
Sesampainya dirumah pier langsung menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya setelah selesai membersihkan tubuh pier pun keluar menghampiri ibunya yang sedang menonton tv. ibunya bernama ibu sofie.
pier : maa, lagi nonton apa sih? serius amat? papa mana? belum pulang, (sambil bergumam dalam hati semoga apa yang diharapkan terjadi)
mama sofie: biasa film diindosiar, tumben tanya papa. kenapa? biasanya juga gak pernah nanya
pier : gak. emang gak boleh nanya apa ma?
mama sofie : boleh. cuman agak aneh saja menurut mama soalnya kaka kan tiba-tiba nanya papa. papa belum pulang katanya hari ini pulang agak telat soalnya banyak kerjaan dikantor.
pier : gitu ya ma, baguslah.
mama sofie : loh loh kok bagus?!
pier : iya ma, setidaknya hari ini aku bebas di omelin dan di tanya gimana pilihan papa? kapan kamu mau kenal orang tuanya? papa gak mau kamu nolak ya, papa mau kamu nikahi dia apapun itu alasannya kamu gak ada. bla bla bla n bla
__ADS_1
mama sofie : (ketawa cekikikan) uda uda uda, sini duduk dekat mama terus dengarin.
pier : malas ah. mama selalu belain papa karena papa suami mama, mama gak pernah mau dengarin aku. gak ada yang mikirin perasaan aku. sampai kapan aku ikut keinginan papa terus ma? aku uda gede. aku berhak memilih sendiri ma
mama sofie : iya mama tau, tapi apa yang papa kamu lakuin itu adalah hal yang baik. semua demi kebaikan kamu nak,
pier : bukan untuk aku ma, tapi untuk kebaikan papa dan untuk bisnis papa. capek aku ma gini terus gak pernah dengarin pendapat aku dan apa yang aku mau.
mama sofie : kok berpikir begitu nak?
mama sofie : iya sudah hati hati ya.
pier pun menuju masuk mobil dan menuju restoran tempat janjian. sesampainya disana pier pun duduk pada bagian pojok restoran tersebut sambil menikmati minuman pesanan tiba-tiba ada yang menghampirinya hallo pak, kok sendiri? saat pier mengangkat kepala ternyata lia sekertarisnya.
pier : eh kamu lia.
__ADS_1
lia : iya pak.
pier : enggak kok, lagi nunggu teman cuman belum pada datang. kamu sama siapa?
lia : sama suami pak. cuman dia lagi ke toilet sebentar.
pier : oh oke.
lia : iya pak, pak saya duluan ya pak.
pier : iya lia
pier pun mulai merasa bosan, secangkir coffee pun sudah hampir habis tapi temannya belum kunjung datang juga sambil main hp pier pun mulai bosan dan berbicara pada diri sendiri sampai jam berapa sih? apa aku yang datang lebih awal atau memang mereka yang telat.
pier pun memesan jus mangga, dia pun teringat akan seseorang yang selalu memberikannya jus mangga. orang itu adalah sosok orang yang begitu mencintainya dan menyayanginya dengan tulus wanita itu bukan lain adalah ibu kandungnya yang sudah meninggal dan papanya menikah lagi dengan ibu sofie tak sadar air mata pun jatuh, sehingga pier pun merasa sedih (bergumam dalam hati ma seandainya mama masih hidup, mama gak bakalan biarin aku menderita seperti ini. pasti mama akan lebih mengerti perasaanku, aku kangen mama sangat merindukanMu ma baik baik di atas sana ya ma) air mata itu pun jatuh lagi dan lagi.
__ADS_1