
***
Keesokan paginya, pier pun bangun karena hari ini ia akan membuka cabang baru mereka. azisa dan niska pun bersiap-siap pritty yang merasa tubuhnya tidak fit ia hanya beristirahat di kamar, pier pun memesan sarapan untuk di bawah ke kamar masing-masing seperti biasa..
setelah selesai memesan ia pun menuju kamar mandi untuk mandi, pritty mulai merasa mual ia langsung berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya lagi..
pier langsung berhenti mandi seketika dan menghampiri pritty " itu kan semalam mau aja makan ice cream " ucap pier
" iya iya " jawab pritty sambil mengeluarkan isi perutnya
" terus gimana? udah enakan belum? mau ku pesan teh panas? " ucap pier
" gak usah sayang.. " ucap pritty
" ya udah .." ucap pier sambil kembali mandi
pelayan pun datang membawa sarapan yang dipesan, pier dan pritty pun menikmati sarapan pagi mereka. begitu juga dengan azisa, niska ,lia dan clara.
pier pun langsung menghubungi mereka untuk bertemu di lobby karena ia sudah siap, pier berpamitan pada pritty.
" sayang aku pergi ya, kalau kenapa-kenapa hubungi aku" ucap pier
" iya sayang..." ucap pritty
pier pun menuju lift untuk turun ke lobby, setelah di lobby ia melihat azisa, clara, dan lia..
" dimana niska? " tanya pier
" belum ada pak, " ucap clara
" kalian udah hubungi niska? " tanya pier
" sudah pak, katanya tadi saat di hubungi lagi siap-siap..." ucap clara
" oke.." jawab pier
mereka pun menunggu niska turun tidak lama kemudian ia pun turun. " lama amat si? janjiannya kan setengah 9 udah di lobby.." ucap pier
" maaf mas, aku tadi sedikit sakit perut ." ucap niska
__ADS_1
" ya udah, ayo kita pergi. orang yang mau antarin kita juga udah nunggu dari tadi.." ucap pier.
mereka pun menuju lokasi pembukaan cabang mereka, setalah sampai di sana..
membuka usaha mereka dengan menggunakan tradisi bali, karena pier menghargai tradisi di sana apalagi usahanya berada dibali..
setelah selesai ia menggunting pita yang ada di depan pintu usahanya sebagai tanda ia telah membuka usaha tersebut,
acara pun berlanjut, pier duduk berbicara dengan orang yang ada di sana.. begitu juga pelanggan-pelanggan yang datang menyerbu produk mereka,
ponsel pier pun berdering ia mebgeluarkannya dari saku ternyata pritty, " kenapa sayang?" tanya pier dengan lembut
" sayang aku pengen makan **** guling.." ucap pritty
" tapi aku masih dengan tamu sayang, entar aku minta lia pergi beli dan anterin ya ke kamu.." ucap pier
" aku mau sekarang sayang.." ucap pritty
" iya iya.." jawab pier
pier pun memanggil lia yang lagi sibuk bantuin clara melayani pembeli, karena karyawan mereka baru 3 sedangkan banyak orang yang serbu jadi mereka ikut turut membantu.
" iya pak, baik.." jawab lia
lia pun pergi mencari tempat menjual **** guling, setelah mendapat **** gulingnya lia pun segera membawakan ke hotel.. setiba di hotel ia meminta supir menunggunya 5 menit ia hanya ingin mengantar makanan . supir pun menunggu, setiba ia di lantai 4 ia menuju kamar nomor 400 ia mengetok pintunya dan pritty pun membuka.
" permisi ibu, ini pesanannya pak pier suruh saya membawakannya buat ibu.." ucap lia
" oh iya makasih.." jawab pritty
" iya ibu, kalau begitu saya permisi ibu.." jawab lia
" iya " jawab pritty sambil tersenyum manis
lia pun kembali menuju lobby dan kembali ke tempat usaha mereka, sesampainya di sana pier pun menghampiri lia.." gimana udah bawah pesanannya?" tanya pier
" udah pak.." jawab lia
" oke. makasih ya " ucap pier
__ADS_1
setelah beberapa jam di tempat buka usaha yang baru pier pun mengajak semua balik ke hotel karena ia sudah capek.. apalagi udah jam 2 , ia pun berpamitan pada manager yang mengelola usahanya di bali..
setelah selesai mereka pun kembali ke hotel, dalam perjalanan azisa pun meminta berhenti seketika.
ia meminta pier turun untuk membelikan rujak sayur yang ada di pinggir jalan tersebut. supir pun memberhentikan mobil, pier pun mulai merasa jengkel dengan azisa, setelah selesai ia membeli pier pun masuk ke mobil dan memberikan rujak sayur itu.
mereka melanjutkan perjalanan mereka setiba di hotel pier pun langsung menuju kamarnya, niska yang melihat ia memilih tombol lift nomor 4 pun kebingungan ia pikir selama di bali pier tidur bersama azisa. niska pun hanya diam, setelah mereka semua trun dari lift pier pun melajutkan ke lantai 4.
setiba ia di lantai 4 ia masuk ke dalam kamar, dan melihat pritty sedang tertidur.
pier pun membiarkannya, ia pun kembali melihat makanan yang ada di atas meja. ia melihat **** guling yang tidak di makan pritty, pier pun langsung memarahi pritty.
" kamu ini apa-apaan si, pesan makanan tapi gak di makan." ucap pier
" sayang, aku pas cium aromanya aku gak mau makan lagi. kamu makan aja ya, " ucap pritty sambil tidur
" gila kamu, aku gak bisa makan. kalau tau begini gak usah di beli, " ucap pier
pier pun merasa jengkel dengan sikap istrinya, ia langsung turun ke lobby dan duduk disana..
niska yang ada duduk di restoran hotel pun datang menghampiri pier,
" kamu kenapa? " tanya niska
" gak kenapa-kenapa.. " ucap pier
" tapi muka kamu menujukan badmood banget" jawab niska
"gak apa-apa " ucap pier sambil menyandarkan kepalanya di sofa
" aku pikir kamu tidur sekamar dengan azisa.." tanya niska
" gak , aku lagi gak mau bahas apa-apa dulu nis.." ucap pier
" ya udah, aku pesan kamu coffee ya?" tanya niska
" boleh tuh..makasi ya," ucap pier
setelah menunggu beberapa menit coffee yang niska pesan pun datang.. mereka berdua pun duduk berbicara sambil menikmati coffee
__ADS_1
sedangkan di kamar pritty merasa aneh dengan tubuhnya yang lemas, terus meminta hal yang aneh-aneh dari pier.. " ada apa si dengan aku, kok 2 hari ini aku mintanya aneh-aneh terus udah gitu badanku serasa lemas semua.. "ucap pritty dalam hati