
***
setiba pier di rumah ia pun langsung tidur, tapi ternyata ia tidak bisa tidur karena keadaan yang emosi membuatnya membolak-balik badan..
pier pun bangun dan ke ruang nonton, ia mencari alternatif lain supaya ia bisa tidur. ia sangat marah dan jengkel dengan sikap pritty yang egois dan juga kekanak-kanakan apalagi di umurnya yang sudah 31 tahun, ia lebih dewasa dari pier.
pier pun menonton dan memindah-mindah chaenal tv tapi tetap saja tidak bisa tidur. ia pun mengambil gitar yang ada di ruang tamunya dan langsung memainkannya, memainkan beberapa lagu tapi tatap saja gak bisa tidur.
ia pun kembali menonton film kesukaannya sampai ketiduran meski itu butuh waktu berjam-jam.
***
keesokan paginya pier pun bersiap-siap pergi ke kantor, ia sekalian mampir ke rumah pak ali.
dalam perjalanan ia menge-cek wa apakah pritty sudah membuka blokirannya ataukah belum, saat di cek ternyata ia belum membuka blokirannya.
pier pun makin merasa jengkel dengan sifat kekanak-kanakan pritty, " terserah kamu ajalah, enaknya blokir atau apa lakukan aja capek marah-marah tapi sifatnya gitu terus. gak ada dewasa-dewasanya " ucap pier yang langsung menancap gas
setiba di rumah pak ali ia melihat sekeluarga lagi sarapan bersama, pak ali yang melihatnya pun memanggilnya untuk sarapan bersama.
" ayo sini, ikut sarapan bareng.. " ucap pak ali yang lagi sarapan
"iya pa, ini aku bawah beberapa berkas untuk di tanda tangani.. " ucap pier pada pak ali sambil menghampiri ke meja makan
__ADS_1
" kalau begitu tunggu papa selesai sarapan papa tanda tangan.. " ucap pak ali
ibu soffie yang melihat pritty hanya sepintas, ia pun senyum pada pier hanya datar. sedangkan di samping ibu soffie ada azisa yang lagi sarapan bersama, pier hanya melihatnya sepintas.
pier melihat situasi saat itu tidak memungkinkan untuk ikut sarapan bersama, akhirnya ia pun menurunkan niatnya.
pier kembali ke ruang tamu sambil menunggu pa ali, setelah selesai sarapan pa ali pun menghampiri pier.
" kenapa kamu gak sarapan? " tanya pak sambil duduk di samping pier
" gak pa, tadi aku udah sarapan sebelum ke sini. " ucap pier sambil memberikan dokumen
saat pak ali memeriksa berkas-berkas, azisa pun samperin pier dan membawakan coffee untuknya.
pier yang melihatnya hanya tersenyum sepintas, tapi hatinya sangat ingin melemparkan coffee di hadapan azisa.
azisa pun pergi meninggalkan pak ali dan pier yang lagi mengobrol tentang perusahaan, pak ali pun menanda-tangani berkasnya setelah selesai pier pun langsung pamit ke kantor.
" aku balik ya pa, soalnya aku banyak kerjaan hari ini dan juga aku harus ke pabrik.. " ucap pier sambil merapikan berkas
" kamu gak minum coffeenya dulu? " tanya pak ali
" gak deh pa entar aja aku buru-buru soalnya, " ucap pier pada pak ali
__ADS_1
" kamu ini.." jawab pak ali
pier pun langsung pamit dan melanjutkan perjalanannya, ia pun kepikiran untuk mampir ke rumah pritty apalagi ia belum sarapan.
pier pun langsung membalik arah ke rumah pritty selama 20 menit perjalanan akhirnya ia sampai di rumah pritty, pier pun langsung masuk menghampiri mama pritty yang lagi memasak..
" maa aku belum sarapan, boleh aku sarapan di sini?" tanya pier pada mamanya pritty
" iya sudah tunggu sebentar mama panggil pritty untuk buat kamu sarapan," ucap mama pritty
" gak usah ma, mama aja yang buat.. " ucap pier memberhentikan mama pritty
" ya susah mama buat sebentar.. " ucap mama pritty
sementara di buatkan coffee , pier hanya memantau keadaan rumah. ia melirik-lirik kesana kemari siapa tau ia bisa melihat pritty , tapi pritty gak ada. ia ingin bertanya tapi ia gak mau, pritty mendengar suara pier tapi ia tidak keluar kamar.
setelah selesai sarapan, pier pun langsung pamit untuk ke kantor.
" ma aku ke kantor dulu ya, makasih buat coffeenya " ucap pier
" iya, sama-sama. hati-hati jangan ngebut, " ucap mamanya pritty
pier pun menuju mobil dan melajukan mobilnya ke kantor,
__ADS_1