
***
Niska pun tak memandang ke arah pier, ia bahkan tak melihat hasil fotonya. karena ia tau ketika pier sudah memilih maka tidak bisa diubah lagi, jadi ia tidak perlu repot-repot untuk memilih.
" kenapa aku harus marah padanya, dan kenapa juga aku harus cemburu? toh selama ini kita hanya jalanin saja.. bahkan aku yang selalu menggodanya, dan berulang kali dia tidak menjawab tentang hubungan kami nanti seperti apa saat aku bertanya, lalu alasan apa aku harus marah dan kecewa padanya? come on nis , dia juga dalam di zona tidak nyaman. jangan lagi membuat masalah ini dengannya.jika memang ia akan tunangan ataupun menikah ya itu karena orang tuanya bukan karena ke inginannya jadi gak usah kamu cemburu atau marah,..." ucap niska pada dirinya sendiri
ayo hampiri dia, ayo niska ayo... " ucap niska dalam hati
pier pun selesai memilih beberapa foto yang akan di pakai untuk produk mereka. ia pun kembali ke ruangannya tanpa mendekati niska untuk mengucap terima kasih karena telah memberikan yang terbaik.
pier merasa itu tidak perlu karena niska di kontrak dan di bayar, ia pun pergi meninggalkan ruangan photoshoot dan kembali bekerja.
sedangkan niska selesai menggantikan pakaiannya dan ingin menghampiri pier, ternyata orang yang ingin ia hampiri sudah tidak ada lagi.
" kemana si dia " ucap niska dalam hati
" mba permisi, pak pier di mana? bukannya tadi ia masih disini? " tanya niska pada orang kerja di ruangan itu
" oh, pak piernya udah kembali mbak," ucap orang kerja
" ke ruangannya ya mba?" tanya niska lagi
" iya mba " jawab orang kerja
" oh iya sudah, makasi ya mba..." ucap niska
niska pun bingung antara mengahampiri pier atau gak,soalnya gak ada alasan untuk menjawab soal masalah tadi pagi yang ia sampai tapi gak ke ruangan pier.
aah sudahlah nanti di jawab kalau di tanya lagian gak mungkin dia nanya...
niska pun melangkahkan kakinya menuju ruangan kerja pier,
" hai mba lia " ucap niska dengan suara pelan sambil melambaikan tangannya
" hai mba " ucap lia balik
__ADS_1
" paknya ada kan mba? " tanya niska dengan nada suara memelan
" iya mba ada kok" jawab lia
" oke mba, makasi " ucap niska
**tok tok tok**
" masuk " sahut pier dari dalam
" hai, " ucap niska
" eh kamu, kenapa? ada perlu? tanya pier
" gak mau pamit pulang, " jawab niska
" oh... kan tadi datang gak bilang, kenapa pulang baru mau pamit ya tinggal kamu langsung pulang aja kan?! " jawab pier
" gak aku tadi datang cuman langsung di make up jadi gak ke sini lagi, maaf " ucap niska
" aku balik ya " ucap niska
" iya " jawab pier singkat
niska pun keluar meninggalkan ruangan kerjanya pier, aku tau dia marah karena aku tadi gak ke dia duluan, niska pun balik lagi ke ruangan pier...
ia balik masuk ke ruangan dan langsung menuju pier yang sedang asik duduk bekerja, dan memeluknya...
" eh apaan ini, kamu kenapa si?! " tanya pier sambil melepaskan pelukan niska
" gak apa-apa aku hanya ingin memelukmu sebentar, maafkan aku karena cemburuku dan amarahku padamu mas... aku cemburu, aku marah karena aku menyayangimu, dan mencintaimu mas jadi maafkanlah aku dengan sikapku yang kekanak-kanakan ini" ucap niska yang kembali memeluk pier dari arah samping
" iya sudah, kamu gak perlu minta maaf.. aku yang salah, aku gak bisa menentang orang tuaku bahkan untuk sekedar menggelengkan kepala penolakan aja aku gak mampu, kamu baik nis.. aku hanya anggap kamu gak lebih dari sahabat sekarang, maafkan aku atas kehilafan aku kemarin yang menciummu... " ucap pier seraya meminta maaf pada niska
" iya mas aku yang salah, aku yang terlalu mengingkan lebih darimu. apakah kamu akan menikahinya ?" tanya niska
__ADS_1
" iya aku akan melakukannya, tapi dia juga akan membayarnya juga " ucap pier dengan nada penuh amarah
" aku selalu ada untukmu mas, kapan pun jika kamu membutuhkan aku selalu ada untukmu mas. jangan sungkan untuk bercerita padaku mas, " ucap niska sambil memeluk pier
" makasi ya nis, kamu udah mau ngertiin aku dan posisiku... maafkan aku juga untuk kesalahanku jika menyakitimu " ucap pier sambil memeluk niska balik
" mas boleh aku meminta sesuatu darimu sebelum orang lain mendapatkannya?" tanya niska
" iya apa, katakanlah " jawab pier
" ciumlah aku mas, aku pengen kamu menciumku dengan penuh cinta seperti kamu akan lakukan ciuman itu untuk wanita yang kamu cintai mas, ketika langkah kakiku keluar dari ruanganmu ini maka aku menganggap kita sahabat yang saling mendukung satu sama lain.bolehkan mas? " ucap niska penuh harap
" baiklah nis,tapi berjanjilah kau gak akan meninggalkan aku dalam keadaan seperti ini sendirian karena cuman kamu yang tau masalah ini " ucap pier
" iya mas, aku janji gak akan ninggalin kamu. aku akan selalu ada untukmu jika kamu membutuhkanku " ucap niska sambil memeluknya
tanpa di sadari niska pun menangis karena ia berusaha menahan air mata tapi percuma air mata itu keluar dengan sendirinya, ia hanya mencintai pier dan pier hanya mengaggapnya sahabat..
pier pun balik memeluk niska dan mencium kepala niska,
" mas ciumlah aku, dan aku akan pergi " ucap niska sambil air matanya masih jatuh, ( ciumlah aku mas, aku tak tahan dengan air mata ini, aku ingin secepatnya melepaskan air mata ini.. berada dekatmu akan membuatku makin tak iklas dengan hubungan ini, aku hanya ingin menjadi wanita yang ada di hatimu bukan sahabatmu" gumam niska dalam hati )
pier pun tunduk mencium kedua pipinya niska, kening hidung hingga pada bibir, pier pun menciumnya dengan penuh cinta dan menikmati tiap tarikannya, niska pun tak tahan langsung melepaskan ciumannya pier dan langsung menangis memeluknya..
" makasi mas, makasi " ucap niska
niska pun melepaskan pelukan dan mengambil tasnya yang ada di atas meja kerja pier dan bergegas keluar meninggalkan pier.
pier pun duduk serentak di kursinya dan memikirkan semua yang terjadi
tapi apa yang harus di lakukan, pier tidak mencintai niska seperti dulu lagi...
ia pun menanyakan lia soal tiket, apakah sudah di pesan ataukah belum.
ternyata semua sudah siap dan tinggal pier berangkat ke jogja besoknya
__ADS_1