
"Apa kau tahu? Vincent sudah kembali dari Amerika."
Alvin menatap punggung Olivia yang sedang berdiri di dekat jendela yang menghadap ke taman samping rumahnya. Sedari tadi Olivia sedang melihat Cloe yang sedang bermain dengan ibu Alvin.
"Benarkah?" Olivia membalik tubuhnya menghadap Alvin dengan senyuman lebarnya.
"Dia kembali dengan Jesica."
Ketika mendengar perkataan Alvin yang terakhir, Olivia langsung menjatuh gelas yang berisi jus jeruk yang ada di tangannya tanpa sadar. Terlihat kalau Olivia sangat terkejut mendengar berita yang baru saja disampaikan Alvin.
"Maaf Vin aku tidak sengaja menjatuhkannya." Olivia buru-buru berjongkok lalu memunguti pecahan kaca yang berhambur di lantai.
"Liv, biarkan...."
"Aawww." Olivia merintih saat merasakan benda tajam menusuk jari manisnya.
"Apa kau tidak apa-apa?" Alvin mendekati Olivia, membungkuk dan memeriksa tangannya yang berdarah.
"Aku tidak apa-apa," jawab Olivia sambil menggeleng pelan.
"Biarkan bibi Ran yang membersihkannya."
Alvin mengajak Olivia untuk duduk di ruangan santai yang tidak jauh dari tempat Olivia berdiri. Ketika Alvin ingin mengobatinya, Olivia langsung menolak karena dia pikir itu hanya luka kecil saja.
"Minumlah."
Alvin memberikan air putih pada Olivia yang baru saja dia ambil dari dapur dan langsung disambut oleh Olivia seraya mengucapakan terima kasih. Setelah melihat Olivia meletakkan gelas di atas meja, Alvin menatap Olivia dengan seksama.
"Liv, apa kau masih belum bisa melupakannya?" tanya Alvin dengan hati-hati saat melihat perubahan wajah Olivia yang jadi murung.
Selama 5 bulan ini, Olivia selalu meyakinkan Alvin kalau dia sudah melupakan Vincent. Bahkan Olivia melarang Alvin untuk membahas Vincent lagi.
"Aku... aku...." Olivia menunduk dengan wajah muram.
Setelah mereka resmi berpisah, Vincent pergi ke Amerika untuk berobat di salah satu rumah sakit terbaik di sana. Ponselnya tidak aktif dan tidak ada infomasi apapun mengenai dirinya, selain dia pergi ke America untuk berobat. Info itupun Alvin dapat dengan susah payah. Keluarga Wijaya menutup rapat informasi mengenai Vincent.
Tadi pagi Alvin baru saja mendapatkan informasi dari salah satu orang kepercayaannya kalau Vincent sudah kembali ke Indonesia bersama dengan Jesica sebulan yang lalu, tapi tidak ada yang tahu mengenai hal itu. Setelah kepergian Vincent ke negeri Paman Sam, Jesica juga mendadak menghilang tanpa kabar dan kini Alvin tahu kalau ternyata selama ini Jesica bersama dengan Vincent
"Aku bisa membantumu kalau kau ingin bertemu dengannya," tawar Alvin.
Dia tahu kalau dalam lubuk hatinya yang terdalam, Olivia sangat merindukan Vincent, hanya saja dia selalu berusaha untuk menutupinya.
"Tidak. Aku sudah berjanji untuk tidak muncul lagi di hadapannya," tolak Olivia.
__ADS_1
Mana mungkin dia mengingkari janji yang pernah dia ucapkan dulu, itu sama saja menjilat ludahnya sendiri.
"Kau masih takut dengan ibunya?"
"Aku tidak takut, hanya saja, aku pikir yang dikatakan ibunya memang benar, semenjak mengenalku, Vincent selalu terkena masalah dan sudah 2 kali hampir melenyapkan nyawanya karena aku. Aku tidak mau terjadi apa-apa lagi dengannya jadi lebih baik aku menjauhinya."
"Liv, itu bukan salahmu."
"Tapi aku turut andil di dalamnya. Lagi pula, aku tidak sanggup melihat Vincent hidup menderita bersamaku. Hidupnya akan lebih baik jika tanpaku."
"Itu hanya menurutmu, bagaimana kalau kenyataannya tidak seperti itu?"
Melihat Olivia terdiam, Alvin berkata lagi, "Minggu ini akan ada pesta pernikahan sepupu Frans dan Vincent akan datang ke acara itu."
Olivia langsung mendongakkan kepalanya mendengar itu.
"Aku bisa membawamu ke pesta itu kalau kau ingin melihatnya," tawar Alvin.
Kebetulan Alvin mendapatkan undangan jadi Olivia bisa menjadi pendampingnya untuk masuk ke pesta itu.
"Aku tidak bisa pergi." Olivia kembali menunduk dengan wajah sedih.
"Apa yang kau takutkan?"
Vincent pasti sudah sangat membencinya saat ini. Bagaimana pun dirinya sudah meninggalkan Vincent disaat dia membutuhkannya.
"Seharusnya kau sudah siap akan hal itu. Kau sudah memilih untuk jalan ini, cepat atau lambat, kalian pasti akan bertemu, tinggal menunggu waktu saja."
Olivia juga tahu itu. Hanya saja, saat ini dia belum sanggup menerima kebencian Vincent setelah menghancurkan hatinya waktu itu.
"Pikirkan kembali tawaranku. Kabari aku jika kau ingin datang bersamaku ke pesta itu."
*******
Alvin menghentikan mobilnya ketika melihat Olivia dan Nesya berdiri di depan loby. Dia menurunkan kaca mobil lalu meminta Olivia dan Nesya untuk masuk ke dalam mobilnya.
"Sebenarnya aku bisa naik bis sendiri, tidak perlu ikut dengan kalian."
Selama 5 bulan ini Olivia kembali tinggal di apartemen Nesya karena bibinya sudah tidak mau menerimanya. Setiap hari Alvin selalu mengantar jemput Olivia dan Nesya.
"Kalian bekerja di kantor yang sama, untuk apa berangkat terpisah?" ujar Alvin, "lagi pula, mana mugkin aku membiarkan penyelamat kekasihku naik bis sendirian."
"Vin, berhenti mengatakan itu. Nesya akan mengira kalau kita memang menjalin hubungan," tegur Olivia.
__ADS_1
Alvin tersenyum miring sambil menoleh sejenak pada Olivia. "Bukankah kau sengaja mendekatiku agar Vincent percaya kalau kau memang mencintaiku?"
"Vin, lebih baik kau diam dan fokus saja pada jalanan di depanmu atau kita akan celaka."
*******
Tiga hari setelah mengetahui berita kepulangan Vincent, Olivia mengajak Nesya untuk pergi ke mall karena ingin membeli sesuatu. Selain ada yang ingin dia beli, dia juga ingin menyegarkan pikirannya. Berita kepulangan Vincent secara tidak langsung mempengaruhinya. Olivia yang selama ini terlihat baik-baik saja seketika berubah menjadi lebih banyak diam.
"Nesya, aku pergi ke toilet dulu."
Setelah melihat anggukan sahabatnya, Olivia melangkah menuju toilet dengan langkah cepat. Saat akan melewati restoran Jepang, tidak sengaja dia melihat seseorang yang selama ini ada di pikirannya. Orang itu adalah Vincent dan orang yang berada di belakangnya ada Edric.
Olivia langsung menghentikan langkahnya dan menatap Vincent yang sedang berjalan ke arahnya. Wajah Vincent terlihat sangat datar, pandangannya lurus ke depan, dia melangkah tegap dengan penuh percaya diri. Wajahnya lebih tampan dari terakhir kali mereka bertemu. Olivia terpaku di tempat dan terus menatap Vincent hingga mereka berapapasan.
Olivia nampak terkejut saat Vincent hanya melewatinya saja tanpa menegur ataupun meliriknya. Vincent memperlakukan Olivia seperti mahluk tidak kasat mata. Hanya Edric yang sempat melirik padanya dan itupun hanya melalui ekor matanya. Olivia bisa merasakan aura dingin ketika Vincent melewatinya tadi.
Setelah terdiam selama beberapa detik, Olivia akhirnya membalik tubuhnya dan menatap punggung Vincent yang telah menjauh. Rasa nyeri di dadanya perlahan menyebar ke seluruh tubuhnya. Ini diluar perkiraannya, dia pikir Vincent akan marah atau mengeluarkan kata-kata pedas untuk membalasnya, namun ternyata tidak. Sikap acuh tak acuh Vincent justru menjadi pukulan telak bagi Olivia.
"Liv, kau sedang apa di sini?"
Nesya menghampiri Olivia yang sedang berdiri mematung di depan restoran Jepang sambil menatap lurus ke depan. Saat Nesya mengikuti arah pandangnya, dia tidak melihat apapun selain orang yang berlalu lalang.
"Tidak ada." Olivia tersenyum lalu berkata, "ayo kita pulang."
Dalam perjalanan pulang Olivia lebih banyak diam dan Nesya menyadari ada yang aneh dari dirinya.
"Liv, apa kau tidak apa-apa?"
Olivia yang sejak tadi sedang memandang keluar jendela taksi seketika menoleh pada Nesya yang nampak sedang mengkhawatirkannya.
"Aku tidak apa-apa."
"Apa kau masih belum melupakannya?"
Karena tidak mengerti dengan maksud dari pertanyaan Nesya, Olivia mengerutkan keningnya.
"Aku melihat Vincent tadi," lanjut Nesya lagi saat melihat wajah bingung Olivia.
"Hubungan kami sudah berakhir Nes. Tidak ada lagi yang tersisa di antara kami."
"Kalau begitu coba buka hatimu. Aku lihat Alvin adalah pria yang baik. Dia selalu ada untukmu. Kenapa tidak kau coba jalani lagi hubungan denganya?"
"Tidak Nes. Justru karena dia pria yang baik jadi aku tidak pantas untuknya. Aku wanita yang jahat. Orang lain akan mengutukku jika tahu kalau aku pernah meninggalkan calon suamiku disaat dia miskin dan juga tidak bisa berjalan."
__ADS_1
Bersambung....