
***
Pak ali hanya bisa menatap pier dengan geramnya karena tak menjawab pertanyaan pak bambang, pak ali ingin sekali memarahinya tapi pak ali tidak ingin memarahi anaknya yang sudah dewasa di depan orang lain.
" pier, " sapa pa ali
pier hanya melihat pa ali tanpa menjawab
" itu pak bambang lagi nanya..." ucap pak ali
" ya terserah kalian aja, enaknya gimana..." jawab pier dengan tidak sopan sambil menikam ayam yang ada pada piringnya
pa ali hanya bisa tertunduk malu atas sikap pier yang tidak sopan di hadapan pak bambang..
pa ali tau, pier tidak biasanya seperti itu. ia hanya tidak setuju dengan keputusan pak ali dan ibu soffie yang menjodohkannya makanya sikap pier seperti itu..
pak bambang yang merasa sikap pier yang aneh, membuat pak bambang mengalihkan pembicaraan..
" pier boleh besok saya ke kantor kamu? tanya pak bambang
" buat apa pak? " tanya pier
__ADS_1
" tidak, saya hanya ingin berbicara dengan kamu secara pribadi.." jawab pak bambang
" maaf pak, untuk hari esok itu saya sangat sibuk. karena ada photoshoot untuk produk kami... dan sorenya saya harus ke acara teman saya, jadi untuk hari esok saya gak bisa pak. maaf..." ucap pier
" ya, tidak apa-apa jika memang besok tidak bisa.. ada hari lain kan? mungkin saja hari selasa, atau rabu. iya kan? " jawab pak bambang
" iya pak " ucap pier
mereka pun melanjutkan menikmati makanan yang mereka makan, setelah mereka semua selesai makan. mereka pun duduk di ruang keluarga sambil berbincang- bincang. pak ali dan pak bambang tetap seperti biasa membicarakan bisnis dan kerja sama mereka. sedangkan ibu soffie dan ibu karina membahas tentang arisan dan perjodohan pier dan azisa.
sedangkan pier, untuk kesekian kalinya dicuekin.
ia pun keluar dan berjalan - jalan melihat taman pak bambang dan disitu ada tempat duduk, pier pun duduk di tempat duduk tersebut dan melihat ke langit yang penuh dengan bintang yang bersinar terang, dan bulan yang begitu indah.
" gak lagi duduk aja, sambil ngeliat aja" ucap pier
" mas, kamu tau... aku juga gak bisa lakukan apapun, aku hanya ingin membahagiakan orang tuaku.. aku gak ingin membuat mereka marah, dan alasan ke duanya adalah kamu. karena aku di jodohin sama kamu jadi aku gak perlu khawatir," ucap azisa
" dan kamu juga harus tau, ketika kamu menikah denganku nanti kamu akan menderita. aku gak akan anggap kamu istriku, dan gak memberikan hak kamu untuk menyentuhku, bahkan kamu pun gak akan dapat cintaku . " ucap pier
" aku tau mas, kamu masih menyimpan dendam untukku...atas apa yang aku lakukan dulu untuk kamu " ucap azisa
__ADS_1
" bukan soal itu tapi emang dasarnya gak ada sedikit pun rasa itu buat kamu azisa. aku takut ketika kita menikah nanti kamu akan menderita dengan sikapku, dan gak ada tempat sedikit pun kamu di hatiku azisa. jadi sebaiknya kamu pikirkan itu dengan baik- baik sebelum memutuskan hubungan ini." ucap pier
" mas, jangan ngomong seperti ini. sama aja mas mendoakan..." ucap azisa
tiba- tiba ponsel pier bergetar, saat pier mengeluarkan ponselnya dari saku celana. ternyata itu telpon dari niska, pier pun melangkah menjauh dari azisa...
" hallo" ucap pier
" gimana uda ketemu sama calon istri ?! " tanya niska dengan nada yang sinis
" kamu ngomong apa si? " tanya pier
" aku ngomong yang benar kan? dia akan jadi istri kamu. sedangkan aku hanya pelampiasan kamu, " ucap niska
" kamu kok ngomong gitu, jangan kayak anak kecil de.." ucap pier
" terus kamu pulang jam berapa? " tanya niska
" gak tau, sedikit lagi kali..." ucap pier
" ya uda." ucap niska dan mematikan telponnya
__ADS_1
pier pun masuk masuk meninggalkan azisa, saat masuk ternyata pak ali dan ibu soffie sedang berpamitan untuk pulang. sekaligus pier pun ikut berpamitan dari pak bambang dan ibu karina.
mereka pun masuk mobil dan meninggalkan rumah pak bambang.