
***
pier pun menikmati hari-harinya sendiri, meski sudah berstatus sebagai seorang suami tapi ia tidak merasa bahwa ia sudah menikah.
ia hanya tau ia akan menikah dengan wanita yang ia cintai, dan akan membahagiakan wanita itu.
semenjak ia tinggal sendiri dirumahnya ia melakukan pekerjaan rumah sendiri, belajar memasak, beberes rumah dan mencuci pakaian.
baginya ia tidak merasa lelah dengan keadaan yang sekarang, yang penting baginya ia sudah keluar dari lubang neraka. yang menyeretnya menjadi orang yang kejam dan tidak punya hati.
setiap hari pulang kantor pier kumpul-kumpul bersama teman-teman motor, begitu juga tiap sabtu dan minggu ia touring.
sesekali ia ke rumah pak ali, tapi ia hanya mampir menjenguk orang tuanya.. kadang ia tidak pernah menjenguk karena ia tidak suka di tanya-tanya oleh keluarganya, azisa pun hamil tapi bukan anak pier.
karena saat azisa sudah hamil 1bulan 2 minggu sedangkan ia dan pier baru menikah, pier pun makin membenci azisa
pier pun memaki-maki azisa dan menyumpahin azisa " kamu itu wanita tidak tau diri, wanita murahan.. kamu itu memasukan aku ke dalam dosa yang tidak pernah aku lakukan... aku sangat membencimu dan aku sangat ingin membunuhmu, " ucap pier dalam kemarahan
pier pun melempar benda yang ada di depannya ke lantai, azisa menjadi takut.. setelah itu pier pun pulang dari rumah pak ali ke rumahnya,
orang tua azisa meminta azisa dan pier untuk makan malam dirumah, azisa pun mengabari pier lewat pesan wa untuk hal itu. ia tidak berani menelpon pier karena pier tidak akan mengangkatnya,
__ADS_1
" mas, ini papa minta kita berdua ke rumah untuk makan malam bersama.. bagaimana mas? kamu bisa temanin aku ke rumah papa? " tanya azisa
" oke " jawab pier yang singkat
" jam 20.00 wib ya mas, " balas azisa
" iya " jawaban yang selalu singkat
waktu pun menunjukan pukul 19.45 azisa sudah bersiap tapi pier belum juga datang menjemputnya, ia pun menunggu pier. selama 10 menit menunggu akhirnya bunyi mobil berhenti di depan rumah, azisa melihat dari jendela ternyata itu mobil pier.
pier pun tidak turun masuk ke dalam rumah, ia hanya mengklakson azisa dari luar. azisa mendengar bunyi klakson pun langsung keluar, pak ali yang lagi di ruang tamu pun keluar untuk menemui pier.
" apa kamu tidak bisa masuk dan kita bicara? kamu bagaikan orang asing, yang datang ke rumah tapi tak bisa tinggal hanya bisa bertamu." ucap pak ali
" aku ini bingung dengan sikap kamu. makin kurang ajar sama orang tua! " ucap pak ali
" papa yang membuatku seperti hewan buas.. yang tidak bisa lagi jinak untuk tuannya" ucap pier dari dalam mobil
" salah papa ingin yang terbaik untuk kamu, kamu menikahi dia untuk jadi istri bukan buat dia seperti itu. dia lagi hamil anak kamu, perlakuan dia sebagai istri kamu..." ucap pak ali
" ya!! papa salah... sangat salah, jika papa ingin yang terbaik buat aku. papa akan biarkan aku yang memilih, nikah atas cinta bukan atas perjodohan." ucap pier, pier ingin mengatakan anak yang dalam kandungan azisa bukan anaknya tapi ia tidak mau membuat azisa malu untuk orang tuanya dan nanti akan menjadi perbincangan yang panjang,
__ADS_1
azisa menghampiri pak ali yang lagi berbicara dengan pier, ia pun salim sekaligus berpamitan untuk makan malam ke rumah orang tuanya. azisa pun masuk ke dalam mobil , pier pun melajukan mobilnya menuju rumah pak bambang.
sesampai disana mereka disambut hangat oleh pak bambang, pak bambang menayakan bagaimana dengan rencana bulan madu. dengan seketika dan tegas pier menolaknya dengan alasan ia belum punya waktu untuk hal itu. karena sibuk bekerja ada banyak proyek yang harus ia kerjakan, pak bambang pun diam dan tidak bisa memaksa. karena pak bambang tau bahwa pier orangnya tidak suka dipaksa dan suka di perintah.
pak bambang pun mengajak mereka makan, azisa dan pier pun berpura baik-baik saja di depan orang tua azisa..
azisa ingin melayani pier, tapi ia takut pier tidak suka dengan apa yang di lakukan azisa. pier pun meminta sendiri ke azisa untuk membantunya menimbah nasi dan lauk..
mereka semua pun menikmati makan malam bersama, setelah selesai. pak bambang dan pier duduk di ruang keluarga sedangkan azisa dan ibu karina masuk ke kamar.
" sayang, kamu baik-baik aja kan?" tanya ibu karina pada azisa
" iya ma, aku baik-baik aja. emangnya kenapa ma? " ucap azisa
" gak mama nanya aja, gimana dirumah baru dan keluarga baru sayang? " tanya ibu karina
" nyaman ma, disana papa dan mama gak anggap aku menantu tapi anak sendiri ma. jadi gak ad antara aku sama mama soffie mertua dan menantu ma, kemana-mana mama ajak aku" ucap azisa
" syukurlah sayang, kamu baik-baik di sana ya.." ucap ibu karina
waktu pun menunjukan pukul 22.30 wib, azisa dan pier pun berpamitan pada ibu karina dan pak bambang. azisa dan pier di antar ke depan rumah oleh pak bambang dan ibu karina mereka pun melajukan mobil meninggalkan rumah pak bambang.
__ADS_1
di dalam mobil pier mengatakan pada azisa " apa yang tadi aku minta di layani hanya semata-mata karena aku tidak mau orang tuamu tau permasalahan kita, jadi jangan menganggap lebih." azisa yang mendengarnya hanya menjawab " iya mas aku tau kok"
selama beberapa menit perjalanan mereka pun tiba di rumah pak ali, azisa pun turun dari mobil dan meminta makasi pada pier tapi pier tidak menjawab dan melajukan mobilnya pergi meninggalkan rumah pak ali dan azisa yang masih berdiri.