
***
keesokan paginya pier pun masih dalam keadaan sakit, ia pun tidak ke kantor..
ia menghubungi lia untuk membawakan berkas ke rumahnya, ia pun mengirimkan alamat rumah yang ia tempati sekarang untuk lia..
pritty pun mempersiapkan sarapan untuk pier, setelah selesai memasak untuk sarapan pier ia pun masuk ke kamar dan menyuapi pier.
ia lupa bahwa buburnya masih panas sehingga membuat lida pier pung hangus kebakar panas..
" kamu sengaja mau bakar mulutku? marah dan kecewa tapi gak usah gini juga, liat sikon dong orangnya lagi sehat atau lagi saki.." ucap pier sambil mengebas lidanya dengan tangaan
" maaf " ucap pritty
pritty pun meniup buburnya sebelum menyuapi pier, setelah selesai ia pun memberikan obat untuk pier.
tiba-tiba telpon masuk dari lia,
" pak saya sudah di depan.." ucap lia
"oh iya sudah tunggu sebentar ya, " jawab pier langsung mematikan telponnya
" sayang tolong dong buka pintu buat lia, dia lagi bawah berkas karena aku gak masuk hari ini.." ucap pier
__ADS_1
pritty pun keluar membuka pintu untuk lia ..
" selamat pagi ibu.." ucap lia
" pagi juga, mari masuk.." ucap pritty sambil mempersilahkan lia masuk
" makasih bu, " ucap lia
pritty pun mengajak lia masuk ke dalam kamar, dimana pier sedang beristirahat..
" permisi pak " ucap lia
" iya lia, mana dokumennya? " tanya pier
" iya saya matikan hp , karena saya sakit. tadi nyalakan buat hubungi kamu aja.. habis itu matiin, iya udah lia entar jam 1 kamu balik ambil lagi ya, saya pelajari dulu.." ucap pier
" baik pak " ucap lia
lia pun meninggalkan pier, di antar pritty.. setelah lia pergi pritty pun masuk ke kamar dan melihat pier sedang kerja,
" apa kamu gak bisa sehari aja, istirahat kan kamu lagi sakit.. emangnya kalau gak kerja perusahaan bangkrut? " tanya pritty
" gak sayang, ini penting jadi aku harus kerja.." ucap pier
__ADS_1
" ya udah habis itu istirahat " ucap pritty
pritty pun keluar dari kamar menuju dapur untuk masak makan siang mereka, sedangkan pier tetap lanjut bekerja.
setelah pier selesai pelajari dokumen dan bekerja ia pun keluar menuju dapur karena ia sangat kelaparan, ia pun membuka kulkas dan mengambil buah yang ada dalam kulkas..
sambil ia melihat pritty yang sedang asik memasak untuk mereka,
" aku boleh tanya? " ucap pier
" apaan? " jawab pritty
" apa kamu masih marah? dan apa kamu gak mau memaafkan aku? " tanya pier
" aku lagi malas membahasnya, aku lagi sibuk masak.." ucap pritty
" aku butuh jawaban, kan masak pakai tangan bukan pakai mulut. jadi sambil masak bisalah, jawab.." ucap pier
" ya, kamu kan tau aku gak secepat itu bisa memaafkan atau melupakan pasti akan teringat lagi dan itu membuat suasana hatiku akan berubah tiap ingat kebohongan yang kamu lakukan.." ucap pritty
" tapi aku gak ada maksud untuk membohongi kamu, karena aku memang hanya 2 alasan ya itu aku akan bercerai dengan dia, dan aku juga tidak hidup bersama dia. aku juga ingin hidup bahagia, apa itu gak boleh??" tanya pier
" entar aja kita bahasnya.." ucap pritty
__ADS_1
pier yang mendengar ucap pritty pun berjalan meninggalkan pritty