Dua Hati Satu Cinta

Dua Hati Satu Cinta
Eps 15


__ADS_3

" hai nis, kamu apa kabar? " ucap pier pada niska sekaligus membuka percakapan mereka


" baik. kamu apa kabar? " ucap niska


" puji Tuhan baik juga, kamu sudah menikah nis?" tanya pier pada niska


" belum, selama ini masih ingin sendiri dulu. mau fokus sama karier dulu. terus kamu sudah menikah? pasti sudah kan sama yang dulu itu? siapa namanya ? oh iya azisa " ucap niska, dengan nada sindiran yang halus


" gaklah, aku belum menikah. kita berdua putus juga kok, karena dia selingkuh juga " ucap pier


" hahaha gitu ya? emang gitu ya ninggalin seseorang yang begitu mencintai dan menyayangi dan bahkan lebih lama mengenal dan menjalin hubungan demi seseorang yang baru hadir dan baru kenal, oh itu yang di bilang azab ya? " sindir niska pada pier


" kok kamu bahas yang dulu lagi? " ucap pier


***


dalam hati niska inilah kesempatan dimana aku keluarkan semua kekesalan, kekecewaan yang aku rasakan dan aku pendam selama 3 tahun ini.


" gak kok, cuman ngomong aja. kamu tau pier selama kamu dengannya, kamu tau apa yang aku rasakan? kamu gak akan pernah tau. karena kamu hanya pikirkan perasaan kamu dibanding pikirkan perasaan aku yang lama bersama dengan kamu, berjuang dengan kamu. kamu rela melepaskan aku demi wanita yang baru saja kamu kenal, selama ini aku kurang apa buat kamu ? semua yang kamu inginkan aku penuhi. aku selalu ada saat kamu butuhkan aku, pundakku selalu ada dikalah kamu lelah, dan ingin bersandar. tapi semua itu kamu lupakan dalam sekejap saat kamu kenal azisa, kamu lupa aku dan campakan aku begitu saja" ucap niska dengan begitu kesal dan kecewa


" aku tau aku salah, aku tau aku mengecewakan kamu. maafin aku, " ucap pier


" semua pria itu sama, ketika salah dan hanya dilakukan adalah aku minta maaf dan minta maaf tapi gak pernah sadar telah melukai " ucap niska dengan nada suara serak


" nis, gak enak kalau kita ngomongin masalah masa lalu kita disini. apalagi disini banyak orang, gak enak kalau ada yang ngeliat niska " ucap pier sambil menenangkan niska


***


lia pun datang dan niska cepat-cepat memperbaiki dirinya yang telah menangis, setelah sekian lamanya tak bisa menyalurkan kekecewaan dan amarah pada pier.


tapi mereka berdua tidak sadar bahwa lia telah memperhatikan mereka dari tadi dan akhirnya lia memutuskan membungkus makanan miliknya dan pamit pulang duluan ke kantor.


" pak, aku ijin balik duluan ke kantor ya. tadi ada tamu yang nyari saya katanya ada perlu penting sama saya jadi saya harus kembali sekarang" ucap lia

__ADS_1


" terus kamu gak makan? " tanya pier


" gak pak, saya makan dikantor aja pak. saya sudah bungkusin punya saya pak " ucap lia


" oh ya uda, minta pak supir antar kamu aja nanti saya hubungin baru pak supir balik ambil saya" ucap pier sambil memerintah lia


" baik pak, mba niska saya pamit duluan ya, " ucap lia sambil berpamitan pada niska


" iya mba lia" sahut niska


***


mereka berdua lanjut menikmati makanan yang mereka pesan, emang sengaja pier menyuruh lia pulang dengan mobil kantor. supya pier bisa berduaan dengan niska, untuk membahas masalah mereka 3tahun yang lalu.


setelah mereka berdua selesai menikmati makanannya mereka beristirahat 5 menit menunggu makanannya turun.


" kamu dari sini kemana lagi nis? " tanya pier pada niska


" paak ," panggil pier pada pelayan


" ya pak, ada yang bisa saya bantu? " tanya pelayan pada pier


" saya minta billnya pak" ucap pier


" baik pa, sebentar ya pak saya ambil dulu" ucap pelayan pada pier


1 menit kemudian pelayan kembali membawa bill,


" ini pak, total semuanya Rp. 289.000 pak. " ucap pelayan sambil menyodorkan bill pada pier


" oke, ini sisanya buat kamu aja " ucap pier pada pelayan


" makasi pak" ucap pelayan

__ADS_1


" ayo kita pulang, aku numpang sama kamu biar kita ngomong dalam perjalanan" ucap pier sambil ajakin niska pulang


niska tak menjawab pier sedikit pun, sesampainya diparkiran pier meminta kunci mobil untuk ia yang nyetir .


" sini kuncinya, biar aku yang nyetir " ucap pier pada niska


niska memberikan kuncinya, mereka pun masuk dalam mobil tapi tak satu kata yang dikeluarkan oleh niska. sambil melajukan mobil pier pun mengajak ngobrol niska yang dari tadi diam gak jawab apapun


" kamu kenapa si? dari tadi ajak ngobrol gak ngobrol kamu marah? ya sudah sekarang cuman kita berdua dimobil kan? ayo marah" ucap pier


" kamu tau aku benci sama kamu " ucap niska dengan menangis


" ingat loh kata orang kalau benci itu tandanya cinta, karena masi cinta jadi benci " ucap pier sambil candain niska


" bodoh amat " ucap niska sambil kesal


pier pun menarik wajah niska untuk melihat kearahnya, " kamu tau hal yang paling aku suka dari kamu? ucap pier. " gak tau, aku uda lupa" ucap niska sambil membalikan mukanya dari pier


" masa kamu lupa, bukannya kamu sekarang melakukannya." ucap pier


" bodoh amat !! ini make up karena tadi buru- buru " ucap niska menyembunyikan hal itu,


dia tau, dia make up polesan adalah hal yang disukai pier. karena pier tidak menyukai wanita yang make upnya menor atau berlebihan,


" eh eh ini kita ke arah mana si? " tanya niska sambil teriak


" sudah ah, kamu tenang aja. aku gak nyulik kamu kok, kalau nyulik juga aku gak kuat angkat kamu" ucap pier sambil bercanda


" hmm! " jawab niska


kenapa wanita selalu begitu ya, kesal , marah, bete, jawabannya HMM doang.


wanita memang aneh dan ribet ucap pier dalam hati

__ADS_1


__ADS_2