
***
keesokan harinya pier dan azisa melakukan foto pra-wedding, setelah selesai melakukan sesi foto azisa dan pier memilih beberapa foto yang akan dicetak pada kartu undangan pernikahan mereka.
semua berjalan lancar dan azisa menyukainya, sedangkan pier hanya mengikuti keinginan orang tua dan keinginan azisa. ia menahan rasa marah, kecewa semuanya tercampur menjadi satu..
semua persiapan pun di lakukan dengan cepat, ibu soffie dan ibu karina turut membantu azisa mengurusnya..
setelah selesai mereka pun menuju tempat cetak undangan untuk membuat undangan pernikahan azisa dan pier.
setiap pengurusan pier tidak pernah terlibat untuk membantu, ia hanya akan melakukan sesuatu yang memang membutuhkan seperti foto pra-wedding dan fiting pakaian pengantin. selepas itu ia tidak pernah ingin membantu azisa,
hari terus berjalan pier dan keyza pun tetap masih bersama saling mendukung satu sama lain.
persiapan pernikahan sudah mencapai 90% , kartu undangan pernikahan pun telah di bagikan kepada seluruh rekan bisnis, karyawan, dan juga sahabat-sahabatnya.
pak bambang dan pak ali pun turut membagikan kartu undangan untuk rekan bisnis dan keluarga.
persiapan pun akhirnya rampung 100% tinggal menunggu hari H itu tiba.
pernikahan yang pier bayangkan akan begitu bahagia karena yang ia nikahi adalah orang yang ia cintai, tapi semua itu sia-sia.. tanggal 6 maret nanti ia akan menikahi wanita yang sangat ia benci,
pier pun menelpon niska untuk ketemu, niska pun menyetujui.
" nis, luangkan waktumu sejam buat aku. aku ingin berbicara denganmu..." ucap pier
__ADS_1
" baiklah mas, jam 12.30 Wib aku akan ke kantormu. " ucap niska
" gak nis, ayo kita ketemu di luar sambil makan siang bersama..." ucap pier
" iya sudah mas, kita ketemu di mana? " tanya niska
" ditempat biasa aja nis, cafe disamping kantorku..." ucap pier
" baiklah mas, 5 menit lagi aku jalan ke sana.." ucap niska
" iya nis..." ucap pier
pier pun keluar kantor menuju cafe. sesampainya ia di sana ia memesan makanan untuknya dan niska, sambil menunggu pesanan dan kedatangan niska,
ia menghubungi keyza lewat pesan wa " sayang bagaimana kabarmu hari ini? jangan lupa makan..." ucap pier
" ini lagi mau makan sayang, sayang sebentar nanti aku ingin berbicara hal yang penting denganmu.." ucap pier
" bagus mas, jaga kesehatan kamu mas. apa mas? " tanya keyza yang penasaran karena selama 3 bulan mereka pacaran pier belum pernah berbicara seserius ini.
" nanti malam aja ya sayang, mas telpon.." ucap pier
" baiklah mas, " jawab keyza
" ya udah, mas makan dulu ya sayang. pesanannya udah datang..." balas pier
__ADS_1
" iya mas, selamat makan" ucap keyza
makanan yang ia pesan pun sudah ada, tidak lama kemudian niska pun juga tiba...
" maaf mas, apa kamu sudah dari tadi?" tanya niska
" sekitar 10 menitanlah, tapi gak apa-apa kok..." ucap pier
" ada apa mas, kamu ngajak aku makan siang.." tanya niska
" aku ingin ngasih ini ke kamu nis, " ucap pier sambil menyedorkan undangan pernikahannya
niska yang melihatnya tiba-tiba raut wajahnya berubah, tanpa sadar ia meneteskan air matanya..
" mas gak nyangka ya, kamu akan segera menikah..." ucap niska
" begitulah nis, aku yang mau menikah pun tidak menyangka akan seperti ini.." ucap pier
" kamu bahagia mas? " tanya niska
" kamu bisa lihat dari wajahku nis, apa aku kelihatan bahagia.." ucap pier
" gak mas, tapi itu keputusan orang tuamu mas. kamu harus tetap menurutinya, undangannya cantik mas.. kenapa kamu gak bisa tersenyum sedikit mas saat foto, wanitanya begitu bahagia tapi prianya begitu tersiksa.." ucap niska sambil tersenyum tetapi dari nada suaranya tidak bisa membohongi bahwa ia sedih dengan keadaan pier. karena ia tau pier anak yang penurut jadi pasti ia turuti keinginan orang tuanya
" aku juga gak terlalu suka nis, aku hanya ikut apa yang ia mau. jadi kamu jangan lupa datang ya nis.." ucap pier
__ADS_1
" akan di usahakan ya mas, " ucap niska
mereka pun menikmati makanan yang pier pesan. setelah selesai makan, pier dan niska pun kembali sebelum berpisah niska hanya mengucapkan selamat atas pernikahan pier dan azisa, pier yang mendengarnya hanya bisa tersenyum datar.