saya minuman, padahal saya sudah 10menit tapi gak ada minuman satupun yang kau tawarkan untuk saya." ucap pier

__ADS_1


" maaf pak, saya akan segera mengambilnya " ucap manager


" tidak perlu repot-repot pak dito setelah saya memeriksa sampel ini saya langsung balik kok, lain kali bawakan minuman di saat saya sudah masuk ruangan saya " ucap pier


" baik pak, gak terulang lagi" ucap manager


" lia tolong bungkus beberap sampel untuk karyawan cobain, dan sekalian untuk niska juga " ucap pier memerintah lia


" baik pak " ucap lia


Lia kamu sambil beberes sampelnya, langsung ke mobil aja tunggu saya disana. saya harus keliling pabrik liat cara buatnya, pak dito ayo antarkan saya" ucap pier


" baik pak " ucap lia


sambil bebereskan sampel dan semua selesai lia kembali ke mobil dan sekalian menghubungi niska untuk bertemu pier sebentar, sedangkan pier masih jalan- jalan melihat cara membuat produk mereka.


" pak dito, apakah bapak sudah menikah? " tanya pier


" sudah punya berapa anak?, pak dito menikah atas cinta atau dijodohkan?" tanya pier


" (gumam dalam hati pak dito kenapa ditanya begini ya) atas cinta pak, dan sudah punya anak dua pak" jawab pak dito


" ooh baguslah pak, menikahlah karena cinta bukan karena dijodohkan." ucap pier sambil berjalan melihat karyawannya bekerja sambil senyum saat karyawannya menyapa


" ( apa pak pier akan dijodohkan sampai ngomong begini ya? gumam dalam hati) iya pak" ucap pak dito


pak dito ingin bertanya tentang kenapa bisa pier bertanya begitu, tapi pak dito merasa gak pantas bertanya seperti itu pada bosnya sendiri. meski pak dito tau bahwa umur pak dito lebih tua dari pier tapi tak pantas harus bertanya hal pribadi pier apalagi dia bos pak dito. selama berjalan mengelilingi pabrik pak dito tak berkutik sedikitpun karena yang disampingnya adalah orang yang cuek dan tegas gak bisa diajak bercanda kalau selagi masih jam kerja atau dikantor. kalau pier gak bertanya pak dito juga gak akan berbicara


" pak dito apa papaku kesini? " tanya pier

__ADS_1


" gak pak, " jawab pak dito


" syukurlah jika gak, lebih baik begitu " ucap pier


setelah mengelilingi pabrik, dan menuju mereka ke depan pabrik sekalian pak dito mengantar pier untuk kembali ke kantor. sebelum pier masuk mobil untuk kembali pier pamit pada pak dito dan mengingatkan pak dito agar lebih memperhatikan karyawan dan besok ke kantor , akhirnya pier kembali ke kantor. dalam perjalanan ia bertanya pada lia apakah sudah menghubungi niska?


" pak ini sudah hampir pukul 17.00 apakah kita gak langsung pulang pak? " tanya lia


" kamu digajikan? " tanya pier balik


" iya pak" jawab lia


" ya sudah berarti kamu lembur hari ini " ucap pier


" baik pak " jawab lia


selama setengah jam perjalanan mereka tiba di kantor pukul 17.10 Wib. semua karyawan sudah mulai pada pulang, pier menuju ruangannya sambil lia mengikuti dari belakang.


" lia kamu nanti taru sampel niska dimeja saya, dan kamu boleh langsung pulang." ucap pier


" tapi pak, bukannya pak bilang saya lembur pak?" tanya lia


" gak. kamu pulang aja, sekalian kamu kirimin nomornya niska. biar saya yang hubungi dia" ucap pier


" baik pak, makasi" jawab lia


" pak sudah saya send nomornya mba niska ya, sekalian saya pamit pulang duluan ya pak." ucap lia


" oke. kamu jangan lupa esok kamu harus lebih awal " ucap pier

__ADS_1


" baik pak" jawab lia


__ADS_2