
sedangkan di tempat lain azisa menunjukan foto dimana mereka berdua sedang tidur bersama kepada orang tuanya. azisa pun mengatakan kepada orang tuanya bahwa semalam pier mabuk dan meminta azisa melakukan hubungan intim. mendengar hal itu orang tuanya pun marah dan menghubungi orang tua pier..
" pak ali, saya perlu bicara sama pak ali hari ini juga. ini demi nama baik keluarga saya, dan juga demi masa depan anak saya.." ucap pak bambang
" ada apa ini pak? tanya pak ali dengan raut wajah yang kebingungan
" pier semalam telah meniduri anak saya dalam keadaan mabuk, saya tidak mau tau pak ali. pernikahan ini harus di lakukan bulan depan .." ucap pak bambang dengan nada ketus
" apa pak?!" pak ali pun terkejut, antara percaya dan tidak percaya ia langsung duduk sejenak dan memikirkan apa yang di lakukan pier.
" pier " dengan nada suara yang besar dan penuh amarah
pier pun menghampiri pak ali, "ada apa pa? " tanya pier dengan santai
"pluk" tamparan yang begitu kuat sehingga wajah pier berpaling,
" kamu anak kurang ajar. anak yang tidak tau di untung. kamu apakan azisa semalam!!!" tanya pak ali dengan nada begitu marah
__ADS_1
" aku gak apa-apakan azisa semalam pa, semalam aku mabuk dan pas pagi aku bangun azisa di samping ku pa tapi aku gak ngapa-ngapain dia pa " ucap pier
" kamu bohong (pluk) !!! ucap pak ali sambil menampar pier sekali lagi..
" aku gak bohong pa, demi allah. aku gak bohong, " ucap pier yang membela dirinya,
pak ali pun pergi meninggalkan pier yang berdiri menerima tiap cacian pak ali, dan tamparan pak ali..
ia pun kembali ke kamar,
pak ali dan ibu soffie bergegas menuju rumah pak bambang,
" udah ma, kita ke rumah pak bambang dulu. papa tau pier dia gak mungkin begitu " ucap pak ali
" gak gitu gimana, lalu itu apaan saat tanya dia ngaku berarti benar yang di katakan pak bambang.." ucap ibu soffie yang memancing kemarahan pak bambang bertambah untuk pier
setiba dirumah pak bambang, mereka pun berbicara dan pak bambang mau pernikahan mereka dipercepat bulan depan. mau atau tidak akhirnya pak ali menyetujuinya,
__ADS_1
" pak saya gak mau tau, meski mereka sudah lamaran bukan berarti harus meniduri anak saya, jadi saya mau pernikahan mereka bulan depan, saya tidak mau mengambil resiko.." ucap pak bambang
" baik pak, saya minta maaf atas kehilafan anak saya " ucap pak ali
setelah selesai berbicara mereka kembali ke rumah , pak ali pun memanggil pier untuk berbicara hal ini..
" bulan depan kalian sudah menikah, dan papa menyetujui hal itu.. besok kalian berdua udah harus fiting pakaian pengantin dan cari WO sekalian jika kalian ingin foto pra-wedding tanyakan pada azisa" ucap pak ali dengan nada kecewa pada pier sambil berjalan meninggalkan pier
" kamu sialan azisa. kamu bakalan aku buat menderita, kamu entar liat aja kamu.. " ucap pier dalam hati sambil mengepal tangannya
pier pun menuruti apa yang dikatakan pak ali, pier tau papanya kecewa dengan tindakan ini. tapi berusaha mengatakan pada pak ali itu sama aja, pak ali tidak akan mendengar..
pier berusaha mengendalikan amarahnya, ia pun mulai bermain dengan azisa..
pier pun menelpon azisa
" kamu mau foto pra-wedding gak? kalau mau kamu cari photography, soal WO kamu nanti di temanin mama aku" ucap pier pada azisa dengan nada yang lembut sehingga tidak membuat azisa tau bahwa di balik nada lembut itu ada sejuta kebencian dan kemarahan yang ia pendam
__ADS_1
" mau mas, masa kita gak foto pra-wedding si.. iya aku kenal mas entar aku yang urusin itu" ucap keyza