
”Jadi setelah aku miskin dan tidak berguna lagi untukmu, kau ingin kembali lagi dengan Alvin?”
“Jika Alvin masih menginginkan aku, tentu saja aku akan kembali padanya,” jawab Olivia dengan angkuh.
“Liv, aku tanya sekali lagi, apa kau sungguh tidak pernah mencintaiku selama ini?”
Tangan Olivia mendadak gemetar saat melihat sorot mata terluka dari tatapan Vincent. “Tidak pernah. Aku hanya memanfaatkanmu selama ini.”
Tangan Vincent mengepal dan kelopak mata tertutup seketika setelah mendengar itu. Perlahan dia menarik napas panjang, membuka matanya lagi lalu berkata, “Jadi selama ini kau hanya mempermainkanku?”
“Kau saja yang bodoh karena mempercayaiku,” jawab Olivia dengan wajah acuh tak acuh, “jika kau adalah penerus Wijaya Group dan Morland Group, mungkin saja aku akan menikah denganmu, tapi karena kau sudah dibuang jadi aku tidak mau menyia-nyiakan waktu berhargaku denganmu lagi. Lebih baik aku mencari mangsa baru yang lebih kaya darimu. Tidak ada gunanya….”
“Cukup! Jangan katakan apapun lagi.” Vincent langsung memotong ucapan Olivia karena tidak ingin mendengar kata-kata menyakitkan dari mulutnya.
“Baiklah. Kalau begitu, aku akan pergi. Mulai sekarang kita tidak memiliki hubungan lagi. Jangan pernah mengganggu dan menghubungiku lagi kedepannya.”
Ketika Olivia akan berbalik, Vincent bertanya dengan nada dingin. “Apa kau sungguh akan meninggalkanku?”
Olivia menatap wajah dingin Vincent lalu berkata, “Ya, aku muak hidup susah denganmu dan aku juga sudah lelah mengurus orang tidak berguna sepertimu. Aku tidak mau berpura-pura lagi mencintaimu dan tidak ingin bersusah payah lagi mengurusmu.”
“Aku beri satu kesempatan untuk menarik kata-katamu lagi. Aku akan memaafkanmu asalkan kau bilang mencintaiku dan tidak akan meninggalkan aku. Akan kulakukan apa saja untuk mengembalikan posisiku lagi jika kau memang tidak bisa hidup susah. Aku hanya minta tetaplah di sampingku hingga aku sembuh. Aku janji akan membujuk ibuku agar mengembalikan semuanya padaku.”
“Aku tidak mencintaimu dan tidak mau hidup denganmu. Ibumu tidak akan pernah mau menerimaku. Lagi pula, aku tidak sudi memiliki mertua jahat seperti ibumu. Lebih baik aku mendekati Alvin lagi, disamping dia kaya, orang tuanya juga sangat baik padaku.”
Setelah mengatakan itu, Olivia membalik tubuhnya menghadap ke pintu lalu menoleh sedikit pada Vincent. "Selamat tinggal. Semoga kau cepat sembuh jadi tidak merepotkan orang lain lagi."
“Tunggu dulu,” cegah Vincent saat melihat Olivia melangkah menuju pintu, "jika kau meninggalkanku disaat seperti ini, aku benar-benar akan membencimu, Liv."
"Aku tidak peduli. Bencilah aku sesukamu. Jika kau masih memiliki harga diri, tolong jangan pernah mencariku lagi. Biarkan aku hidup bahagia dengan orang lain.”
Hati Vincent semakin hancur mendengar ucapan acuh tak acuh Olivia. “Baiklah kalau itu memang maumu, tapi ingat Olivia setelah kau keluar dari ruangan ini, jangan harap kau bisa kembali padaku lagi di masa depan. Aku tidak akan pernah memaafkanmu karena kau sudah berani mempermainkan hatiku.”
“Aku tidak akan pernah mau kembali padamu lagi.”
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Olivia melangkah cepat menuju pintu. Setelah pintu tertutup terdengar suara gaduh dalam ruangan Vincent.
Kau pasti bisa hidup bahagia tanpaku, Cent. Maafkan aku.
**********
“Apa yang terjadi? Kenapa ruangan jadi seperti ini?”
Lucy Lu nampak sangat terkejut ketika memasuki ruangan Vincent dan melihat semua barang yang ada di ruangan tersebut sudah hancur. Bahkan dia selang infus di tangannya sudah terlepas dan meninggalkan jejak darah di telapak tangannya.
Setelah kepergian Olivia, Vincent mengamuk di ruangannya dan semua perawat dilarang memasuki ruangan tersebut oleh pengawal yang berjaga di depan pintu ruangan Vincent. Bahkan Dokter pun tidak bisa menerobos masuk karena dihadang oleh pengawal ibu Vincent. Lucy Lu sengaja meninggalkan banyak pengawal di sana untuk menjaga keamanan anaknya.
Awalnya perawat dan Dokter mengancam akan melaporkan para pengawal tersebut karena menghalangi merela untuk memeriksa kondisi pasien, tapi ketika mengingat identitas dari keluarga pasien, mereka tidak berani berbuat apa-apa lagi selain menunggu persetujuan dari keluarga Wijaya untuk masuk ke dalam ruangan Vincent.
“Ma, apa kau yang sudah menekan Olivia hingga membuatnya marah padaku?” tanya Vincent dengan wajah dinginnya.
”Mama tidak mengerti maksud dari perkataanmu."
“Olivia meninggalkanmu, Ma. Dia tiba-tiba saja berubah dan bilang tidak mencintaiku. Kau pasti sudah memaksa untuk meninggalkanku, kan?”
“Tidak bisakah mama mengembalikan semuanya padaku? Olivia bilang dia tidak mau denganku karena aku miskin dan tidak berguna lagi untuknya.”
Lucy Lu terlihat terkejut setelah mendengar perkataan anaknya. “Benarkah Olivia mengatakan itu padamu?”
“Ya. Dia bilang selama ini hanya memanfaatkan karena aku kaya. Karena sekarang aku sudah miskin jadi dia tidak mau lagi denganku. Tolong kembali semuanya padaku, Ma. Aku tidak mau kehilangan Olivia,” mohon Vincent dengan wajah frustasi.
“Cent, lebih baik kau lupakan dia. Olivia sudah menujukkan wajah aslinya. Seharusnya kau bersyukur karena belum sempat menikah dengannya. Dia hanya menginginkan uangmu saja, kau tidak akan bahagia jika menikah dengannya.”
“Aku tidak bisa, Ma. Aku sangat mencintainya.”
“Cintamu akan hilang seiring berjalannya waktu. Masih ada Jesica yang sampai saat ini masih mencintaimu. Lebih baik kau berikan dia kesempatan satu kali lagi.”
“Aku tidak akan kembali padanya. Dia sudah mengkhianatiku,” tolak Vincent sambil memalingkan wajahnya ke samping.
__ADS_1
“Dia tidak pernah mengkhianatimu, Cent,” ujar Lucy Lu, “sebenarnya, mama yang sudah menutupi kebenaran 3 tahun yang lalu.”
Vincent langsung menoleh pada ibunya setelah mendengar itu. “Apa maksud Mama?”
“Sebenarnya, malam itu Alvin hanya menolong Jesica saja.”
Melihat wajah bingung anaknya, Lucy Lu akhirnya memberitahukan pada Vincent mengenai kejadian yang sebenarnya. Dia menceritakan pada anaknya saat dia sengaja mengajak Jesica untuk bertemu di sebuah restoran tanpa sepengetahuan Vincent. Malam itu, Lucy Lu menekan Jesica untuk menjauhi anaknya, jika tidak, dia akan mengancam akan membuat keluarga Jesica kehilangan segalanya.
Karena merasa frustasi, Jesica pergi ke bar sendirian untuk minum untuk sekedar menghilangkan setressnya dan ternyata di sana dia bertemu Rose. Mereka minum bersama-sama dan saat melihat Jesica sudah mabuk, Rose meminta bartender untuk menghubungi Alvin dan memintanya untuk menjemput Jesica. Sebelum Alvin datang, Rose lebih dulu menyingkir dari sana.
Ketika melihat Alvin membawa Jesica, Rose mengikutinya dari belakang. Sebenarnya Alvin sempat menghubungi Vincent satu kali, tapi tidak diangkat jadi Alvin memutuskan untuk menjemput Jesica terlebih dahulu, baru setelah itu menghubungi Vincent, tapi terlambat karena saat dia akan membuka pintu pintu apartemen Jesica, tiba-tiba saja Alvin dipukul dari belakang hingga dia pingsan.
Ketika Vincent tiba di apartemen Jesica, dia terkejut saat melihat Alvin dan Jesica berada di ranjang dengan poisisi Jesica memeluk tubuh Alvin. Bahkan Alvin sudah bertelanjang dada dan pakaian Jesica juga sudah terbuka sebagian.
Vincent langsung membangunkan mereka berdua dan menghajar Alvin hingga dia babak belur. Bahkan Vincent menodongkan pistol kepada pada Alvin karena terlampau marah. Dia tidak mau lagi mendengar penjelasan apapun dari Alvin maupun Jesica karena sudah dibutakan oleh rasa cemburu. Dari sanalah permusuhan mereka terjadi.
Sebenarnya Vincent sempat memeriksa CCTV setelah beberapa hari semenjak kejadia itu dan terlihat dalam rekaman vidio itu kalau Alvin datang bersama Jesica, tapi adegan di mana Alvin dipukul dari belakang, tidak terekam dalam CCTV karena sudah dihapus oleh orang suruhan Lucy Lu.
Karena Rose takut Vincent mengetahui yang sebenarnya, Rose menceritakan itu pada Lucy Lu dan memintanya untuk membantunya untuk menghapus jejak apapun agar Vincent tidak mengetahui apa yang sudah dia lakukan. Tentu saja kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Lucy Lu untuk memisahkan anaknya dengan Jesica.
“Dulu mama membantu Rose untuk menutupi perbuatannya karena mama memang tidak setuju kau menikah dengannya. Sebenarnya tidak terjadi apapun dengan mereka berdua malam itu.”
Karena Rose dan Jesica dulunya berteman dan sering mengunjungi apartemen Jesica jadi Rose tahu kode pintu apartemen Jesica. Hingga kini, Jesica tidak tahu kalau orang yang sudah mengkhianatinya adalah Rose.
“Ma, kenapa kau tega sekali? Apa kau tahu aku membenci Jesica dan Alvin setengah mati karena aku pikir mereka mengkhianatiku."
“Maafkan mama, Cent. Mama menyesal sudah menutupi semuanya. Maka dari itu, mama ingin menebus kesalahan mama dengan menyatukan kalian berdua sekarang.”
“Ma, kau sungguh sudah mengecewakan aku. Aku sudah begitu kejam pada Jesica dan tidak memberikannya kesempatan untuk menjelaskan padaku karena aku pikir dia memang menghianatiku.”
“Mama minta maaf, Cent.”
Melihat wajah bersalah ibunya dan setelah mendengar permintaan maaf tulus dari ibunya, Vincent tidak menyalahkan ibunya lagi.
__ADS_1
“Karena kau sudah tahu kebenarannya, kau bisa meminta maaf pada Jesica dan mulai berbaikan dengannya lagi. Olivia sudah meninggalkanmu dan kau juga sudah tahu bagaimana sifat aslinya, ada baiknya kau lupakan dia dan mulailah dari awal bersama dengan Jesica.”
Bersambung…..