
***
Pier pun bangun dan membersihkan tubuhnya, ia melihat jam di dinding kamarnya ternyata sudah jam 09.12 Wib." huh, untung hari ini aku gak ngantor..." ucap pier pada dirinya sendiri
ia pun menuju kamar mandi dan membersihkan tubuhnya, setelah selesai pier keluar kamar untuk sarapan. saat berjalan menuju dapur untuk sarapan ia melihat keluarga ibu soffie yang sedang memasak, ia pun duduk tanpa berbicara meski di tanyai salah satu keluarga ibu soffie.
" mbak tolong buatin saya coffee..." ucap pier
" iya den, " jawab mbak
"mau sarapan apa pier, mau nasi goreng gak? tanya adik ibu soffie
pier tidak menjawab apa-apa ia hanya beralasan melihat ponselnya,adik ibu soffie yang sadar ketidaknyamanan itu tidak bertanya lagi.
" ibu, den pier gak suka sarapan nasi pagi. ia hanya suka roti mocca, " ucap mbak
" oh gitu ya.." jawab adiknya ibu soffie
" iya ibu " ucap mbak
" ya udah bawah coffee buat dia..." suruh adik ibu soffie
__ADS_1
pier pun langsung menikmati coffee yang dibuat mbak, ia pun meminta mbak mengambilnya buavita.. tapi ternyata buavitanya habis diminum oleh keponakan ibu soffie...
" mbak tolongin ambil buavita buat saya" ucap pier
" maaf den, buavitanya habis. kemarin terakhir diminum den fatah.." ucap mbak
" itu kan buavita aku, aku udah bilang ke mbak kalau ada yang mau minum bilang itu punyaku. mbak udah tau kalau aku sehabis minum coffee ya minum buavita. gimana sih mbak ini?!" ucap pier memarahi mbak
" maaf den, kemarin udah di bilang cuman gak di dengarin. " ucap mbak
" lancang sekali, lalu aku mau minum apa coba!!" ucap pier dengan nada yang besar dan marah
ibu soffie yang mendengar keributan di dapur, ia dan pak ali turun ke dapur untuk melihat apa yang terjadi..
pier pun mengambil kesempatan ini untuk mengeluarkan setiap unek-uneknya pada ibu soffie dan pak ali..
" den marah karena buavita den habis diminum pak.." ucap mbak
" pier kan itu tinggal beli.." ucap pak ali
" paa, kalau memang mau minum bisa kan beli sendiri. minum juga gak bilang ke aku tau-tau habis aja, " ucap pier
__ADS_1
" itu kan ade, kenapa harus marah-marah untuk minuman kamu tinggal pergi ke supermarket beli.." ucap pak ali
"aku gak peduli dia itu ade, atau kaka aku gak peduli!! itu barang aku dan gak boleh seenaknya minum tanpa bilang.. " ucap pier dengan nada marah
ibu soffie pun memanggil adiknya, ia pun datang menghampiri ibu soffie..
" fattah minum buavita pier? " tanya ibu soffie yang mulai kesal,
ibu soffie tau pier tidak menyukai keluarga ibu soffie ada dirumah,
"iya kak, " ucap adik ibu soffie
" kenapa kamu gak bilang. biar aku beli. " ucap ibu soffie
" maaf kak, aku pikir dikulkas itu boleh diminum" ucap adik ibu soffie
" ini uang belikan buavita 3 dus dan jangan meminumnya, itu punya orang lain.."ucap ibu soffie yang marah
pier pun mendengar hal itu langsung memuncak amarahnya " aku gak butuh duit kamu!! gak usah beli aku bisa beli sendiri..." ucap pier pada ibu soffie
pak ali yang mendengarnya terkejut dengan kata-kata pier
__ADS_1
" kamu ini ada apa sih pier... besok hari bahagia kamu dan kamu disini berantem sama orang tua..." ucap pak ali
" ya besok tinggal nikah aja kan? kenapa harus mikirin. semua terserah kalian.. malas tau gak, mulai bosan dalam neraka ini." ucap pier sambil berjalan meninggalkan pak ali dan ibu soffie