
***
Keesokan paginya rutinitas yang sama, pier bangun dan sarapan sebelum ia pergi touring dengan teman-temannya.
azisa pun melakukan tugasnya sebagai istri, ia melihat pier yang sedang duduk menunggu mbak. azisa pun memberanikan diri menanyakan apa yang ingin pier makan dan minum, pier pun memarahinya. " kamu ini semakin memancing emosiku ya, dalam peraturan aku bilang apa?! kamu jangan berupura-pura menjadi istri yang bail de. muak tau gak!!! " ucap pier pada azisa
" tapi mas, mbaknya lagi ke pasar. biar aku yang buatin.." ucap azisa
" kamu tuli atau bodok!!! aku bilang gak maka gak!!! kamu menyingkir deh, dari hadapanku..." ucap pier
" maaf mas" jawab azisa
pier pun mendekati azisa dan berbisik ditelinganya " jangan banyak drama. karena dramamu gak akan menyelamatkanmu dari amarah dan kebencianku, aku adalah neraka bagimu dibumi..." ucap pier sambil kembali duduk di kursi
mbak yang baru pulang belanja langsung disuruh pier untuk membuatkan ia coffee, mbak pun melakukannya.
pak ali dan ibu soffie pun turun sarapan, pak ali yang melihat pier sudah rapi langsung bertanya..
" kamu mau kemana pagi-pagi gini? ini kan baru jam 06.30 wib. kamu mau kemana si? gak bisa apa tinggal dirumah seharian, " ucap pak ali
__ADS_1
" aku mau touring, emangnya papa pikir rumah ini masih ada kenyamanan? mungkin buat papa ada kenyamanan buat aku gak ada sama sekali. bagiku ini neraka..." ucap pier
azisa membuatkan coffee buat pak ali, dan menyedorkannya ke pak ali..
" papa ini coffeenya, " ucap azisa
" makasih nak..." ucap pak ali
ibu soffie pun memuji azisa di depan pak ali dan pier " mau nyari menantu dimana lagi yang bisa membuat coffee untuk bapak mertua meski suaminya gak menghargai teh yang dibuat..
pier yang mendengarkannya langsung menyindir azisa dan ibu soffiee dengan lagu yang dinyanyikannya sesuka hatinya :
"kau membawa masuk ku kedalam lubang kehancuran,
sehingga seluruh tubuhku selalu terbakar melihat kemunafikanmu..
mungkin bagi mereka kau bagaikan ratu,
tapi bagiku kau hanya sebuah bunga di tepi jalan yang bisa di petik siapapun..
__ADS_1
kau pergi dengan pria lain
dan kau kembali memintaku bertanggung jawab
tanpa bertanya padaku apa aku siap.. ooh kasih kau begitu kejam
biarkan aku membuatmu menari di atas neraka yang ku ciptakan padamu... "
pak ali yang mendengar pier bernyanyi di meja makan pun langsung menegurnya, azisa tau apa yang dimaksud pier. sedangkan pak ali dan ibu soffie tidak tau maksud dari lagu yang dinyanyikan pier karena mereka tidak pernah mendengar lagu seperti itu..
" kamu ini apaan si, ini lagi dimeja makan. makan sarapanmu" ucap pak ali
" pa kurang gaul si, kalau makan harus nyanyi biar makanan yang di makan berjoget di perut dan hati ikut senang, " ucap pier dengan nada yang menyindir
" makin aneh kamu.. kamu udah gila.." ucap pak ali
" iya pa, itu papa tau.. aku sudah gila, dan gila terjadi ada sebabnya. dan papa pasti tau siapa penyebabnya, aku mau jalan. udah panas di sini" ucap pier sambil berjalan meninggalkan ibu soffie dan pak ali yang sarapan
pak ali hanya bisa melihat perubahan anaknya, yang tiap hari kelayapan dan selalu pulang subuh jika nginap di rumah pak ali.
__ADS_1
azisa pun mengirim pesan wa pada pier " mas aku tau maksud lagumu tadi. aku tau aku salah, tapi kamu gak perlu seperti itu di depan orang tuamu mas."
pier yang membacanya hanya senyum sinis