
***
pagi hari pritty membuka matanya dan ia tidak melihat pier di sampingnya, rambutnya berantakan. wajah pritty sembab karena menangis tiada henti hingga ia tertidur kelelahan.
badannya penuh dengan tanda merah karena ulah pier semalam. ia pun membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan tampaklah tubuhnya yang masih terlanjang bulat.
memang semalam pier bermain dengan pelan dan lembut, tapi ia melakukannya dengan paksa. pier pun tidak bisa menahan keinginannya untuk menikmati tubuh pritty , pier laki-laki yang normal yang memiliki nafsu dan tentu saja harus di salurkan. pier melakukannya berkali-kali semalam hingga pritty tidak kuat lagi..
tiba-tiba pintu kamar berbunyi, pier membuka pintu kamar dan membawakan sarapan untuk pritty. ia sengaja bangun lebih awal karena ia tau pritty kecapean semalam melayani nafsunya, sehingga membuat pritty kesakitan.
" pagi istriku..." tanya pier sambil membawakan jus dan roti selai
" kok sayang gak bangunin aku si? " tanya pritty
" apa masih sakit ? " tanya pier
" hmmm.." ucap pritty sambil menggigit selimut yang masih menutupi tubuhnya yang terlanjang..
__ADS_1
" apa kita ke dokter aja? " tanya pier
" buat apa sayang? " tanya pritty
" buat priksa, takut kamu kenapa-kenapa.." ucap pier
" gak sayang, gak usah.." ucap pritty
" ayo sarapan, buka mulut.. " ucap pier sambil memerintah pritty
"makasi sayang udah buat sarapan untuk ku.. " ucap pritty
" hari ini aku yang masak, kamu istirahat aja.. biar aku yang kerjakan hari ini.. jika sudah selesai sarapan, bangun terus bersihin tubuhmu sayang " ucap pier
pier pun kembali ke dapur dan memasak makanan untuk mereka berdua..
pier memanggil pritty untuk makan, pritty pun keluar menghampiri pier yang menunggunya di meja makan.
__ADS_1
" sudah siap nyonya pier wijaya.." ucap pier sambil senyum manis
" makasi sayang, " ucap pritty , pritty pun mencium pipi pier
" ayo makan.." ucap pier
setelah mereka berdua selesai makan pier pun membersihkan piring kotor, selesai membersihkan ia langsung menggendong pritty ke kamar. ia membaringkan pritty di tempat tidur untuk beristirahat, pier pun ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.
setelah habis mandi ia melihat pritty tengah tidur siang. ia berbaring disamping pritty dan memeluknya lalu mencium pipi dan lehernya. pritty terbangun karena di ganggu pier
" maaf untuk yang malam." ucap pier di telinga pritty . pritty pun mengangguk mengerti.
tangan pier mulai nakal masuk ke dalam kaos pritty dan memainkan gunung kembarnya. pritty masih merasa ngantuk sehingga ia memejamkan matanya hendak melanjutkan tidurnya. karena tidak ada perlawanan dari pritty, pier pun melanjutkan aksinya. tangannya menelusup ke dalam bra pritty dan memainkan pucuk payudara pritty. pritty hanya menerima apa yang di lakukan suaminya itu, pier semakin gemas. ia memeluk pritty seperti guling. mencium wajahnya dan leher pritty. tangannya menelusup ke dalam celana dalam pritty, pier merasakan kalau pritty ternyata sudah basah. akhirnya pier menyetubuhi pritty lagi seperti tadi malam. pritty menahan rasa sakit yang belum hilang perihnya.
ia menikmati apa yang di lakukan pier pada tubuhnya , tiap inci pier meninggalkan bekas pada pritty.
setelah pier selesai melepaskan napsu buasnya ia pun tidur di samping pritty dan memeluknya dengan erat, mereka pun tertidur pulas sampai-sampai mereka terbangun sudah malam.
__ADS_1
pritty merasa tubuhnya terasa remuk sakit semua . pier benar-benar tiada puasnya, siang malam ia menunggangi pritty. entahlah karena sudah 27 tahun belum tersalurkan atau ia lagi menikmati masa-masa pengantin barunya.