Dua Hati Satu Cinta

Dua Hati Satu Cinta
Eps 17


__ADS_3

***


sedangkan dikantor lia kebingungan mau menghubungi pier dimana, karena sejak dari tadi gak bisa dihubungin karena ponselnya mati.


" bos dimana si, hari ini kita harus kepabrik tapi bos gak kunjung balik. wa masih centang 1 pula, nomor diluar jangkauan. tadi bosa sama mba niska, jika hubungin mba niska gak mungkin kalau cuman nanya bos. entar mba niska balik nanya kenapa nanya ke saya lagi? aah bos dimana si?! gak biasanya bos matiin ponsel " ucap lia dengan cemas


sementara dirumah pier masih tertidur pulas dipangkuan niska, paha niska mulai terasa keram karena gak bisa bergerak tapi niska menahannya.


waktu menunjukan pukul 15.23 Wib pier kaget bangun, " astga aku ketiduran, apa pahamu sakit? maaf aku ketiduran sehingga membuatmu menahan sakit. ayo kita balik, ini sudah jam berap nis? " ucap pier bertanya pada niska


" uda jam 15.23 mas " jawab niska


" astaga aku lupa kalau habis ketemu kamu itu aku harus ke pabrik, pasti lia menghubungiku " ucap pier sambil menyalakan ponselnya


" mas aku pinjam kamar mandi sebentar ya, " ucap niska meminta ijin pada pier


" iya pakai aja " jawab pier sambil menyalakan ponsel untuk menghubungi lia


***


saat ponselnya menyala banyak sekali wa masuk dari lia dan bella.


pier langsung segera menghubungi lia,


" Lia kamu dimana? apa kamu sudah ke pabrik? , maaf saya tadi ada urusan sedikit dan ponsel saya mati jadi gak bisa kabarin kamu 20menit lagi saya balik ke kantor " ucap pier


" iya pak, saya dari tadi khawatir karena ponsel bapak gak bisa dihubungin. saya dari tadi menunggu pak, saya belum ke pabrik " jawab lia


" kalau begitu kamu tungguin saya, 20menit lagi saya sudah sampai kantor " ucap pier

__ADS_1


" baik pak "


" kamu uda selesai nis? ayo kita balik aku harus ke pabrik sekarang boleh kan kamu antar aku ke kantor? " ucap pier


" uda ini, ayo. iya aku antarin kamu ke kantor dulu baru aku balik ke lokasi syuting ya, aku juga ad pemotretan untuk model hijab " ucap niska sambil jalan keluar kamar


" iya " ucap pier singkat


mereka keluar rumah dan menguncinya niska jalan menuju mobil duluan sambil pier mengikutinya dari belakang. " mas sebaiknya kamu ngaca dulu mukamu, sebelum balik ke kantor. " ucap niska


pier akhirnya sadar bahwa mukanya masih ngantuk , pier pun membuka kran yang ada pada garasi mobilnya dan mencuci mukanya.


" ini cuci mukamu mas " ucap niska sambil serahin tissu


pier mengambilnya dan membersihkan air yang ada pada mukanya " makasi ya nis " ucap pier sambil melap mukanya dengan tisu


mereka masuk mobil dan melaju keluar tinggalkan rumah menuju kantor, selama dalam perjalanan niska hanya menatap pier dengan senyum.


" kamu kenapa liat gitu, " ucap pier sambil bertanya


" gak, apa gak boleh liat kamu mas? sombong amat " ucap niska sambil menyumbing bibirnya yang sexy


" hahaha bolehlah, kamu gak usa buat bibirmu gitu jelek tau " ucap pier sambil candain niska


" aaa mas tega benar " ucap niska


" kok jadi ngambek? kan cuman becanda, kamu gak jelek kok kamu manis tapi kalau buat gitu tetap kamu jelek hahahaa " ucap pier sambil tertawa nakal


" mas boleh aku bertanya? " ucap niska

__ADS_1


" boleh. mau nanya apa emangnya? jangan yang susah susah ya, yang mudah aja " ucap pier menjawab niska


" gak susah kok, mas masih adakah aku dihatimu? sama seperti kamu masih ada dihatiku sampai saat ini " tanya niska


" kok nanya gitu? emangnya gak ada pertanyaan yang lain? " ucap pier


" aku hanya ingin tau mas " ucap niska


serentak pier menginjam rem dan membuat niska terkejut . " mas hati-hati dong ngeremnya , kita celaka gimana? " ucap niska panik dan marah


" iya iya, kita gak apa-apa kan? " ucap pier


" biar lagi mas, hati-hati dong " ucap niska memarahi


tanpa niska sadar mereka sudah sampai di kantor pier. " aku turun ya, uda nyampe ni. lia juga uda nunggu tuh didepan gak enak sama dia " ucap pier sambil menunjukan lia pada niska


" kamu belum jawab pertanyaanku mas." ucap niska kesal


" iya entar dijawab di telpon ya " ucap pier sambil jalan pergi tinggalkan niska


" dasar orang gila, bodoh , konyol disuruh bilang ditelpon tapi gak ngasih nomor telponnya. dia pikir aku telkomsel yang bisa tau nomornya, kalaupun kerja ditelkomsel juga gak mungkin taulah dasar konyol " ucap niska pada dirinya sendiri sambil seraya meninggalkan parkiran dan melaju pergi kelokasi syuting .


" pak dengan mba niska ya? " tanya lia


" iya, kenapa? " tanya pier


" aku tadi uda pengen hubungi mba niska untuk menanyakan pak cuman gak enak sama mba niska takut dibalik nanya" ucap lia


" pak kita ke pabrik" perintah pier pada supir

__ADS_1


__ADS_2