Dua Hati Satu Cinta

Dua Hati Satu Cinta
Eps 21


__ADS_3

***


setelah selesai makan, pier lanjut mengerjakan pekerjaan kantornya.


tiba-tiba telpon kantor berdering, " hallo," sapa pier


" hallo pak, ada seseorang yang mencari bapak dan kami minta beliau menunggu di ruang tunggu pak " ucap dian resepsionis


" siapa? " tanya pier


" maaf pak saya gak tau " ucap dian


" ya mulut kamu kan ada, ditanya dong siapa! " jawab pier dengan kesal


" sudah pak, tapi gak dijawab. cuman minta kami hubungi bapak saja bilang katanya beliau mau ketemu pak " jawab dian


" oke. katakan padanya tanpa bilang nama gak bisa ketemu saya, kamu dengar kan apa yang saya bilang? " tanya pier


" iya pak saya dengar " jawab dian


( ttttttt telpon dimatiin )


" permisi buk, dengan ibu siapa ya? soalnya disuru sama bos, kalau gak bilangin nama ibu gak dizinkan masuk" ujar dian


" bilang ke bos kamu, saya azisa " ucap azisa memerintah


" baik bu, tunggu sebentar " ujar dian


" hm " jawab azisa


(dering telpon kantor berbunyi lagi )


" hallo pak," panggil dian


" kenapa? kamu uda tau namanya? jika belum tau jangan hubungin saya " ucap pier

__ADS_1


" sudah pak, katanya ibu azisa pak. " ucap dian


" ya sudah . suruh dia ke ruangan saya " jawab pier dengan nada kasar


" baik pak " ucap dian


***


permisi ibu, silakan pak pier sudah menunggu diruangannya." ucap dian


tanpa sepata kata azisa pun pergi meninggalkan dian, dian pun kembali ke meja resepsionisnya.


" dasar gak punya sopan santun, gak minta makasi kek main jalan aja " ucap dian sambil merasa jengkel dengan sikap azisa


" kamu kenapa si? " tanya rena


" itu si ibu tadi, uda datang bilang dengan baik- baik minta makasi kek. gak sama skali, " ucap dina


" hahaha sabar dian" ucap rena


sebelum mereka memulai peperangan mulut, pier berdiri dan menutup pintu ruangannya dan meminta lia untuk tidak ganggu saat mereka masih di dalam.


" kenapa kamu kesini? ada urusan apa kamu kesini? " tanya pier


" emangnya aku gak boleh main ke kantor kamu mas? ke kantor calon tunanganku bahkan calon suamiku juga". jawab azisa


" aku belum bilang kamu tunanganku, bahkan aku juga belum bilang kamu itu istriku. jika sudah selsai berbicara kamu boleh keluar aku banyak kerjaan " ucap pier pada azisa dengan kesal


" kamu kenapa si! kasar amat sama aku, tinggal sebulan lagi kita tunangan tau!! " ucap azisa


" terserah apa yang kamu mau bilang. terserah!! aku gak peduli yang pasti aku belum mengakui untuk menikahi kamu atau bertunangan dengan kamu " ucap pier pada azisa


suasana dalam ruangan semakin panas meski ada Ac tapi suasana makin panas.


" kamu gak sadar apa yang kamu lakuin selama ini. kamu itu seharusnya punya malu, oohh lupa kamu gak ada rasa malunya. rasa malu kamu uda mati, lupa aku. meningan kamu keluar dari ruanganku sebelum aku seret kamu keluar " ucap pier dengan begitu marah

__ADS_1


" ya,! aku gak punya malu, kenapa emangnya. aku selingkuh juga karena kamu, kamu cuek kamu gak peduliin aku, kamu abaikan aku begitu saja . dimana suka kamu komunikasi aja, kalau ingat ya kamu kabarin kalau gak ya uda dilupakan. kamu gak pernah mikir bahwa cewek juga butuh diperhatiin butuh disayang bukan butuh dicuekin!!! " teriak azisa


" ohh jadi kalau aku gak kasih perhatian, dan aku cuekin kamu. lalu kamu ke orang lain gitu?! kamu nyari enak ditempat lain?! ya sudah aku udah bebasin kamu enak ditempat lain dari dulu kan maka sekarang kamu juga harus bebasin aku dengan perjodohan ini. NGERTI KAMU !! ucap pier


" aku gak bisa nentang keputusan orang tuaku, maaf " ucap azisa


" kenapa gak bisa? jika kamu bisa nyari enak ditempat lain maka hal mudah ini kamu bisa dong? azisa,!" dengan nada sindiran


" aku gak bisa. ya gak bisa pier, jangan kamu maksa itu keputusan orang tua, bahkan itu bukan keputusan orang tuaku saja, tapi orang tuamu juga. kenapa kamu gak lakuin itu juga " ujar azisa


" kamu memang benar-benar ular kamu !! kamu pikir dengan menikahiku dan bertunangan denganku kamu akan bahagia? kamu salah. aku akan buat hidupmu dineraka!! bahkan aku gak akan pernah anggap kamu istriku, kamu ingat ini!! " ucap pier pada azisa


***


pertengkaran mereka didalam tanpa sadari terdengar sampai keluar. dengan nada suara pier yang mulai membesar terhadap azisa.


lia hanya bisa mendengar setiap pertengkaran mereka " oh ternyata ibu tadi adalah calon pak pier?" ucap lia dalam hati


kamu tau, sekalipun kita menikah terserah kamu mau tinggal dimana dengan orang tuaku atau orang tuamu itu terserah kamu. tapi jika kamu memilih tinggal bersama orang tuaku maka aku yang keluar dari rumah, ingat ini baik- baik azisa. terserah kamu mau anggap kata-kataku ini ancaman atau kutukan terserah apa pendapatmu. aku gak peduli sama sekali, kamu boleh keluar dari ruangku sekarang atau aku yang akan menyeretmu keluar.


bahkan aku selalu bertanya-tanya kenapa dulu aku bisa jatuh hati pada kamu, aku bahkan sempat berpikir kamu wanita yang baik. tapi aku salah, kemunafikan kamu tersembunyi dibalik wajahmu dan kebaikanmu" ucap pier dengan kesal


tanpa berbicara sekatapun azisa langsung keluar dari ruangan pier. dan membanting pintu ruangannya,


*002 lia masuk ruangan saya sekarang*


mampu aku, habis jika bos sedang marah maka siap2 aja telingaku " ucap lia pada dirinya sendiri


" permisi pak, pak panggil saya?" tanya lia dengan nada ketakutan.


" kamu ini **** atau bagaimana saya telpon kamu , dan sebutin nama kamu. kenapa kamu balik nanya?" jawab pier dengan nada kasar


" maaf pak " ucap lia


" kamu keluar dan bilang semua karyawan berkumpul di ruang meeting sekarang!!" ucap pier dengan nada kasar

__ADS_1


" baik pak " ucap lia sambil keluar ruangan


__ADS_2