Dua Hati Satu Cinta

Dua Hati Satu Cinta
Eps 76


__ADS_3

***


setiba pier di rumah pak ali, pier pun nge-rem mobil dengan tiba-tiba dan langsung keluar dari mobil ia masuk ke rumah dan memanggil azisa dengan suara besar...


" Azisa Azisa keluar kamu...!" panggil pier dengan nada suara besar dan kasar


"Azisa aaaa " panggil pier


pak ali yang sedang beristirahat pun kaget bangun karena suara berisik dari pier yang memanggil-manggil azisa. pak ali dan ibu soffie langsung turun menghampiri pier, " kamu kenapa ? emangnya gak bisa manggil dengan baik-baik istri kamu, kamu pikir ini lagi di hutan berantara?!" ucap ibu soffie yang memarahi pier


" aku gak peduli.. mau di hutan kek , di neraka kek. bodoh amat!!! dia bukan istriku.. Azisa " ucap pier sambil lanjut memanggil azisa


azisa yang mendengar teriakan dari dalam kamar mandi, ia pun cepat-cepat memaki kimono dan keluar. " kenapa mas? aku lagi mandi " ucap azisa


pier pun menarik tangan azisa dengan keras masuk ke kamar dan mengunci pintu. ibu soffie dan pak ali hanya bisa melihat dan menunggu mereka berdua di ruang keluarga.


" kamu ini apa-apaan hah!? aku bilang jangan pernah telpon aku kan? ngapain kamu telpon?" tanya pier dengan marah


" maaf mas, soalnya acaranya jam 2 makanya aku telpon karena takut mas udah tidur... " ucap azisa


" aku gak peduli apa alasan kamu. yang aku ingatin sekali lagi jangan pernah hubungin aku di telpon!! buka pikiran kamu dan ingat kontrak dan peraturan. ngerti kamu!! ucap pier sambil menunjuk-nunjuk kepala azisa dengan jari telunjuknya


" baik mas, maaf " ucap azisa


" waktu kamu siap-siap 20 menit, aku tunggu lebih dari itu gak usah kita pergi. aku balik jika gak pas 2menit..." ucap pier sambil berjalan keluar kamar langsung membantingkan pintu kamar azisa. azisa pun kaget

__ADS_1


pier berjalan menuju mobil untuk menunggu azisa pak ali memanggilnya,


" pier. sini kamu!" ucap pak ali


pier pun menghampiri pak ali " ada apa pa? " ucap pier


" itu istri kamu, apa kamu gak bisa sekali saja datang ke rumah ini kamu perlakukan dia dengan baik?!" tanya pak ali


" gak bisa, gak ada tempat untuk perlakukan dia dengan baik. aku hanya lakukan tugas dan tanggung jawab sebagai suami selesai. tidak ada dalam list bahwa harus buat baik untuk dia.." ucap pier


20 menit berlalu azisa pun keluar dari kamar dan menghampiri pak ali, ibu soffie yang lagi memberi nasehat pada pier. azisa pun salim dan berpamitan untuk pergi ke acara rumah sakit.


dalam perjalanan pier tak berbicara apapun dengan azisa, azisa pun juga diam. ia takut di bentak lagi dari pier, setelah beberapa menit perjalanan tibalah pier dan azisa di tempat acara.


saat mereka keluar mobil azisa meminta izin untuk menggandeng pier , tapi pier menolak tangannya. ia meminta azisa berjalan duluan .


tiba-tiba tanpa sengaja ia ketemu dengan teman sekolahnya di acara rumah sakit tersebut.


" pier ?" tanya seorang pria yang mendekatnya


" iya, siapa ya? " tanya pier karena tidak kenal


" aku brian, teman skolah Sd dulu. kita pernah sebangku.." ucap brian


" astaga sorry bro, udah lama makanya gak kenal. kamu juga udah beda makanya makin gak kenal, " ucap pier

__ADS_1


" hahaha kamu juga bro, kamu sama siapa datang ke sini? " tanya brian


pier tidak ingin menyebutkan kata istri tapi apa daya ia akhirnya melakukannya..


" temanin istri, " ucap pier


" kamu udah nikah? selamat ya, " ucap brian


" iya sudah, bulan maret. makasih ya bro " ucap pier


" mana istri kamu, kenalin sama aku bro. " ucap brian


pier pun memanggil azisa, dan azisa pun menghampiri pier " kenapa mas? " ucap azisa


" kenalin ini istriku bro, " ucap pier


" hallo, aku brian. teman sekolahnya pier dulu waktu Sd " ucap brian


" salam kenal mas, " ucap azisa sambil menjabat tangan brian


" oh iya pier kenalin ini istriku, syifah.." ucap brian


" hallo pier " ucap pier


" azisa" ucap azisa

__ADS_1


azisa dan syifah pun berbincang-bincang , begitu juga dengan pier dan brian..


sambil berbicara dengan brian, pier pun mengabari pritty bahwa ia sudah sampai dan akan balik sedikit telat. pritty pun mengerti dan meminta izin untuk istirahat, pier pun membiarkan pritty istirahat.


__ADS_2