
***
setelah selesai bekerja, ia tidak sadar bahwa sudah larut sehingga ia keluar tidak ada lagi karyawan yang ada hanya clara dan lia.
" kalian belum pulang? " tanya pier pada lia dan clara yang lagi duduk bersama sambil berbincang
" belum pak, kami lagi masih kerja untuk besok pak.." jawab clara sambil berdiri
" udah udah ayo pulang, entar besok baru lanjut.. aku gak berikan tip sampai larut tau, ayo balik.." ucap pier memerintah
" baik pak. " ucap lia dan clara bersamaan
pier pun langsung berjalan meninggalkan mereka berdua, setiba di parkiran ia langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan ke rumah.
selama beberapa menit perjalanan ia pun sampai, pier masuk dengan keadaan memelas. ia langsung melempar tas kantornya ke sembarang tempat dan langsung membuang badannya di sofa
setelah 5 menit ia duduk mengambil kesenangan, pier pun langsung masuk ke kamar dan membersihkan tubuhnya.
" huufftt gini-gini aja.. gak ada perubahan sama sekali, pikir akan lebih bahagia padahal gini lagi, gini lagi. emang kurang ya cinta ku padanya? ohh gak, aku kurang kasih perhatiaan? perasaan gak juga aku selalu kasih malahan lebih.. " ucap pier pada dirinya di depan cermin
" kamu kurang apa si pier? " tanya pier pada bayangannya di cermin
" huuufftt , kayaknya kamu kurang banyak. kamu kayaknya gak beruntung soal cinta, saat mencintai dengan tulus balasannya gini ketidak hargaian. aah sial bulsyit dengan cinta, " ucap pier pada bayangannya dan langsung memukul cermin yang ada di dalam kamar mandi
tangannya pun berdarah ia langsung mandi dengan keadaan tangannya yang terluka, setelah selesai mandi ia mengobati lukanya.
pier pun menuju ke ruang nonton dan memutar lagu untuk ia karaoke supaya bisa menghilangkan rasa suntuknya,
ia pun karaoke lagu yang mewakili perasaannya saat itu, yang mana ia begitu merindukan istri kecilnya ada di sampingnya, di banding egoisnya yang tinggi.
***
jalannya kenangan...
sekilas melesatkan angan
sungguh benar adanya
cinta lama jangan di lawan
tak mungkin ku menepis bayangan
bila memang semua datangnya begini
kangen kamu..
sungguh hati bicara
__ADS_1
aku kangen kamu meski jauh
kangen kamu..
pikiranku ke kamu
rasa ini tak pernah selesai
sungguh benar adanya
cinta lama jangan di lawan oohh
tak mungkin ku menepis bayangan
bila memang semua datang begini
kangen kamu
sungguh hati bicara
aku kangen kamu meski jauh
kangen kamu...
pikiranku ke kamu
rasa ini tak pernah selesai
di tengah ramai ingat kamu
kamu dilangkahku...
waktu berulang di kisah berbeda
namun cintaku berhenti di kamu.....
kangen kamu
sungguh hati bicara
aku kangen kamu meski jauh
kangen kamu
pikiran ku ke kamu
rasa ini tak pernah hoo oo
__ADS_1
rasa ini tak pernah
....
takan pernaaaaahhhhh...
Selesai
ia pun merasa puas setelah menyanyikan lagu tersebut, setidaknya ia bisa mewakili perasaannya meski ia bernyanyi tanpa di dengar pritty.
setelah selesai ia karaoke beberapa lagu, pier pun membuatkan coffee untuk dirinya.
sambil menikmati coffee yang di buatkannya, ia langsung mengambil kunci dan keluar nyari makan.
pier pun mampir ke sebuah gerobak yang di pinggir jalan, ia memesan nasi goreng pedas.
" pak, nasi gorengnya 1 ya yang pedas.. " ucap pier pada abang yang jual nasi goreng
" iya pak, sebentar ya.. " ucap penjual nasi goreng
selama menunggu 5 menit, penjual pun membawakan pesanan pier dan meletakan di meja.
" makasih ya pak, kok sepi pak? " ucap pier
" yaa beginilah pak, kadang ramai kadang juga sepih. tapi tetap mensyukuri aja pak setidaknya ada buat kehidupan sehari-hari." ucap penjual nasi goreng
" iya pak, di syukuri aja.. berkat datang itu tiba-tiba yang penting kita sabar aja dalam situasi apapun, terus anak bapak berapa? " tanya pier sambil menikmati nasi goreng
" udah punya 2 pak, " jawab penjual nasi goreng
" udah sekolah pak? " tanya pier
" 1 yang udah sekolah pak, kalau yang 1 masih kecil baru umur 3 tahun. kalau pak udah nikah? udah punya anak?. " ucap penjual nasi goreng
" udah nikah pak, istri saya baru hamil 4 jalan 5 bulan pak." jawab pier yang masih menikmati nasi gorengnya
" anak ke berapa pak? " tanya penjual nasi goreng
" anak pertama pak, " jawab pier
" terus kok pak gak makan di rumah? istrinya gak masak pak? " tanya penjual nasi goreng
" lagi hamil pak, jadi lagi ke rumah orang tua.." jawab pier dengan nada tidak semangat
" ooh iya pak. nasib ya suami seperti itu pak, kalau lagi hamil banyak sensitifnya. " ucap penjual nasi goreng
pier hanya menghela nafas dan mengangkat bahunya sambil menghembuskan nafas dengan kasar lewat hidung.
__ADS_1
setelah selesai makan ia langsung membayar dan pamit pulang.