Dua Hati Satu Cinta

Dua Hati Satu Cinta
Eps 113


__ADS_3

***


sekitar pukul 19.30 wib pier pun mencoba menghubungi pritty lewat whatsapp tapi ternyata ia di blokir sama pritty.


" liat wa juga di blokir, apa-apa blokir , apa-apa pulang. kayak bocah, umurnya aja yang tua tapi pemikirannya kayak anak kecil.. " batin pier yang mulai jengkel


ia pun langsung keluar rumah, dan bergegas menuju rumah pritty.


sedangkan di rumah pritty saat makan malam ke dua orang tuanya pun bertanya, kenapa ia balik lagi ke rumah dan membawa koper pakaian.


" kamu kenapa balik lagi? kalian berantem? " tanya papanya pritty yang lagi duduk makan bersamanya


" gak kok pa. " ucap pritty sambil menikmati makan malamnya


" terus kenapa pulang? bawah pakaian segala. kalau bukan brantem namanya lalu apa? kabur? " jawab papa pritty yang mulai penasaran kenapa anaknya balik lagi pulang ke rumah


saat mereka asik mengobrol tiba-tiba bunyi mobil berhenti di depan rumah, mamanya pun keluar melihatnya.

__ADS_1


" tunggu sebentar ya pa, mama lihat dulu itu siapa. " ucap ibunya pritty


saat ibunya pritty membuka pintu, ia melihat pier berjalan menuju menghampirinya..


" siapa itu ma? " tanya papanya pritty dari ruang makan,


" pier paa.." ucap ibunya pritty


" malam ma, prittynya ada ma? " ucap pier


" malam, ada di dalam. lagi makan dia, " jawab ibunya pritty


" malam pa.." ucap pier sapa papanya pritty


" malam, kamu sudah makan? kalau belum ayo makan sama-sama.." ucap papanya pritty sambil mengajak pier makan bersama


pier pun ikut makan bersama dengan mereka, setelah selesai makan pier pun langsung masuk ke kamar mengikuti pritty..

__ADS_1


ia pun langsung menutup pintu kamar mereka, agar papa dan mamanya tidak mendengar suara bertengkar mereka.


" kamu ini apa-apaan si? apa-apa dikit blokir wa-ku, kamu ini udah 31 tahun tapi pemikiran kayak anak kecil tau gak!? kamu tiap berantem blokir wa-ku, kamu gak malu apa sama umur kamu. kamu itu lebih dewasa dari aku, aku selalu berusaha sejajarkan pemikiranku dengan kamu. tapi kamu malah balik turunkan pemikiran kamu ke umur aku, eh aku bilang ke kamu ya aku itu laki-laki dan aku punya harga diri.. " ucap pier dengan nada marah


pritty hanya diam tanpa menjawab, itu membuat pier makin naik pitam dengan sikap pritty yang ke kanak-kanakan.


" aku lagi ngomong sama kamu, kamu pikir aku ini apaan? di mana sukanya kamu main blokir, main pergi dari rumah. kamu makin injak harga diriku ya, aku kayak gak ada harga diri sama sekali untuk kamu. astaga, kamu memang ya. " ucap pier sambil memukul kepal tangan kanannya ke dalam tangan kiri


pritty masih seperti biasa tanpa berbicara, pier pun makin emosi dan makin jengkel dengan sikap pritty.


" terserah kamu deh, atur ikut suka kamu. ingat ya suatu hari nanti aku akan lakukan hal yang sama ke kamu, ketidak hargaian kamu, dan sikap kamu yang suka blokir ini nanti liat aja. tunggu aja kamu, aku gak pernah jilat ludaku sendiri. " ucap pier sambil keluar meninggalkan pritty di kamarnya


pier pun pamit pada orang tua pritty dan langsung melajukan mobilnya pulang..


ia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang penuh, ia tidak peduli dengan keselamatannya.


emosi, jengkel semuanya jadi satu saat itu. ia merasa harga dirinya tidak pernah di hargai oleh pritty,

__ADS_1


" kamu tidak pernah menghargaiku sama sekali. udah berulang kali kamu injak harga diriku, dan aku selalu mengalah. kamu bahkan blokirku berulang kali, dan aku masih tetap mengalah juga. oke. mari kita main sayang, aku selalu hargai dan jaga harga diri kamu tapi kamu menginjak-injak harga diriku." ucap pier sambil memukul setir mobilnya


__ADS_2