
Reyhan POV
Seminggu meningalkan rumah membuat ku merindukan anak dan istri ku.
Sejak aku dan Andrea berkompromi untuk memperbaiki hubungan, aku melihat Andrea semakin hari semakin cantik saja.
Bahkan kini diri ku seolah-olah jatuh cinta lagi terhadapnya untuk yang ke dua kali.
Wajah nya yang berseri-seri selalu menghiasi mata ku. Dan wangi parfum khas nya membuat aku ketagihan untuk selalu d dekatnya.
Seperti kemarin, saat dia mengirimkan pesan dan aku tak kunjung membalasnya, aku merasa takut.
Takut jika dia marah, dan kawatir jika dia berfikir negatif terhadap ku. Walau, dia memang pantas untuk mencurigai ku.
Kenapa perasaan ini tidak datang saat kami waktu itu bersitegang. Kenapa aku harus melalui kebosanan dengan Andrea. Padahal Andrea sama sekali tidak berubah. Aku lah ternyata yang telah berubah.
Brengsek
Justru dia kini semakin mempesona. Wanita independen, pekerja keras, seorang ibu yang baik dan istri yang sempurna.
Jadi selama ini aku ternyata salah menilainya. Kesalahpahaman itu ternyata aku yang menciptakan nya sendiri.
Dan kini, saat aku sudah terjebak dalam cinta segitiga, rasanya aku tidak bisa begitu saja mengambil keputusan.
Lelaki macam apa aku, jika saat ini aku memutuskan hubungan dengan Nala begitu saja. Aku sudah terlanjur banyak janji pada Nala dan sudah mendapatkan semua dari dirinya.
Kini aku sudah menjadi pria brengsek. Seorang pria yang tidak setia, suami yang selingkuh. Suami yang mendua.
Di saat aku tidak bisa melepas Nala, aku juga tidak mau kehilangan Andrea.
Apa aku bisa menjalankan peran ku sebagai lelaki yang punya dua istri. Apakah aku mampu hidup dalam ketegangan, hidup dalam kepalsuan, hidup dalam kebohongan.
Karena apa yang aku genggam saat ini, aku yakin, cepat atau lambat ini akan menjadi bom waktu. Yang siap meledak, dan akan menghancurkan semua nya.
Aku telah menghancurkan hati Andrea, dan aku juga telah memperdaya Syanala.
Tapi bagaimana, kini mereka adalah istri istri ku.
Aku akan mencoba mempertahankan mereka. Aku akan berusaha adil.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Rey," sapa Andrea yang baru saja tiba di ruang makan. Reyhan yang larut dalam lamunan terperanjat saat Dea menepuk pundaknya.
Reyhan yang terkaget kini meraih tangan Andrea yang masih menyentuh bahunya.
Kemudian ia meraih telapak tangan Andrea dan mengecup nya dengan lembut.
"Pagi, sayang." ucap Reyhan.
"Apa kau masih jetlag, sepulang dari Greece?" tanya Andrea yang kini sudah duduk dengan angun di kursi makan nya di dekat Reyhan.
"Sedikit," jawab Reyhan kemudian tersenyum.
"Mau ku oles kan selai nya.?" tanya Andrea manawarkan.
"Boleh sekali sayang." tukas Reyhan bahagia.
"Di Toast atau tidak."
"Boleh juga di Toast" jawab Reyhan.
Dari tempat duduknya, Reyhan memperhatikan sang istri yang nampak cekatan memangang roti untuk nya.
Ia mengagumi Andrea yang kini bertambah elegan di mata nya.
Saat itu Andrea mengenakan pakaian kantor. Berkemeja putih, berbalut blazer warna hitam, dan rok sepan pendek selutut.
Baju kantor yang elegan itu nampak melekat pas di tubuh Andrea yang sangat proposal. Apa lagi rambut bergelombang Andrea yang tergerai indah. Wangi shampo yang biasa Andrea pake sangat di kenali Reyhan. Sungguh pagi itu mata Reyhan begitu di manjakan dengan memperhatikan sang istri yang tengah mengurus nya.
Saking gemas dirinya melihat Andrea yang kini nampak lebih cantik dan mempesona. Reyhan beranjak dari tempat duduk.
Kemudian ia berjalan mendekati Andrea yang masih sibuk mengolesi roti yang telah selesai di panggang dengan selai.
Reyhan dengan perlahan mendekap tubuh Andrea dari belakang.
Lalu dengan sangat manja, Reyhan meletakkan dagu nya ke pundak Andrea.
__ADS_1
"Kau manja sekali Rey." ucap Andrea, yang masih sibuk mengolesi roti nya.
"I Miss You," ucap Reyhan. Kemudian Reyhan mencium pipi Andrea. Dan kini semakin merangsek kan tubuh nya untuk memeluk Andrea dari belakang.
"Sebentar lagi Isabella turun, jangan berikan pemandangan yang mesum pada anak kita." tukas Andrea sambil terkekeh.
Reyhan kemudian membalikkan tubuh Andrea, agar ia bisa memandang sang istri dengan puas.
"Jika ini malam hari aku sudah memaksa mu. Kau semakin cantik Andrea." puji Reyhan.
"Sudah lama aku tidak mendengar kau memuji ku. Bahkan sudah lama juga kau tak menyentuh ku seperti beberapa hari ini. Dan jujur saja, aku kadang bertanya tanya akan hal itu. Kemana saja diri mu yang seperti ini Rey," pertanyaan Andrea semerta-merta membuat Reyhan mati kutu.
Tanpa menjawab pertanyaan Andrea, Reyhan sudah meraih tubuh Andrea untuk ia peluk.
"Maaf, aku minta maaf untuk yang lalu. Aku tau aku salah." ucap Reyhan, memeluk Andrea dengan posesif.
"Mommy, Daddy, kenapa kalian berpelukan?"
Sapaan Bella pun membuat Andrea dan Reyhan mengudarkan pelukan mereka seketika.
"Daddy peluk Mommy karena Daddy sayang sama Mommy," tugas Reyhan yang kini berjalan ke arah Bella. Kemudian meraih tubuh sang putri untuk ia gedong.
"Wah, Puteri Daddy dah semakin berat ya. Daddy kangen sekali dengan Putri Daddy ini" ucap Reyhan yang masih mengedong Bella.
"Aku sudah 5 tahun Daddy, tentu saja aku berat." jawab Bella sambil mengalungkan kedua tangannya pada Reyhan.
"Bella ayo duduk yang rapi di kursi mu, dan habis kan sarapan mu. Mommy buatkan sereal untuk mu." ucap Andrea yang kemudian menuangkan susu cair kedalam mangkuk yang berisikan cereal favorit Bella.
"Thanks Mom," jawab Bella dengan manis.
"Sama sama sayang" jawab Andrea yang kemudian kembali duduk di kursi nya.
Dan pagi itu Reyhan, Andrea dan juga Bella menikmati acara makan pagi dengan sangat berbahagia.
__ADS_1