
***
Saat mereka masuk pada mobil untuk pulang tiba-tiba bunyi telpon masuk, saat pier melihat ponselnya ternyata dari pa ali.
Pier segera pulang, papa tunggu kita harus pergi makan malam di rumah pak bambang..." ucap pa ali
" iya pa.. " jawab pier dengan nada memelas
pa ali pun mematikan telponnya , disamping itu niska mendengat pembicaraan mereka.
" mas, kenapa? " tanya niska
" papa, nyuruh pulang soalnya mau ke rumah pa bambang untuk makan malam..." ucap pier yang masih ada dalam mobil niska
" ya uda mas, pergi aja... kan cuman makan malam " ucap niska
" entahlah nis " jawab pier
" kok jawabnya gitu si? emangnya pa bambang itu siapa? kok kamu jadi malas gini, ada apa? ayo cerita " ucap niska yang ingin tau
" pa bambang itu teman bisnis papa, dan mau jodohin aku sama anaknya. dan anaknya itu adalah azisa " ucap pier pada niska
" apa mas? " ucap niska kaget dengan suara terbata bata
seketika membuat niska menangis dan keluar dari mobilnya, pier yang melihat niska menangis dan keluar dari mobil. ikut keluar menghampiri niska,
__ADS_1
" kamu kenapa? " tanya pier
gak ada jawaban dari niska, niska hanya terus menangis..
" kamu kenapa menangis si nis?! " tanya pier
" gak, aku gak nangis mas . aku lagi ketawa " ucap niska
" aneh kamu nis " ucap pier yang mulai jengkel
" kamu liat aku nangis terus kamu masih nanya kamu kenapa, kenapa kamu nangis?! otak kamu dimana? atau hati nurani kamu di mana hah mas? dimana perasaan kamu?! " ucap niska sambil menggoyakan badan pier dan memukul tubuh pier
pier pun hanya pasrah dipukuli niska..
" maafin aku nis, aku gak bermaksud membuatmu menangis... kamu juga tau aku gak mencintainya lagi bahkan aku sangat membencinya dan mengutuknya tiap hari..." ucap pier sambil memegang kedua lengan niska
" aku mohon jangan menangis lagi.." ucap pier sambil menenangkan niska
" mas, apa kamu akan bertunangan dengan dia? " tanya niska sambil menatap pier
" aku juga bingung nis, aku sudah berusaha menolak perjodohan ini, tapi papaku gak mau mendengarkan aku nis. dan banyak yang menyetujui pertunangan ini, sedangkan aku sendiri. aku melawan mereka semua sendirian, dengan keegoisan mereka. " ucap pier
" tau ah, aku pengen sendiri mas..." ucap niska sambil pergi dari hadapan pier masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan pier yang masih berdiri di parkiran
pusing aku mikirin ini semua. lama- lama bakalan botak kepalaku, sambil mengacak-acakan rambutnya...
__ADS_1
ia pun naikin motornya dan melaju pulang,
dengan menempuh perjalanan beberapa menit pier pun tiba dirumah dengan wajah yang jutek
" Pier, siap-siap kita mau ke rumah pa bambang" ucap pa ali
" iyaaa " jawab pier jutek sambil seraya berjalan masuk kamar tanpa mempedulikan papanya yang lagi berbicara
saat ia masuk ke kamarnya ia pun membuang badannya ke atas ranjang, dan menutup matanya dan tertidur..
sedangkan pa ali dan ibu soffie sedang bersiap-siap untuk ke acara makan malam.
setelah pa ali dan ibu soffie selesai bersiap-siap , pa ali pun ke kamar pier untuk mengecek apakah sudah siap ataukah belum. setiba di kamar, yang didapati pak ali tak sesuai yang dipikirkan. pier sedang tidur dengan pulasnya, pa ali pun membangunkanya..
" pier pier pier " panggil pak ali sambil menggoyangkan tubuh pier
" pier bangun, kita harus pergi. " ucap pa ali
tapi pier pun tak bangun- bangun akhirnya pa ali mengambil air dan percikan pada wajah pier. seketika ia pun terkejut dan bangun
" ayo bangun.. siap-siap kita harus pergi makan malam. cepat!!" ucap pa ali
" iya pa " jawab pier dengan nada lemas
pa ali keluar kamar pier dan pier pun masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya,
__ADS_1
pa ali dan ibu soffie pun menunggu pier yang sedang bersiap-siap di ruang keluarga ,setelah selesai membersihkan tubuhnya ia langsung bersiap-siap semuanya selesai pier pun keluar menghampiri pa ali dan ibu soffie yang lagi duduk di ruang keluarga, dan mereka bertiga pun menuju rumah pa bambang.