
***
kedua orang suruhan pier sampai di kantornya dan menyampaikan apa yang mereka ketahui. setelah menyampaikan semua informasi yang mereka dapatkan mereka pun pulang.
pier pun seketika mukanya berubah, sampai-sampai keyza yang menelponnya pun ia tak sadar..
ia hanya fokus pada apa yang di katakan orang suruhannya tadi, ia pun bertanya-tanya dalam hati.. " apa yang akan terjadi? apa yang akan aku lakukan? apa menerima atau menolak. tapi percuma jika menolak, dan juga percuma jika berbicara mereka gak bakalan peduli. yang mereka pikirkan aku patuh dan lakukan apa yang mereka mau, oh Tuhan bantulah aku. aku harus seperti apa dan harus bagaimana? aku bingung " gumam pier dalam hati sambil duduk pasrah dengan keadaan yang ia alami
sore hari pun ia pulang dengan keadaan yang lelah, letih dan lesu. ibu soffie yang berada di depan rumah menyambutnya dengan tidak baik. itu membuat ia makin berantakan dan tidak sopan terhadap ibu soffie..
" kamu 3 hari di jogja tapi kamu gak bisa kabarin orang tua.. sebentar ada pertemuan kedua keluarga untuk membicarakan pertunangan kalian " ucap ibu soffie
" terserah kalian deh , aku capek. mau istirahat!! ucap pier sambil berjalan masuk ke kamar meninggalkan ibu soffie ia pun langsung mengunci kamar.
selesai mandi, ia berdiri dekat jendela kamar dan menatap wajahnya yang begitu lelah.
" aku bagaikan anak tiri buat papaku, dan aku seperti tak pernah di anggap dalam keluarga ini. aku hanya ingin bahagia dengan caraku."gumam pier dalam hati
sedangkan di luar mereka asik mempersiapkan segala sesuatu untuk untuk menyambut kedatangan keluarga pak bambang.
waktu menunjukan pukul 19.30 Wib, tiba-tiba bunyi kendaraan berhenti di depan rumah mereka, ternyata itu adalah keluarga pak bambang. pak ali dan ibu soffie pun menyambut dengan hangat kedatangan mereka. pier masih tetap di dalam kamarnya, ia tak ikut menyambut mereka.
pak ali dan ibu soffie pun mengajak pak bambang dan keluarga masuk ke dalam, mereka semua duduk di ruang keluarga.. mbak membawa minuman dan cemilan untuk pak bambang dan keluarganya.
" mbak tolong panggil pier, bilang saya panggil " ucap pak ali
__ADS_1
" baik tuan" ucap mbaknya sambil berjalan pergi
" katanya kemarin pier ke jogja pak? tanya azisa
" iya sayang, pier kemarin 3 hari di jogja" ucap ibu soffie menggantikan pak ali
" ayo di minum pak, ibu, azisa " ucap pak ali mempersilahkan pak bambang dan keluarganya menikmati cemilan yang mereka sediakan
" den, bapak memanggil " ucap mbak
" iya, nanti saya keluar " jawab pier
tak lama kemudian pier pun keluar menghampiri mereka, yang sedang asik berbicara dan menikmati cemilannya..
" eh pier, ayo duduk nak.." ucap pak bambang
" kamu baru balik dari jogja ya? kata papa kemarin saat om tanya.." tanya pak bambang
" iya om, lagi urusan sebentar di sana.." jawab pier
" terus gimana hasilnya ? " tanya pak bambang
" lancar om.." jawab pier
" wah bagus itu, selamat ya " ucap pak bambang
__ADS_1
pier hanya tersenyum membalas ucapan selamat dari pak bambang,
" oh ia pier hari ini papa dan pak bambang ketemu keluarga kita untuk silahturami sekalian untuk menyampaikan ke kalian berdua bulan depan kalian tunangan..." ucap pak ali
pier yang mendengarnya langsung terkejut, dia bingung antara senang, sedih, kecewa. ia tidak tau bagaimana caranya ia sampaikan rasa kecewa kepada pak ali. ia pun hanya mampu menghela nafas dan keluarkan dari hidung dengan kasar
ia pasrah dengan keadaan yang ada, tapi ia juga memikirkan wanita yang ia sudah berjanji tidak mengulangi hal yang dulu lagi.
seiring berjalannya waktu, dengan kehadirian keyza yang selalu menghiasi harinya, dikalah dia suntuk, capek, dan bosan keyza orang yang selalu hadir menyemangatinya, mendukungnya.. ia memperhatikan pier sedetail mungkin, meski ia sadar bahwa ia dan pier berpisah hanya karena jarak. ia selalu membuat pier nyaman dengan kehadirannya, selalu menjadi tempat dimana pier merasa kecewa atau marah. ia selalu setia mendengarkan,
hari pun berganti hari, tiba saatnya dimana pier akan bertunangan dengan azisa..
pier pun tidak memberitahukan keyza, ia takut keyza kecewa dan pergi meninggalkannya. sedangkan dia sangat takut kehilangan keyza, ia nyaman dengan kehadiran keyza...
pertunangan sekaligus lamaran di selenggarakan di hotel terkenal di medan,
galih yang mendengar pertunangan azisa dan pier pun sempat kecewa, ia tak menyangka sahabatnya mau bertunangan dengan azisa yang jelas-jelas masih berhubungan dengan pria lain...
tak lupa pier pun mengundang niska , tapi galih dan niska tak kunjung datang.. di hari itu hanya ia dan keluarga bersama keluarga pak bambang dan para sahabat azisa..
pier merasa kesepian , karena tak satu pun yang datang di hari itu.
niska hanya memberi ucapan selamat atas pertunangan dan lamarannya lewat wa.
pier tau niska gak bakalan datang karena ia sudah pernah katakan hal itu.
__ADS_1
setelah acara lamaran selesai, ke dua orang tua mereka menentukan tanggal pernikahan pier dan azisa..
pier hanya bisa mendengar apa yang di putuskan namun di samping itu ia memikirkan keyza. bagaimana caranya ia akan menyampaikan hal ini pada keyza, dan bagaimana perasaannya nanti.setelah semua acaranya selesai pier pun pulang lebih dahulu dari keluarganya ia langsung menuju rumahnya sendiri. karena rumah itulah yang bisa membuat ia tenang dan membuat ia nyaman, tanpa ada keributan. ia pun menenangkan dirinya sehingga tertidur pulas.